Self Science & Tech

On Marissa's Mind: Puasa Media Sosial

Marissa Anita

Jurnalis & Aktris

Pernahkah Anda merasa sulit fokus, sering cemas, lelah secara mental dan emosi, dan seakan tidak punya cukup waktu dalam satu hari? Pernah? Mungkin Anda bisa mecoba puasa media sosial yang artinya istirahat total dari media sosial selama jangka waktu yang kita tentukan.

Sudah lebih dari satu dekade media sosial hadir di hidup banyak orang. Dengan bertambahnya umur perusahaan media sosial, makin bertambah pula para penggunanya yang merasa cemas, insecure, tak sabar, sulit tidur, sulit fokus, dan gejala gangguan psikologis sejenis lainnya.

Saya salah satunya, dan saya yakin saya tidak sendiri.

Sejak 2016 saya bereksperimen – pelan tapi pasti – untuk menarik diri dari media sosial. Dan pada akhirnya di 2019 saya jalankan eksperimen paling drastis yakni puasa media sosial selama sebulan penuh!

Seperti seorang pecandu yang lepas dari candunya, di minggu pertama tanpa media sosial, jari-jari saya galau dan pikiran saya kalut. Jika dulu mengisi waktu kosong tenggelam dalam media sosial, kini saya harus menghadapi rasa bosan yang akhirnya diobati dengan hal lain. Apakah dengan bermenung, membaca buku, atau menulis buku harian, sesuatu yang sudah lama sekali tidak saya lakukan. Minggu kedua mulai nyaman – sangat nyaman sampai-sampai ketika berpikir tentang log in saja membuat saya cemas. Cemas karena saya mulai merasakan nikmatnya hidup di dunia nyata daripada di dunia maya.

Related Articles

Card image
Self
Tantangan Meregulasi Emosi

Pada dasarnya bukan emosi yang membuat kita melalui turbulensi perasaan melainkan cara kita menafsirkan emosi sehingga kita merasa tidak sanggup menoleransi emosi yang dirasakan. Intensitas emosi yang kita rasakan bisa dipengaruhi berbagai hal seperti trauma masa kecil atau kondisi fisik yang sedang memburuk. Kondisi-kondisi ini dapat memperparah situasi, ditambah dengan regulasi emosi yang belum optimal.

By David Irianto
11 September 2021
Card image
Self
Mengapresiasi Setiap Kehadiran

Memang lebih rumit rasanya untuk bisa menghabiskan waktu bersama orang terdekat terutama teman dan sahabat belakangan ini. Aku sendiri sebisa mungkin berusaha untuk tetap menjalin hubungan dengan menanyakan kabar teman-temanku melalui aplikasi chat ataupun video call. Tidak dapat dipungkiri bahwa rasa rindu berkumpul bersama teman-teman memang semakin terasa terutama saat masa PPKM mulai diberlakukan. 

By Amindana Chinika
11 September 2021
Card image
Self
Musik Sebagai Medium Bercerita

Apapun yang kita lalui dalam hidup entah itu sangat menyiksa atau sangat membahagiakan, melalui musik kita selalu dapat menyajikannya menjadi sesuatu yang indah. Musik mampu menghantarkan kejadian yang sangat buruk sekalipun menjadi sesuatu karya yang menawan. Sekelam apa pun pengalaman yang kita rasakan, aku percaya itu tetap bisa disampaikan dari perspektif yang artistik. 

By FLØRE
11 September 2021