Self Lifehacks

On Marissa's Mind: Stoikisme, Filosofi Anti Cemas

Marissa Anita

Jurnalis & Aktris

"Berikan saya ketenangan untuk menerima apa yang tidak bisa saya ubah, keberanian untuk mengubah apa yang bisa saya ubah, dan kebijaksanaan untuk tahu perbedaan antara keduanya" - Reinhold Nieburh. 

Saya suka kata-kata dari teolog Reinhold Niebuhr ini. Menenangkan. 

Ini selaras dengan aliran pemikiran yang, beberapa tahun terakhir, saya berusaha jalankan dalam keseharian: Stoikisme. Stoikisme membantu saya menjadi lebih tenang dalam keseharian. 

Stoikisme muncul pada jaman Yunani dan Romawi kuno, ditemukan oleh filsuf Yunani Zeno dan dikembangkan sederet filsuf Romawi Seneca, Epitectus dan Marcus Aurelius. Selama ratusan tahun, pola pikir ini populer baik di kalangan budak maupun aristokrat. Mereka menganggap filosofi ini sangat berguna dalam keseharian karena mengajarkan mereka cara untuk tetap tenang terutama ketika menghadapi situasi sulit tak terduga.

Salah satu tujuan penting dalam stoikisme adalah penguasaan diri (self mastery). Seseorang yang bisa menguasai diri dengan baik cenderung tenang, tahan mental dan punya emosi yang seimbang.

Apa prinsip stoikisme? Penjelasan sederhana dari para stoik begini: kita hanya bisa mengendalikan apa yang ada dalam kendali kita - yakni pikiran dan tindakan kita sendiri. Apa pun di luar dua hal ini adalah hal eksternal di luar kendali kita. Karena itu, yang kita bisa kendalikan hanya penilaian kita terhadap hal-hal eksternal ini. Hal eksternal yang dimaksud adalah semua peristiwa, situasi, dan tindakan atau perilaku orang lain terhadap kita.

Penjelasan sederhana dari para stoik begini: kita hanya bisa mengendalikan apa yang ada dalam kendali kita - yakni pikiran dan tindakan kita sendiri.

Contoh situasi yang bisa kita lihat dari lensa stoikisme: 

Dalam dunia kerja. Anda berharap dapat promosi. Yang ada dalam kendali Anda adalah kualitas kerja Anda — waktu dan usaha yang Anda kerahkan untuk mencapai kinerja yang bagus dan hasil yang harapannya maksimal. Anda juga bisa memastikan bahwa kinerja dan hasil ini terlihat oleh mereka yang punya wewenang memberikan Anda promosi. 

Yang tidak dalam kendali Anda di situasi ini adalah apakah bos akan memilih Anda untuk dipromosikan. Banyak faktor mempengaruhi keputusan ini, faktor di luar kendali kita, apa pun itu. 

Anda hanya bisa memastikan bahwa perilaku dan tindakan Anda selaras dengan apa yang dibutuhkan agar dapat promosi. Semakin Anda mencoba mengendalikan apa yang di luar kendali, semakin Anda frustrasi, kecewa atau bahkan sakit hati ketika yang terjadi di luar harapan Anda. 

Jadi, tetap berusaha dan bekerja sebaik mungkin. Jika kinerja diapresiasi, syukur. Jika belum, seorang stoik tidak akan menghabiskan tenaga atau waktu sedikitpun untuk mengeluh. Seorang stoik menyadari dia punya kendali penuh untuk memutuskan apakah mau sabar menunggu, atau pindah kerja. 

Sama halnya dengan persoalan keinginan kita untuk disukai. Seseorang tidak suka dengan Anda; punya persepsi buruk tentang Anda. Anda mau marah balik atau menjelaskan sampai mulut berbusa kepada orang ini belum tentu Anda sukses mengubah cara pandangnya terhadap Anda.

Seorang stoik tidak akan buang waktu dan energi adu mulut meyakinkan orang lain bahwa ia orang baik. Ia akan menunjukkan melalui tindakan-tindakan yang selaras dengan kebajikan secara konsisten dalam kesehariannya. Speak less, act more. That’s it. Kalau orang lain mau suka atau nggak suka, terserah dia.

Seorang stoik tidak akan buang waktu dan energi adu mulut meyakinkan orang lain bahwa ia orang baik. Ia akan menunjukkan melalui tindakan-tindakan yang selaras dengan kebajikan secara konsisten dalam kesehariannya.

Dalam hidup, seorang stoik mengharapkan yang terbaik, tetapi juga menyiapkan diri jika skenario terburuk terjadi. 

Mereka juga melatih diri dengan menciptakan jarak emosi (detachment) yang sehat terhadap hal-hal di sekitarnya. Karena kalau kita cermati, sebetulnya tidak ada yang permanen dalam hidup ini. 

Barang kesayangan bisa tidak sengaja rusak atau hilang, begitu pula pekerjaan. Orang tercinta bisa pergi dari kehidupan kita secara tiba-tiba, apakah karena alasan pribadi atau dipanggil yang Kuasa. Begitu pula dengan kekuasaan, kekayaan, reputasi. Tidak ada jaminan pasti keberlangsungan hal-hal ini dalam hidup kita. 

Berjarak secara emosi tidak menjadikan kita manusia yang dingin dan tidak peduli. Malah sebaliknya. Karena tahu betul apa yang kita miliki sekarang, orang-orang yang ada di kehidupan kita sekarang, bisa hilang atau pergi kapan saja, ini mendorong kita semakin menghargai dan tidak menyia-nyiakan mereka selagi masih ada dalam hidup kita. 

 

***

 

Referensi:

Saunders, J. L. (n.d.). Stoicism. Britannica. Retrieved Aprl 23, 2021, from https://www.britannica.com/topic/Stoicism

Neibuhr, R. (n.d.) Brainy Quote. Retrieved April 23, 2021, from https://www.brainyquote.com/quotes/reinhold_niebuhr_100884

What is Stoicism? A Definition & 9 Stoic Exercises to Get You Started. (n.d.). Daily Stoic. Retrieved April 23, 2020, from https://dailystoic.com/what-is-stoicism-a-definition-3-stoic-exercises-to-get-you-started/

Raab, D. (2015, September 21). How Can You Be More Stoic. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-empowerment-diary/201509/how-can-you-be-more-stoic?amp

The School of Life. (2018, July 19). Why Stoicism Matters [Video]. YouTube. 

https://youtu.be/vOj5KLcymgA

Brown, D. (2017). Happy: Why More or Less Everything is Absolutely Fine. Transworld Publishers. 

The School of Life. (2014, September 18). The Stoics  [Video]. YouTube. https://youtu.be/yu7n0XzqtfA

TED-Ed. (2017, June 19). The Philosophy of Stoicism - Massimo Pigliucci [Video]. YouTube. https://youtu.be/R9OCA6UFE-0

Stoicism. (n.d.). Philosophy Basics. Retrieved April 23, 2021, from https://www.philosophybasics.com/branch_stoicism.html

Related Articles

Card image
Self
Peran Mentorship Untuk Pendidikan Yang Lebih Baik

Jika melihat kembali pengalaman pembelajaran yang sudah aku lalui, perbedaan yang aku rasakan saat menempuh pendidikan di luar negeri adalah sistem pembelajaran yang lebih dua arah saat di dalam kelas. Ada banyak kesempatan untuk berdiskusi dan membahas tentang contoh kasus mengenai topik yang sedang dipelajari.

By Fathia Fairuza
20 April 2024
Card image
Self
Alam, Seni, dan Kejernihan Pikiran

Menghabiskan waktu di ruang terbuka bisa menjadi salah satu cara yang bisa dipilih. Beberapa studi menemukan bahwa menghabiskan waktu di alam dan ruang terbuka hijau ternyata dapat membantu memelihara kesehatan mental kita. Termasuk membuat kita lebih tenang dan bahagia, dua hal ini tentu menjadi aspek penting saat ingin mencoba berpikir dengan lebih jernih.

By Greatmind x Art Jakarta Gardens
13 April 2024
Card image
Self
Belajar Menanti Cinta dan Keberkahan Hidup

Aku adalah salah satu orang yang dulu memiliki impian untuk menikah muda, tanpa alasan jelas sebetulnya. Pokoknya tujuannya menikah, namun ternyata aku perlu melalui momen penantian terlebih dahulu. Cinta biasanya dikaitkan dengan hal-hal indah, sedangkan momen menanti identik dengan hal-hal yang membosankan, bahkan menguji kesabaran.

By Siti Makkiah
06 April 2024