Self Health & Wellness

Menyatu Untuk Tersadar

Anjasmara

@anjasmara

Aktor, Guru & Praktisi Yoga

Fotografi Oleh: Andrie Radian

Dalam yoga, kita diajarkan untuk sadar atas segala sesuatu yang ada dalam diri manusia. Yoga itu berasal dari kata yog, yang dalam bahasa Sansekerta berarti penyatuan. Yang disatukan adalah tubuh, pikiran dan jiwa. Ketiganya ini harus disatukan supaya kita benar-benar sadar atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Aktivitas dan kehidupan sosial seringkali membuat kita hanya memperhatikan tubuh saja. Ingin kelihatan punya tubuh yang bagus, ingin punya badan yang sehat, tapi kita jarang sekali menyambungkan tubuh dengan pikiran dan jiwa. Pikiran dan jiwa berjalan sendiri. Yoga membantu menyatukan ketiganya. Saling mengingatkan, saling mendukung.

Dalam kehidupan, kita seringkali mengingkari apa yang tubuh kita rasakan. Misalnya saja, sebenarnya tubuh capek, tapi karena satu dan lain hal, kita memaksa diri untuk terus saja beraktivitas sehingga akhirnya kekelahan dan akhirnya sakit. Kita pun jarang memperhatikan jiwa, yang perlu ketenangan dan kedamaian. Kurangnya pemahaman tentang cara ketenangan yang baik, acap kali kita mencari ketenangan dengan cara-cara yang tidak esensial, misalnya, dengan belanja, makan, dan hal-hal instan lain yang tidak benar-benar menyentuh inti masalah yang menyebabkan stres. Padahal melepaskan stres bisa dilakukan dengan hal-hal yang ada di dalam diri seperti bernapas.

Napas ini sangat penting. Dalam yoga, olah napas menjadi salah satu fokus utama yang dipelajari dan memiliki beberapa jenis teknik pernapasan yang memiliki fungsinya masing-masing. Ada yang fungsinya memberi energi dalam tubuh, ada yang fungsinya untuk mendinginkan tubuh, ada yang fungsinya untuk merelaksasi tubuh, pikiran dan sebagainya. Pranayama, yang merupakan salah satu aliran utama dalam yoga melandaskan pengajarannya pada pernapasan yang tujuannya untuk memanjangkan energi dalam tubuh. Kenapa kita seringkali merasa lemas, misalnya, pertama karena pernapasan kita tidak benar, postur tubuh juga tidak benar sehingga energi yang ada di dalam tubuh tidak dapat mengalir secara lancar. Dengan berlatih pranayama atau pernapasan, kita akan bisa memaksimalkan fungsi paru-paru dan seluruh energi yang ada dari napas. Kita bisa mendistribusikan napas dan energi sampai ke ujung-ujung jemari kaki dan tangan. Yang kedua dalam yoga adalah asana, atau postru.

Kita sering mendengar istilah mindfulness atau kesadaran penuh. Kita perlu memberikan perhatian atas segala sesuatu yang terjadi pada diri dan alam sekitar. Tapi langkah awal untuk mulai menyadari itu sesungguhnya harus dimulai dari diri sendiri dengan menyadari dan merasakan napas. Sayangnya, karena nafas merupakan sesuatu yang sudah ada bersama kita sejak lahir, mesikpun merupakan bagian terpenting dalam hidup, kita jarang sekali memperhatikan nafas atau bahkan tak pernah merasakan keberadaannya. Kita cenderung take it for granted. Padahal dengan nafas, kita tak hanya bisa memberikan energi dalam tubuh, tapi juga bisa memurnikan energi yang ada dalam tubuh.  

Ada istilah zero of mind. Benarkah kita bisa tidak perpikir apa-apa sama sekali? Jawabannya tentu saja tidak. Pikiran kita tidak akan pernah benar-benar bisa kosong. Akan selalu ada pikiran yang datang dan pergi. Tapi kita bisa mengontrol apa yang terjadi dalam pikiran kita dengan memperhatikan napas. Bawa saja perhatian kita pada napas saja. Dengan memperhatikan napas kita secara mendalam, maka secara tidak langsung, perlahan-lahan, pikiran yang tadinya selalu melompat ke sana kemari, akan menjadi lebih tenang dan ajeg. Yang tadinya berpikir yang tidak-tidak, dengan kita bernapas perlahan, baik saat kita menarik napas maupun membuang napas, lama kelamaan pikiran kita akan menjadi tenang dan dengan menarik napas semaksimal mungkin, seluruh sel-sel dan organ-organ yang ada di dalam tubuh kita akan menerima oksigen secara maksimal. Energi yang dibawa melalui oksigen tersebut benar-benar murni. Jadi saat mereka meregenerasi dirinya, sel-selnya itu benar-benar jadi maksimal. Makanya banyak juga orang-orang yang benar-benar bisa mengontrol pikirannya, bisa mengontrol pikirannya, bisa membawa kesadaran dalam kehidupannya, itu awet muda kelihatannya, di samping hal-hal lain yang bisa didapat.

Selain pranayama, dalam yoga juga ada asana yang melatih kita untuk kembali ke kemurnian diri sejati dengan melakukan postur-postur yang terinspirasi dari alam semesta. Misalnya ketika melakukan posisi gunung atau mountain pose, kita diajak merasakan menjadi seperti gunung yang harus berdiri tegak dengan agung. Tak hanya itu, kita juga akan diajak mempelajari filosofi gerakan tersebut dan apa yang harus dicapai dari pose itu. Ketika melakukan posisi pohon, kita sebetulnya tengah belajar merasakan menjadi pohon yang berdiri stabil dengan akar-akar yang menyatu kuat dengan tanah. Dari posisi warrior, misalnya, kita tak hanya belajar tentang keberanian, melainkan juga sikap lapang dada dalam mengarungi roda kehidupan. Bagaimana seorang harus gigih berjuang meski kekalahan datang di depan mata tapi tetap rendah hati ketika menang. Rendah hati terhadap dirinya, pada alam semesta, bahkan pada musuhnya. Kita belajar tentang keseimbangan hidup ketika posisi segitiga atau trikonasana. Bentuk yang paling settled dalam kehidupan adalah bentuk segitiga.

Yoga melatih kita untuk menjadi hal-hal yang ada di luar kita, sehingga ketika menghadapi masalah, kita tidak hanya melihat dari sudut pandang kita saja, tapi juga bisa melihat dari sudut pandang orang lain. Kemudian yang ketiga, adalah meditasi. Kita belajar untuk memberikan fokus dan perhatian pada diri kita untuk benar-benar rileks dan menemukan kebahagiaan dalam berdiam diri tersebut. Sebagai sebuah bentuk latihan olah tubuh, yoga ini memang komplit.     

Related Articles

Card image
Self
Perbedaan dalam Kecantikan

Perempuan dan kecantikan adalah dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan. Cantik kini bisa ditafsirkan dengan beragam cara, setiap orang bebas memiliki makna cantik yang berbeda-beda sesuai dengan hatinya. Berbeda justru jadi kekuatan terbesar kecantikan khas Indonesia yang seharusnya kita rayakan bersama.

By Greatmind x BeautyFest Asia 2024
01 June 2024
Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024