Self Lifehacks

On Marissa's Mind: Monotasking

Marissa Anita

Jurnalis & Aktris

Fotografi Oleh: Andrew Trigg

Kondisi ini terasa akrab bagi Anda yang tinggal di kota, terutama kota besar. Kondisi seperti ini tidak jarang membuat Anda stres. Banyak yang harus dikerjakan sementara waktu terbatas. Akhirnya Anda berusaha untuk melakukan beberapa hal sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Perhatian terbelah-belah sehingga sulit fokus, dan biasanya karena terburu-buru, jadi cenderung mengerjakan seadanya sehingga hasil tidak maksimal.

Banyak yang harus dikerjakan sementara waktu terbatas.

Nah, agar tetap tenang, focus, dan maksimal mengerjakan kesibukan harian, saya memulai hari dengan satu kalimat: “Kerjakan semuanya satu per satu.” – monotasking.

Monotasking adalah tindakan hanya melakukan satu tugas atau aktifitas saja dengan perhatian penuh dalam satu waktu. Tujuannya agar bisa mengerjakan segala sesuatunya lebih efektif. (Cambridge dictionary)

Monotasking memiliki banyak manfaat. Ketika kita membiasakan diri lagi melakukan satu hal dalam satu waktu dengan perhatian penuh, kita kembali menguatkan kemampuan konsentrasi. Monotasking juga baik untuk menumbuhkan disiplin diri, sehingga kita tahan terhadap gangguan. Tidak bisa dipungkiri, teknologi dalam smartphone sangat memudahkan hidup tetapi juga bisa menjadi sumber distraksi. Notifikasi, feed media sosial, likes, dan komentar, headlines sensasional dan gosip di grup chat, semua ini mudah membuat penasaran. Semua ini berlomba untuk mendapatkan perhatian penuh Anda di waktu Anda yang terbatas. Dan ketika konsentrasi Anda sudah terganggu, Anda butuh waktu 15 menit untuk mengembalikan fokus pada pekerjaan yang sempat terputus.

Dengan monotasking, Anda bisa menghemat waktu. Ketika Anda fokus sepenuhnya pada apa yang sedang Anda kerjakan, biasanya pekerjaan lebih cepat selesai. Fokus yang tajam membuat Anda lebih detail mengerjakan sesuatu, sehingga menghindari kesalahan. Hati puas, hasil lebih maksimal.

Ketika Anda fokus sepenuhnya pada apa yang sedang Anda kerjakan, biasanya pekerjaan lebih cepat selesai.

Memang. Kita bisa melakukan dua atau lebih kegiatan secara bersamaan - nyetir sambil ngobrol, makan sambil baca. Kegiatan yang sudah bersifat otomatis. Coba deh berusaha menyelesaikan laporan sambil bayar tagihan online, lebih sulit khan? Karena memang otak kita tidak mampu fokus pada dua hal yang membutuhkan konsentrasi penuh sekaligus.

Bagaimana mulai melatih monotasking agar kita lebih bisa menikmati kesibukan harian?

1. Petakan kegiatan atau tugas dan alokasikan waktu dengan jelas. Misal:

  • 7:00 - 08:00 – Waktu bebas
  • 8:30 - 12:30 – Kerja
  • 12.30 - 13.15 – Istirahat
  • 14.00 - 17.00 – Kerja
  • 17.00 - 21.00 – Waktu bebas
  • 21:00 - 6:00 – Istirahat  

Baiknya disiplin menjalankan ini. Ketika waktunya kerja, ya kerja. Begitu juga dengan waktu istirahat. Dan pastikan Anda disiplin untuk melakukan seluruh kegiatan ini satu demi satu. 

2. Kurangi gangguan konsentrasi. Saat menjalankan tugas yang butuh konsentrasi penuh, bisa nyalakan moda ‘do not disturb’ pada smartphone Anda, untuk sementara waktu. Jika ada yang ngajak ngobrol di tengah Anda bekerja, beri mereka pengertian. “Bisa kita bicarakan hal ini setengah jam lagi? Terima kasih.”

3. Jadikan waktu istirahat berkualitas. Ketika istirahat dengan teman, beri perhatian penuh pada apa yang dikatakan teman Anda. Kalau makan sendiri, bisa coba makan tanpa bicara, lihat hape atau aktifitas kedua lainnya. Apa pun aktifitasnya, Anda akan lebih happy dan efisien jika Anda lakukan semua itu satu per satu.

Biasakan diri menjalankan tugas atau aktifitas satu demi satu dengan perhatian penuh. Jalankan semuanya dengan tenang dan teliti. Anda bisa lebih efektif, efisien, dan puas dengan hari Anda.

Related Articles

Card image
Self
Yang Lalu Biarlah Berlalu

Seiring berjalannya waktu sesuatu atau sesorang yang kita kenal dulu mungkin saja sekarang sudah berubah. Apalagi jika hal tersebut memiliki dampak pada masa kini. Semuanya pasti tidak akan sama lagi dan sulit untuk kembali seperti semula.

By Nadin Amizah
15 February 2020
Card image
Self
Seni Memberi Harapan

Butuh perjalanan panjang dan kerja keras untuk akhirnya aku sadar bahwa ada yang salah dengan diriku. Butuh waktu yang panjang juga untuk aku sampai di titik ini. Naik turun kehidupanku terbilang cukup ekstrem. Jika ditanya dari mana sumber gangguan psikisku, rasanya terlalu banyak faktor pendukungnya hingga menjadi-jadi.

By Hana Madness
15 February 2020
Card image
Self
Bercakap Bersama: Asmara Abigail

Mendengarnya bercerita tentang lingkungan ia tumbuh besar, mengingatkan saya pada Wonder Woman. Selama hidupnya, ia belajar menjadi bijaksana dari perempuan-perempuan pemberani di lingkarannya – mereka yang tidak ragu untuk menjadi dirinya sendiri. Saya bercakap bersama Asmara Abigail tentang menjadi perempuan, seks sebagai pengalaman spiritual, dan kebebasan. 

By Marissa Anita
08 February 2020