Self Lifehacks

On Marissa's Mind: Prokrastinasi

Marissa Anita

Jurnalis & Aktris

Kita semua tentu pernah menunda-nunda sesuatu, tapi kalau terlalu sering, bisa jadi ini prokrastinasi. Prokrastinasi adalah: tindakan menunda-nunda sesuatu yang harus dilakukan, seringkali karena sesuatu ini menimbulkan perasaan negatif atau tidak menyenangkan (Cambridge Dictionary, n.d).

Kenapa prokrastinasi terjadi?

Bisa jadi karena kita merasa punya waktu yang sangat banyak sehingga berpikir, ‘ah kan masih ada hari esok.’ Padahal kalau dipikir belum tentu juga hari esok ada. Siapa yang tahu umur orang.

Tapi sebetulnya menurut banyak penelitian, prokrastinasi terjadi bukan karena gagal ngatur waktu, melainkan karena sedang merasa kesulitan menghadapi emosi negatif atau perasaan tidak enak dalam dirinya. 

Menurut banyak penelitian, prokrastinasi terjadi bukan karena gagal ngatur waktu, melainkan karena sedang merasa kesulitan menghadapi emosi negatif atau perasaan tidak enak dalam dirinya.

Misal, seseorang menunda-menunda menyelesaikan sesuatu karena ia merasa sangat takut gagal. Ini kerap terjadi pada orang perfeksionis. Karena merasa apa ang dia kerjakan harus luar biasa dan kawatir betul dengan hasil tidak sempurna, akhirnya nggak mulai sama sekali. Ujungnya, nggak ngerjain apa-apa.

Seseorang menunda-nunda bisa juga karena keberatan atau kewalahan dengan tugas yang diberikan dan tidak menikmati prosesnya — apakah karena tugas membosankan, atau terlalu sulit, atau terlalu banyak.

Prokrastinasi akhirnya  jadi ‘obat penawar’ untuk keluar dari perasaan tidak menyenangkan tadi. Tapi, khasiatnya sebetulnya sangat sementara karena tugas yang kita tunda, toh akan terus menghantui dan membuat kita merasa bersalah selama itu belum rampung.

Jadi, bagaimana stop prokrastinasi? Banyak pilihan, di antaranya:

(1) Cari akar prokrastinasi. Tanya diri: ‘Kenapa ya saya menghindari menyelesaikan tugas ini? Kenapa tugas ini bikin perasaan saya nggak enak? Ketika paham akarnya apa, kita lebih trampil mengatasi emosi negatif, sehingga harapannya nggak lagi menunda-nunda.

(2) Ubah cara kita memandang tugas yang kita tunda-tunda. Tidak lagi “harus mengerjakan” melainkan “mau mengerjakan”. Perubahan kata ini ngaruh lho ke emosi kita. Kalau kita mengalami kesulitan perencanaan  atau bingung mulai dari mana, nggak ada salahnya minta arahan dari seseorang yang ahli.

(3) Lupakan kesempurnaan karena itu tidak ada. Yang penting mulai dulu saja, kerjakan. Tulis draft pertama secara cepat, masih ada kesempatan untuk memperbaiki  sebelum menyerahkan ke atasan. Di balik orang yang handal, ada banyak eksperimen, perbaikan bahkan kegagalan. Lebih baik memulai dan menyelesaikan daripada tidak sama sekali.

(4) Optimalkan lingkungan untuk minimalkan gangguan. Jauhkan distraksi dari godaan teknologi digital. Kuatkan tekad, matikan notifikasi selama periode fokus, nyalakan ‘do not disturb’, hindari medsos untuk sementara waktu.

Abraham Lincoln pernah bilang, “When I do good, I feel good. When I do bad, I feel bad”. Ini benar. Setelah produktif seharian, saya selalu merasa lega, puas dan bangga. It’s a good feeling.

Lebih baik memulai dan menyelesaikan daripada tidak sama sekali.

Di waktu istirahat, boleh berikan penghargaan pada diri sendiri atas usaha dan tekad kuat hari ini. Kalau saya biasanya  hadiahi diri dengan nonton film bagus. Prokrastinasi bukan sesuatu di luar kontrol Anda. Anda mampu untuk memilih — mau menunda, atau maju.

Prokrastinasi bukan sesuatu di luar kontrol Anda. Anda mampu untuk memilih — mau menunda, atau maju.

Related Articles

Card image
Self
On Marissa's Mind: Digital Minimalism

"Di dunia yang banjir informasi tidak relevan, kejernihan berpikir adalah kekuatan", kata Yuval Noah Harari. Maka itu saya jadi digital minimalist. Menurut penulis buku Digital Minimalism, Cal Newport, Digital minimalism adalah filosofi penggunaan teknologi dimana seseorang memusatkan waktu online-nya hanya pada segelintir aktifitas yang telah ia pilih dengan cermat dan membawa manfaat optimal bagi dirinya. 

By Marissa Anita
20 February 2021
Card image
Self
Sensasi Nostalgia

Nostalgia dalam dosis dan konteks yang tepat merupakan sesuatu yang menyenangkan. Nostalgia dapat membuat kita mensyukuri apa yang kita miliki sekarang, apa yang telah kita lalui, dan membuat kita menghargai proses kehidupan.

By Dewi Lestari
20 February 2021
Card image
Self
Bercakap Bersama Muhammad Khan: Meninggalkan Smartphone

Saya bercakap bersama seniman Muhammad Khan, mendengarkannya berbagi tentang keuntungan dan kerugian meninggalkan smartphone; fenomena pertemanan yang nyata dan tidak nyata di medsos; pencitraan manusia secara virtual; dan bagaimana ia merebut kembali waktu yang dulu terbuang di dunia maya untuk hal-hal yang membawa kenikmatan nyata dalam hidupnya.

By Marissa Anita
13 February 2021