Self Lifehacks

Dunia Ini Panggung Sandiwara

Greatmind

@greatmind.id

Redaksi

Ilustrasi Oleh: Mutualist Creative

Mereka yang bukan tergolong generasi milenial pasti akrab dengan lirik berbunyi, “Dunia ini panggung sandiwara. Cerita yang mudah berubah. Kisah Mahabrata atau tragedi dari Yunani.” Syair puitis yang ditulis oleh musisi senior Ian Antono dan sastrawan Taufiq Ismail ini merupakan lirik sebuah lagu ikonik Indonesia yang mengajarkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sebuah panggung – dengan manusia sebagai aktornya. Lalu kalau begitu, mengapa kita masih saja suka bersandiwara?

Coba ingat kembali, seberapa sering kita memakai topeng dalam keseharian? Berpura-pura bahagia padahal ada luka yang kita sembunyikan, berpura-pura kaya demi ikut dalam pergaulan ibukota, berpura-pura rajin bekerja demi citra diri, dan masih banyak kemungkinan pura-pura lainnya yang sering dilakukan.

Di balik kepura-puraan ini, sesungguhnya terdapat rasa takut yang berusaha kita tutupi. Rasa takut untuk menampilkan diri apa adanya, takut menunjukkan perasaan yang sebenarnya, atau ketakutan lainnya – yang mungkin kita sendiri tidak menyadari keberadaannya.

Menurut psikolog terkemuka Carl Rogers, dalam buku Authentic: How to be Yourself & Why It Matters tulisan Profesor Stephen Joseph, orang-orang yang ‘bermasalah’ dalam hidupnya adalah orang yang selalu berpura-pura karena tidak menjadi diri mereka sendiri. Karena kunci kebahagiaan dalam hidup adalah di saat kita bisa dapat menjadi diri sendiri.

Namun pada praktiknya menjadi diri sendiri adalah suatu hal yang tidak semudah membalik telapak tangan. Menjadi diri sendiri adalah sebuah latihan seumur hidup yang membutuhkan komitmen dan dijalani dari momen ke momen – seiring dengan perkembangan diri kita sebagai manusia. Pada dasarnya, apa yang menjadi ‘diri kita sendiri’ senantiasa berada di dalam jiwa kita. Hanya saja kita butuh memberikan ruang dan waktu bagi diri kita untuk merasa.

Saat kita menjadi diri sendiri, artinya kita jujur atas apa yang tengah kita rasa, inginkan, dan menjadi nilai dalam diri. Agar bisa jujur sepenuhnya dan menyampaikan kejujuran tersebut baik ke diri sendiri maupun ke orang lain, yang pertama harus dilakukan adalah dengan memupuk hubungan yang mendalam terhadap diri sendiri hingga terbentuk rasa percaya. Mirip seperti saat kkta mencoba membangun hubungan dengan orang lain, bedanya ini dengan diri sendiri.

Mulailah dengan ‘tersadar’ – menyadari segala sesuatu yang terjadi pada diri kita dan sekeliling. Rasakan dan ingat semua pikiran yang melintas dalam kepala hingga yang terkecil sekalipun. Rasakan juga bagaimana tubuh bekerja dan berinteraksi dengan dunia setiap harinya.

Biasanya kemampuan untuk tersadar ini dapat ditingkatkan lewat praktik-praktik semacam meditasi, yoga, dan menulis jurnal secara rutin. Latihan semacam ini akan membantu diri kita lebih present – atau sadar bahwa kita berada pada saat ini dan bukan mengawang-awang pada masa lalu ataupun masa depan. Semakin sering berlatih maka semakin lihai pula kita untuk dapat mengoreksi diri saat ada sesuatu dalam jiwa yang ‘keluar dari jalur’.

Memahami kapan kita ‘keluar jalur’ atau tetap pada ‘jalurnya’ memang hanya bisa dirasakan lewat intuisi dan perasaan – bukan lewat pikiran. Perasaan keterbukaan, kebahagiaan, dan kebebasan menjadi sinyal positif bahwa kita tengah ada dalam ‘jalur’. Sebaliknya, saat kita berpura-pura, perasaan yang muncul adalah ketegangan, ketidaknyamanan, kehampaan, dan lain sebagainya.

Dengan memelajari cara untuk dapat tersadar dan memahami perasaan, kita pun dapat membangun koneksi yang kuat dengan diri dan lebih percaya dengan diri sendiri. Jika telah percaya dengan diri sendiri, maka tak perlu lagi berpura-pura dengan memakai topeng karena kepuasan tercapai dengan menjadi diri sendiri.

Related Articles

Card image
Self
Ekspresi Diri dan Gaya Hidup

Saya juga setuju dengan ungkapan bahwa fashion adalah cara mengekspresikan diri. Kalau saya bertemu dengan orang, kita bisa melihat karakternya dari apa yang ia kenakan. Baju adalah salah satu medium kita bisa melihat dan “menilai” orang. Jadi bisa dikatakan bahwa baju yang kita kenakan sebenarnya bisa menjadi ungkapan bahwa kita ini adalah bagian dari komunitas tertentu. Mungkin komunitas skateboard, band, atau komunitas-komunitas lainnya. Urban Sneaker Society juga berusaha menggabungkan banyak komunitas agar bisa bertemu satu-sama lain.

By Jeffry Jouw
04 December 2021
Card image
Self
Merangkul Kegagalan

Kegagalan tentu bukan hasil yang diharapkan bagi semua orang yang sedang berjuang. Banyak diantara kita yang mungkin tengah atau telah melalui masa sulit, baik karena pandemi maupun karena masalah pribadi. Sayangnya kegagalan bukan hal yang bisa kita hindari. Kegagalan akan selalu hadir sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran hidup yang masih akan kita jalani hari ini dan seterusnya.

By Greatmind X Festival Pulih
04 December 2021
Card image
Self
Berjalan Untuk Berubah

Masing-masing manusia punya perjalanan yang berbeda-beda. Katanya, dalam perjalanan itu yang paling penting bukan destinasinya, melainkan proses dan cerita yang terjadi sepanjang perjalanan. Katanya juga, cerita dalam perjalanan lah yang menjadikan siapa kita sekarang ini. Tapi yang pasti, melalui perjalanan kita berubah dan bertumbuh.

By Greatmind x Festival Film 100% Manusia
04 December 2021