Self Planet & People

Mendefinisikan Kembali Mental Tempe

Dr. Driando Ahnan-Winarno

@driando

Peneliti & Co-founder Tempe Movement

Kontes awal pengertian frasa “mental tempe” berasal dari pidato Presiden Soekarno. Datang dari pemahaman bahwa secara tekstur jika dibandingkan dengan daging sapi, tempe lebih lunak tapi itu adalah paradigma lama yang hanya melihat dari tekstur luarnya saja. Sekarang secara ilmiah dapat dibuktikan bahwa tempe memiliki kandungan gizi yang luar biasa serta ramah lingkungan dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Melihat manfaat kesehatan yang dapat diberikan tempe, seharusnya istilah “mental tempe” ini bisa berevolusi menjadi sesuatu yang positif. 

Sekarang secara ilmiah dapat dibuktikan bahwa tempe memiliki kandungan gizi yang luar biasa serta ramah lingkungan dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Melihat manfaat kesehatan yang dapat diberikan tempe, seharusnya istilah “mental tempe” ini bisa berevolusi menjadi sesuatu yang positif. 

Bagi saya, istilah mental tempe bisa jadi kunci kebangkitan bangsa Indonesia yang selama ini sudah bertahan dan percaya akan kualitas diri kita sampai suatu saat benar-benar bisa kita tunjukkan. Bayangkan, bagaimana rasanya dianggap remeh oleh banyak orang meskipun sebenarnya kita tahu bahwa kita memiliki kualitas dibalik kesederhanaan yang terlihat, ini adalah analogi yang tepat untuk melihat bagaimana tempe dipandang selama ini. Sudah ada bukti tertua bahwa tempe didokumentasikan pertama kali dari Indonesia di tahun 1600-an di tulis oleh pangeran Pakubuwono ke-5 dari Surakarta, ini sudah diterjemahkan di museum di belanda di University of Leiden dan ini mengonfirmasi bahwa Tempe sudah tercatat di Klaten, Jawa Tengah, Indonesia dalam bentuk sambal tumpang sebagai hidangan kerajaan.

Bayangkan, bagaimana rasanya dianggap remeh oleh banyak orang meskipun sebenarnya kita tahu bahwa kita memiliki kualitas dibalik kesederhanaan yang terlihat, ini adalah analogi yang tepat untuk melihat bagaimana tempe dipandang selama ini.

Berdasarkan jurnal penelitian yang dihimpun selama 50 tahun terakhir, terdapat 3 poin keunggulan tempe yaitu dari segi nutrisi, keramahan terhadap lingkungan, dan keramahan terhadap dompet kita. Berdasarkan kandungan nutrisi, dibandingkan daging sapi jumlah protein dan energi tempe tidak kalah jauh, bahkan lebih rendah lemak jenuh dan garam. Tempe juga tinggi serat dan kalsium. Dari segi keramahan terhadap lingkungan, tempe 4 kali lebih hemat energi untuk produksi dan 20 kali lipat lebih hemat emisi gas rumah kaca dengan harga yang 8 kali lebih murah. 

Asumsi yang paling sering saya dengar adalah tempe ini bergantung pada kedelai impor. Padahal sebenarnya tempe itu bukan kata benda aja tapi tempe itu proses, jadi bahannya bisa kita ganti tidak hanya kedelai tapi juga kacang-kacang lokal, memberdayakan segala sumber daya lokal. Rumor bahwa tempe dari kedelai dan kedelai itu ada hormon tapi saya bisa konfirmasi bahwa itu tidak benar, di manusia ada estrogen sedangkan di kedelai ada fitoestrogen namanya mirip tapi karena struktur kimianya mirip tapi di badan kinerjanya berbeda.

Sekarang kita mencoba mendefinisikan ulang mental tempe dalam berbagai macam ekspresi. Bahwa mental tempe itu mental superfood jadi konotasinya positif, intinya membuat tempe tidak lagi hanya dipandang sebatas makanan yang sederhana.  Membuat tempe keren dan bukan sesuatu yang kuno dan rendahan tapi relevan salah satunya melalui lagu Tempe (I’ll Show You). Sebenernya lagu tempe ini muncul dari kampanye kita tentang tempe pada bulan Juni lalu, waktu kita merayakan bulan tempe sedunia itu dihadiri 22 negara. Jangan sampai negara lain jadi lebih sayang sama tempe.  

Menurut saya masing-masing dari kita punya kontribusi sosial dalam masyarakat untuk membentuk masa depan Indonesia dan dunia, kesannya besar sekali tapi nyata karena era yang kita hidupi sekarang adalah hasil dari generasi sebelum kita. Saya melihat ada perbedaan lintas generasi kalau generasi yang lama ketika mendengar pidato Presiden Soekarno dulu mungkin cenderung sulit membongkar sisi konotasi negatif itu tapi generasi muda lebih bangga pada Indonesia.

Generasi muda sudah lebih memahami topik ramah lingkungan, kesehatan, inklusivitas, dan aksesibilitas makanan untuk lebih banyak orang. Ini adalah definisi mental tempe sesungguhnya dan kita harus angkat karena kalau generasi berikutnya masih memandang remeh tempe akan sangat disayangkan. Tempe adalah kemewahan yang dimiliki Indonesia untuk mendapatkan asupan nutrisi yang luar biasa dengan biaya yang lebih rendah. Jangan sampai anak cucu kita masih melihat tempe rendahan. Kita butuh filosofi yang mempersatukan kita, mulai dari merefleksikan masa lalu yang sudah dianggap rendah sampai menatap ke masa

Related Articles

Card image
Self
Perbedaan dalam Kecantikan

Perempuan dan kecantikan adalah dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan. Cantik kini bisa ditafsirkan dengan beragam cara, setiap orang bebas memiliki makna cantik yang berbeda-beda sesuai dengan hatinya. Berbeda justru jadi kekuatan terbesar kecantikan khas Indonesia yang seharusnya kita rayakan bersama.

By Greatmind x BeautyFest Asia 2024
01 June 2024
Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024