Self Lifehacks

Menjaga Privasi di Media Sosial

Berapa lama waktu yang biasanya kamu habiskan untuk mengakses media sosial dalam sehari?

Kini, sering kali kita memulai hari dengan mengakses informasi-informasi baru di media sosial. Terlepas dari seberapa penting informasi yang didapatkan, kegiatan ini sudah menjadi rutinitas yang lumrah bagi sebagian besar orang. Kita juga rasanya sulit menikmati waktu tenang dengan tidak mendengarkan atau menonton apapun. Maka, mengakses media sosial kerap menjadi jalan keluar yang ampuh bagi banyak orang.

Tanpa melupakan fakta bahwa ada banyak kesempatan yang juga bisa kita dapatkan melalui media sosial, bahkan ada banyak orang yang hidupnya kemudian berubah lebih baik karena inovasi yang satu ini. Ada sebuah fenomena yang juga sering dibahas terkait dengan penggunaan media sosial yaitu oversharing.

Oversharing sendiri dapat didefinisikan sebagai pengungkapan informasi secara berlebihan, terutama informasi yang seharusnya dijaga atau bersifat rahasia. Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa seseorang kemudian overshare di media sosial. Bisa karena keinginan untuk terlihat dan mendapat pengakuan dari orang lain, pernah mengalami trauma atau ketidaknyamanan dalam memberikan pendapat atau menunjukkan cara pandangnya, bisa juga sebagai bentuk pertahanan diri dan ingin menunjukkan sisi baik yang dimiliki ke khalayak.

Oversharing sendiri dapat didefinisikan sebagai pengungkapan informasi secara berlebihan, terutama informasi yang seharusnya dijaga atau bersifat rahasia.

Batasan antara mengekspresikan diri di media sosial dan oversharing sebenarnya memang terkadang sulit untuk dipastikan. Satu hal yang bisa kita coba lihat kembali untuk menentukan apakah kita sudah cenderung overshare atau tidak adalah dengan melihat intensi mengapa kita membagikan sesuatu. Jika kita berangkat dengan ekspektasi mendapatkan pujian atau pengakuan, mungkin sebenarnya hal tersebut tidak perlu kita bagikan di internet.

Satu hal yang bisa kita coba lihat kembali untuk menentukan apakah kita sudah cenderung overshare atau tidak adalah dengan melihat intensi mengapa kita membagikan sesuatu. Jika kita berangkat dengan ekspektasi mendapatkan pujian atau pengakuan, mungkin sebenarnya hal tersebut tidak perlu kita bagikan di internet.

Sebelum membagikan sesuatu di media sosial coba lakukan beberapa hal ini untuk menghindari melakukan overshare:

Ambil Jeda Sebelum Mengunggah Sesuatu

Terkadang, saat emosi kita tidak stabil kita cenderung ingin membagikan banyak hal. Entah itu opini, pencapaian, ataupun kemalangan yang kita alami. Bukan berarti kita sama sekali tidak boleh berbagi melalui media sosial, tapi ada baiknya untuk coba memberikan jeda sebelum benar-benar membagikan sesuatu ke khalayak umum. Memberikan waktu untuk berpikir biasanya membuat kita lebih tenang dan menghindari melakukan sesuatu tanpa kesadaran penuh.

Coba Temukan Alasan Kenapa Kamu Oversharing

Umumnya kebiasaan untuk membagikan hal-hal yang bersifat privasi cenderung berulang. Coba temukan pola kenapa kamu oversharing. Kamu bisa mengajukan pertanyaan yang bisa kamu jawab sendiri untuk menemukan trigger tersebut, seperti pada momen apa biasanya kamu cenderung oversharing? Atau saat bertemu seseorang? Emosi seperti apa yang biasanya kamu rasakan pada saat itu? Dengan memahami alasan kenapa kamu melakukan oversharing, pada situasi yang serupa kita bisa menavigasi respon yang dilakukan dengan lebih baik.

Cari Medium Lain Untuk Berbagi

Selain media sosial, ada banyak cara lain untuk meluapkan emosi. Kamu bisa mencoba kembali berbincang dengan teman-teman secara tatap muka. Biasanya, pertemuan secara fisik juga membuat kita tidak hanya terpaku pada satu hal yang selama ini kita pikirkan. Bisa juga dengan menuliskan hal-hal yang ingin kita bagikan di buku. Terkadang ada banyak hal yang memang butuh diceritakan, kita hanya perlu menemukan medium yang tepat untuk bercerita.

Pada dasarnya media sosial hadir untuk mempermudah kita berjejaring dengan banyak orang. Juga memberikan kita ruang untuk berekspresi dan menunjukkan diri kita yang otentik. Selama bisa digunakan dengan bijak, media sosial masih bisa memberikan hal-hal baik dalam hidup kita.

Selama bisa digunakan dengan bijak, media sosial masih bisa memberikan hal-hal baik dalam hidup kita.

Related Articles

Card image
Self
Peran Mentorship Untuk Pendidikan Yang Lebih Baik

Jika melihat kembali pengalaman pembelajaran yang sudah aku lalui, perbedaan yang aku rasakan saat menempuh pendidikan di luar negeri adalah sistem pembelajaran yang lebih dua arah saat di dalam kelas. Ada banyak kesempatan untuk berdiskusi dan membahas tentang contoh kasus mengenai topik yang sedang dipelajari.

By Fathia Fairuza
20 April 2024
Card image
Self
Alam, Seni, dan Kejernihan Pikiran

Menghabiskan waktu di ruang terbuka bisa menjadi salah satu cara yang bisa dipilih. Beberapa studi menemukan bahwa menghabiskan waktu di alam dan ruang terbuka hijau ternyata dapat membantu memelihara kesehatan mental kita. Termasuk membuat kita lebih tenang dan bahagia, dua hal ini tentu menjadi aspek penting saat ingin mencoba berpikir dengan lebih jernih.

By Greatmind x Art Jakarta Gardens
13 April 2024
Card image
Self
Belajar Menanti Cinta dan Keberkahan Hidup

Aku adalah salah satu orang yang dulu memiliki impian untuk menikah muda, tanpa alasan jelas sebetulnya. Pokoknya tujuannya menikah, namun ternyata aku perlu melalui momen penantian terlebih dahulu. Cinta biasanya dikaitkan dengan hal-hal indah, sedangkan momen menanti identik dengan hal-hal yang membosankan, bahkan menguji kesabaran.

By Siti Makkiah
06 April 2024