Self Lifehacks

Seberkas Sinar Di Balik Awan

Layaknya roda, kehidupan akan selalu berputar. Terkadang kita bisa ada di atas dengan segala kebahagiannya. Namun di lain waktu kita mungkin saja jatuh terjerembab ke bawah. Sehebat apapun kita mencoba menghindarinya, tidak mungkin ada manusia yang pasti luput dari kemalangan, kesialan, atau kegagalan. Sayangnya, saat dihadapi pada situasi tidak mengenakkan seperti itu kita seakan lupa bahwa ini merupakan sebuah bagian dari pelajaran hidup. Kita selalu menganggap bahwa hidup semestinya hanya perlu dipenuhi suka dan menafikan duka.

Saat dirundung duka, kita cenderung menutup diri. Mengutuk segala sesuatunya – mulai dari situasi, orang lain, bahkan hingga diri sendiri. Segala emosi diluapkan hingga merasa bahwa ini adalah akhir dari hidup. Tak mengapa, mungkin memang itulah self-defense mechanism dari manusia. Namun ada baiknya kita tak berlama-lama terlarut di dalamnya agar tidak tenggelam lebih jauh. Ada pepatah berbahasa Inggris yang berbunyi, “Every clouds has a silver lining.” Maknanya secara harafiah mungkin terdengar aneh – setiap awan memiliki garis perak. Namun di baliknya ternyata menyimpan sebuah filosofi mendalam. Di balik awan gelap – yang umumnya menggambarkan keadaan duka – masih ada sinar matahari yang berkilauan yang nampak seperti garis berwarna keperakan di pinggirnya. Dari pepatah ini lah kita diajarkan untuk coba melihat sisi cerah dari sesuatu yang gelap.

Musibah sendiri begitu banyak bentuknya. Mulai dari sesederhana jatuh terjerembab, hingg kehilangan pekerjaan, atau berpisah dengan pasangan. Kesemuanya terdengar seperti hal yang sangat mengerikan bagi banyak orang. Sampai-sampai seakan tidak ada hal positif yang bisa diambil dari sebuah musibah.

Namun sesungguhnya, masa-masa sulit saat ditimpa musibah bisa dijadikan waktu yang tepat untuk mengevaluasi diri sendiri. Pikirkan lagi, saat kita dipecat apakah memang yang dikerjakan selama ini membuat kita bahagia? Atau, apakah kinerja kita memang buruk? Atau saat berpisah dengan pasangan, apakah memang selama ini kita tidak membahagiakannya? Atau mungkin ada suatu kesalahan yang diperbuat? Mengingat kembali jejak-jejak yang menuntun kita pada ujung kurang bahagia tersebut menjadi salah satu cara agar kita bisa menjadikan musibah sebagai sebuah bahan pembelajaran.

Kita seakan lupa bahwa musibah merupakan bagian dari pelajaran hidup. Kita selalu menganggap bahwa hidup semestinya hanya perlu dipenuhi suka dan menafikan duka.

Mengambil hikmah dari sebuah musibah memang butuh sebuah perjuangan tersendiri. Meski terdengar sulit, bukan berarti kita tidak bisa melakukannya. Kuncinya adalah dengan mengubah sudut pandang. Usai meratapi nasib saat sebuah musibah datang, ambil waktu untuk tenang sejenak. Posisikan diri tidak lagi sebagai ‘korban’ – namun sebagai pihak ketiga yang netral. Saat kita telah lebih netral, maka akan lebih mudah bagi kita mencoba menelisik kembali segala sesuatu tentang duka yang menimpa dan mencoba menyikapinya.

Related Articles

Card image
Self
On Marissa's Mind: Kuat Mental

Siapa yang tidak mau punya mental kuat – kemampuan yang sangat penting kalau kita mau terus maju dan berkembang di tengah lika-liku kehidupan. Seseorang yang kuat mental umumnya lebih siap menghadapi berbagai tantangan dalam hidup, lebih bisa bertahan di tengah tekanan, dan lebih mampu menangani masalah secara efektif dan efisien.

By Marissa Anita
13 August 2022
Card image
Self
Ragam Pengalaman Bagi Generasi Muda

Masa muda adalah saat dimana kita mengumpulkan segala pengalaman, entah itu baik ataupun kurang menyenangkan. Pengalaman bisa kita dapatkan dengan dua cara, yaitu dengan menjalaninya sendiri ataupun lewat cerita dari orang lain yang pernah mengalami hal tersebut.

By Greatmind x Young On Top
13 August 2022
Card image
Self
Mengenali Manusia dan Lingkungan

Unsur utama yang diperlukan oleh sebuah film adalah cerita. Menurut saya, cara terbaik untuk menemukan ide cerita adalah dengan mengenali manusia. Untuk bisa menjadi pencerita yang baik, bisa kita mulai dengan mengenali orang-orang dan lingkungan yang ada di sekitar kita.

By Fajar Nugros
13 August 2022