Self Lifehacks

On Marissa's Mind: Bersyukur

Marissa Anita

@.

Jurnalis & Aktris

Mudah rasanya mengucap syukur ketika kita sedang bahagia atau merasa tenang. Namun ketika kita merasa sedih, seakan dunia sedang memusuhi kita, sulit rasanya rasa syukur terucap. Padahal ketika mental kita terpuruk, satu hal yang dapat membantu mengangkat semangat kita dalam hidup adalah rasa syukur itu sendiri.

Merasa bersyukur tidak selalu mudah karena memang hidup itu jauh dari sempurna. Setiap hari ada saja tantangan dalam hidup; rasa sakit, rasa kehilangan, dan jika tidak hati-hati kita bisa tenggelam terlalu lama dalam ketidakbahagiaan yang berujung pada depresi. Dan kawan, merasa depresi itu adalah salah satu rasa yang sangat tidak enak.

Rasa syukur adalah obat atas ketidakbahagiaan. Rasa syukur membantu kita menghargai apa yang kita punya dan mengalihkan perhatian dari apa yang kita tidak punya. Rasa syukur bisa menjauhkan kita dari depresi dan emosi toxic dan negatif lainnya. Sejumlah penelitian menunjukkan orang-orang yang mengucap syukur secara rutin lebih sehat secara psikis, punya tingkat kewaspadaan yang lebih, optimistis, dan happy. Mereka juga menjadi murah hati, punya welas asih terhadap diri sendiri dan sesama.

Tuh, banyak kan dampak positifnya?

***

Busana: Cottonink

Related Articles

Card image
Self
Hidup Untuk Mati, Mati Untuk Hidup

Hidup seperti permainan video. Kita berjalan menjelajahi alam yang terlihat tak bersahabat, asing, dan keji. Kita berusaha memenangkan pertarungan yang terasa tak adil. Musuh begitu kuat, hebat dan tak terkalahkan. Kemudian, kita akan mati.

By Galih Sakti
18 May 2019
Card image
Self
Puasa, Momentum Sehat Lahir Batin

Puasa yang sejatinya erat dengan menahan diri, kini maknanya cenderung bergeser. Hakikat puasa sebagai ibadah berpindah fokus ke kuliner sebagai alat pemenuhan emosi dan status sosial.

By Inge Tumiwa-Bachrens
18 May 2019
Card image
Self
Berlari Dari Kekosongan Jiwa

Kekosongan dalam hati manusia sering kali diisi dengan sesuatu yang dikira bisa mengisi kekosongan itu. Sering rasanya, lebih baik berlari dari kenyataan pahit, daripada menatap mata kekosongan untuk mengerti mengapa begitu gelap dan sendu. Hidup manusia seringkali tidak sehitam-putih apa yang kita pikirkan atau inginkan.

By Marissa Anita
18 May 2019