Self Lifehacks

Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Musik adalah medium bercerita yang membebaskan. Cerita ini kemudian di rangkum dalam sebuah album yang ditampilkan dalam sebuah pertunjukkan. Konser musik, tentu saja bukan sebuah langkah yang baru di dunia pertunjukkan, termasik di Indonesia. Perjalananku menuju dewasa adalah topik utama yang ingin diceritakan melalui album “Mengudara”. Menyuarakan bagaimana proses pendewasaan terjadi, dengan harapan cerita ini bisa mewakili generasi saat ini yang juga tengah mengalami proses menuju manusia dewasa. 

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

Sebuah pertunjukan bertajuk “Mengudara Bersama Teman Tuli” akhirnya rampung dilakukan pada tanggal 5 Mei 2024 lalu di Sunyi Coffee, Jakarta Selatan. Dalam pertunjukan ini, aku ingin menampilkan sebuah pentunjukan yang inkflusif agar bisa bernyanyi dan berkomunikasi dengan teman tuli melalui bahasa isyarat. 

Sebenarnya dari awal aku sudah tahu bahwa tantangan dari pertunjukan ini adalah cara komunikasi. Ini juga yang menjadi alasanku untuk mempersiapkan diri dan belajar bahasa isyarat selama beberapa pertemuan. Kalau ditanya sudah seberapa jauh persiapan dalam mempelajari bahasa isyarat, aku masih jauh dari kata mahir, tapo aku berusaha untuk menggunakan bahasa isyarat untuk percakapan sederhana. 

Aku belajar banyak dari melihat bagaimana teman-teman tuli berkomunikasi, aku berusaha sebaik mungkin untuk menyerap bahasa isyarat yang mereka gunakan dan aku aplikasikan kembali saat berbincang bersama mereka. Terlebih, sering kali aku berlatih bahasa isyarat tanpa Juru Bahasa Isyarat, jadi aku belajar langsung bersama teman tuli dan berusaha beradaptasi dengan mereka saat itu juga.

Selepas pertunjukkan aku merasa banyak sekali hal yang aku pelajari. Salah satunya adalah tentang beradaptasi. Dari awal persiapan pertunjukan “Mengudara Bersama Teman Tuli”, seorang dari Sunyi Coffee bercerita kalau mereka sudah terbiasa beradaptasi dengan dunia kita yang bisa mendengar. Di Sunyi Coffee, anggaplah kita yang berusaha beradaptasi dengan dunia mereka, jadi jangan paksa mereka untuk selalu beradaptas dengan dunia kita. 

Terkadang kita harus belajar memahami orang lain dari cara mereka melihat dunia, tidak melulu tentang diri kita sendiri. Ketika berkomunikasi dengan Teman Tuli aku belajar untuk tidak memaksakan cara mereka berkomunikasi. Juga belajar utnuk berperilaku wajar, maksudnya wajar adalah mencoba menemukan kesamaan dalam berkomunikasi, misalnya saat ingin berbagi humor, aku mencoba untuk menghibur mereka dengan cara yang wajar dan mereka sering lihat. 

Terkadang kita harus belajar memahami orang lain dari cara mereka melihat dunia, tidak melulu tentang diri kita sendiri. Ketika berkomunikasi dengan Teman Tuli aku belajar untuk tidak memaksakan cara mereka berkomunikasi.

Aku berharap semoga pertunjukan ini bisa jadi langkah baik untuk keberlanjutan promosi albumku dan semoga bisa jadi permulaan utnuk adanya konser yang dilakukan oleh musisi Indonesia, spesial untuk Teman Tuli.

Related Articles

Card image
Self
Perbedaan dalam Kecantikan

Perempuan dan kecantikan adalah dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan. Cantik kini bisa ditafsirkan dengan beragam cara, setiap orang bebas memiliki makna cantik yang berbeda-beda sesuai dengan hatinya. Berbeda justru jadi kekuatan terbesar kecantikan khas Indonesia yang seharusnya kita rayakan bersama.

By Greatmind x BeautyFest Asia 2024
01 June 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024
Card image
Self
Melihat Dunia Seni dari Lensa Kamera

Berawal dari sebuah hobi, akhirnya fotografi menjadi salah satu jalan karir saya hingga hari ini. Di tahun 1997 saya pernah bekerja di majalah Foto Media, sayang sekali sekarang majalah tersebut sudah berhenti terbit. Setelahnya saya juga masih bekerja di bidang fotografi, termasuk bekerja sebagai tukang cuci cetak foto hitam putih. Sampai akhirnya mulai motret sendiri sampai sekarang.

By Davy Linggar
04 May 2024