Self Health & Wellness

Tidur Berkualitas Untuk Tubuh dan Mental Yang Sehat

Di bulan Ramadan, selalu ada hal-hal baru yang hadir dalam hidup kita. Mulai dari euforia berburu takjil, kembali bertemu dengan sahabat lama untuk berbuka puasa bersama, hingga bersiap untuk mudik dan bertemu sanak-saudara di kampung halaman. Selain itu, ada satu hal yang juga sering kita jumpai di bulan yang istimewa ini, waktu tidur yang berantakan.

Menjalankan ibadah puasa tentu tidak seharusnya menjadi alasan bagi kita untuk tidak menjalankan hari dengan sebaik-baiknya. Meski begitu, tak jarang perubahan jam tidur yang cukup drastis membuat tubuh kita terkejut dan kesulitan untuk menyesuaikan jam istirahat. Beberapa mungkin memilih untuk tidur dini hari setelah selesai makan sahur karena khawatir akan terlewat. Padahal, jam tidur sangat memengaruhi kesehatan tubuh serta mental kita, loh!

Menjalankan ibadah puasa tentu tidak seharusnya menjadi alasan bagi kita untuk tidak menjalankan hari dengan sebaik-baiknya. Meski begitu, tak jarang perubahan jam tidur yang cukup drastis membuat tubuh kita terkejut dan kesulitan untuk menyesuaikan jam istirahat.

Idealnya, manusia dewasa memerlukan tidur selama 7-8 jam setiap harinya. Waktu ini dianggap sebagai jangka waktu terbaik untuk menjaga kesehatan fisik dan mental kita. Tidur adalah salah satu kebutuhan utama yang dibutuhkan manusia untuk meregenerasi sel dalam tubuh. Tidur yang cukup dapat membantu memperkuat daya ingat dan imunitas, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, menjaga kesehatan sistem reproduksi, serta membantu menjaga berat badan.

Tidur adalah salah satu kebutuhan utama yang dibutuhkan manusia untuk meregenerasi sel dalam tubuh. Tidur yang cukup dapat membantu memperkuat daya ingat dan imunitas, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, menjaga kesehatan sistem reproduksi, serta membantu menjaga berat badan.

Jadi, jangan sampai kita mengorbankan waktu tidur untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Kalau kata Rhoma Irama, ‘begadang, jangan begadang kalau tiada artinya’. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk tetap menjaga kualitas tidur kita agar tidak terlalu berantakan di bulan Ramadan ini?

Pertama, tingkatkan disiplin diri terhadap waktu dan durasi tidur. Coba untuk menjaga kebiasaan untuk tidur dan bangun di jam yang sama setiap harinya. Hal ini akan membantu tubuhmu menyesuaikan jam biologis dalam diri sehingga kamu tidak akan bangun dengan terkejut karena suara alarm yang kamu jadwalkan setiap lima menit sekali.

Kedua, hindari kafein di malam hari. Bagi teman-teman yang memiliki prinsip kopi adalah cara untuk bisa berfungsi sebagai manusia, masa-masa ini tentu akan menjadi waktu yang cukup menantang. Pasalnya, agak membingungkan untuk menentukan waktu yang tepat untuk meminum, minuman berkafein. Bagi kamu yang saat ini kesulitan untuk menyesuaikan jam tidur, saat ini hindari dulu meminum kopi setelah jam buka puasa, agar tubuhmu bisa tetap tidur nyenyak di malam hari.

Ketiga, hindari penggunaan gadget sesaat sebelum kamu bersiap tidur. Meski kamu sudah mempersiapkan suasana gelap di kamar tidur, lampu dari gadget akan membuat tubuhmu kesulitan untuk mempersiapkan diri untuk tidur. Coba lakukan kegiatan lain saat kamu bersiap untuk tidur di malam hari, seperti membaca buku atau mungkin menuliskan jurnal harian.

Semoga dengan tidur yang berkualitas, kita tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan sebaik-baiknya. Sembari memaksimalkan kesempatan berbuat baik di bulan yang penuh berkah ini.

Related Articles

Card image
Self
Perbedaan dalam Kecantikan

Perempuan dan kecantikan adalah dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan. Cantik kini bisa ditafsirkan dengan beragam cara, setiap orang bebas memiliki makna cantik yang berbeda-beda sesuai dengan hatinya. Berbeda justru jadi kekuatan terbesar kecantikan khas Indonesia yang seharusnya kita rayakan bersama.

By Greatmind x BeautyFest Asia 2024
01 June 2024
Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024