Self Lifehacks

On Marissa's Mind: Konsumerisme

Marissa Anita

Jurnalis & Aktris

Konsumerisme, sebuah kata yang sangat familiar di telinga masyarakat. Di Jakarta sendiri, dapat kita jumpai banyak sekali papan iklan di kiri dan kanan jalan, mengisi ruang serta celah kota dengan satu tujuan; menuntun tangan yang kita miliki untuk masuk ke kantong, mengambil dompet, dan mengeluarkan uang untuk ditukar dengan barang yang kita inginkan.

Sebenarnya, apa itu konsumerisme?

Secara umum, terdapat dua definisi yang dapat menjelaskan makna kata tersebut.  Yang pertama, konsumerisme adalah gerakan atau kebijakan untuk melindungi konsumen dengan menata metode dan standar kerja produsen, penjual, dan pengiklan.

Definisi kedua, konsumerisme dijelaskan sebagai paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, dan sebagainya, yang kurang lebih mengindikasikan gaya hidup yang tidak hemat.

Memang tidak dapat dipungkiri, ketika kita memiliki barang baru, kita akan merasa senang saat memperolehnya. Tentu saja barang yang kini telah kita miliki bisa saja telah kita idamkan sejak lama, atau bahkan kita sudah melakukan banyak pengorbanan untuk memperolehnya. Namun,  apakah itu semua menjamin kebahagiaan yang kita peroleh?

Related Articles

Card image
Self
Menyalurkan Emosi Lewat Nada Dan Tulisan

Terinspirasi dari pengalaman pribadi di mana pernah ada turbulensi hidup, emosi yang aku keluarkan seringkali jadi negatif, meski maksud awalnya baik. Hingga aku kemudian sadar bahwa emosi yang ada di dalam diriku lebih baik disalurkan melalui hal yang lebih berfaedah seperti menulis atau bermusik.

By Kemala Putri
13 July 2019
Card image
Self
Berolahragalah Sebelum Belajar

Umumnya, saat kita ingin mempelajari hal-hal dan konsep baru dalam hidup – seperti bahasa asing atau cara memasak makanan vegetarian – jarang sekali kita diberikan nasihat untuk berolahraga sebelum belajar. Terdengar aneh?

By Greatmind
13 July 2019
Card image
Self
Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Bulan Sekalipun

Anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita sebagai manusia adalah kemampuan untuk belajar. Ini adalah kekuatan super yang harus kita manfaatkan. Belajar yang perlu kita yakini adalah bahwa belajar itu tidak ada batasnya.

By A. Fuadi
13 July 2019