Self Lifehacks

Memaafkan Diri Sendiri

Greatmind

@greatmind.id

Redaksi

Ilustrasi Oleh: Mutualist Creative

Meskipun sering terasa tak mudah, kita perlu terus menerus memaafkan diri sendiri agar tak ada residu penyesalan yang tersimpan. 

Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan. Baik kesalahan tunggal yang dilakukan hanya oleh kita, maupun kesalahan yang melibatkan orang lain. Sayangnya, kita biasanya lebih mudah memaafkan orang lain ketimbang memaafkan diri sendiri. Padahal memaafkan diri sendirinya sejatinya merupakan hal yang lebih penting dan lebih dahulu perlu dilakukan sebelum memaafkan orang lain.

Penulis laris yang juga life coach Angel Chernoff dalam www.marcandangel.com, situs life hack yang ia gagas bersama pasangannya, Marc Chernoff, pernah menulis sebuah artikel menarik tentang pentingnya memberikan afirmasi positif pada diri sendiri setelah melakukan kesalahan. Meski beberapa orang menganggap afirmasi positif itu hanya akan jadi pembenaran yang membuat jiwa seseorang menjadi manja dan kurang tahan banting, hal tersebut tetap saja diperlukan, agar penyesalan tak bercokol abadi menguasai pikiran bawah sadar kita. Sebab rasa bersalah yang tak tersembuhkan dan terus menerus menghantui akan menjadi preseden buruk bagi perkembangan jiwa kita.    

Berikut, selusin afirmasi yang bisa jadi pengingat kita untuk tak patah semangat dan terus memiliki motivasi positif setelah melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan yang mungkin bisa membantu kita untuk bangkit dari keterpurukan dan rasa bersalah.

  1. Semua OK. Kau akan baik-baik saja. Kita memiliki seluruh waktu yang dibutuhkan untuk kembali sembuh. Melanjutkan hidup setelah mengalami kegagalan tentu tak bisa dicapai dalam semalam. Move on memang tak semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan langkah-langkah kecil yang terus menerus dilakukan untuk bisa mengatasi dan mengobati semua perasaan kecewa dan penyesalan yang tentu tak bisa hilang dalam sehari. Jangan biarkan sebuah pengalaman buruk membuat kita merasa seluruh hidup kita seburuk itu. Jangan karena rasa sakit yang kita alami hari ini membuat kita mengira esok akan ada rasa sakit yang sama. Selalu sediakan kemungkinan terbaik yang bisa kita alami di masa depan. Yakini bahwa hal-hal terbaik acapkali terjadi saat kita tak lagi mengharapkannya.
  2. Tak ada kesuksesan tanpa kegagalan. Ada jargon yang mengatakan, orang yang tak pernah melakukan kesalahan, adalah mereka yang tak pernah melakukan apa-apa. Maka, tak usah berkecil hati dan menyalahkan diri sendiri sepanjang sisa usia manakala kesalahan tak terhindari kita lakukan. Lebih baik menyesal karena melakukan kesalahan, ketimbang menyesal karena tak melakukan apa-apa, bukan? Namun, bukan berarti juga benar-benar tak menyesal. Penyesalan tentu perlu dan kesalahan harus dipetik sebagai pelajaran. Hanya saja, penyesalan yang kita rasakan, sebisa mungkin kita olah menjadi bahan bakar untuk melakukan hal yang lebih baik dan jadikan acuan penting agar tak melakukan kesalahan yang sama. 
  3. Pikiran positif akan mengundang hasil positif pula. Tersakiti atau mengalami sesuatu yang tidak kita harapkan kerap tak terhindari. Tapi menderita karena hal tersebut atau tidak adalah pilihan yang keputusannya benar-benar berada di tangan kita. Winston Churchill pernah berkata bahwa, “Sukses itu bergerak dari satu kesalahan ke kesalahan lain, tanpa pernah kehilangan antusiasme.” Kita harus selalu memiliki keyakinan bahwa kita mampu, sebelum kita melakukan sesuatu. Pikiran negatif akan menghasilkan sesuatu yang negatif dan sebaliknya, pikiran positif akan selalu membawa hasil positif. Percayalah pada waktu dan proses yang tak pernah mengingakari hasil.
  4. Kita bukanlah kesalahan yang kita lakukan. Tak seperti mesin atau peralatan elektronik, hidup yang kita jalani memang tak dilengkapi petunjuk manual. Maka, terima saja manakala kesalahan terjadi. Karena manusia tak bisa didefinisikan oleh kesalahan yang dibuatnya, bukan pula oleh kesulitan yang dilaluinya. Setiap manusia berada di sini saat ini dengan segala daya untuk membentuk hari ini dan esok yang akan dilaluinya. Tak penting seberapa berantakan dan busuk masa lalu seseorang, masa depan baginya selalu jernih, segar, dan jembar. Semuanya tergantung kita yang menjalaninya.  
  5. Pelajaran terbaik hidup dipelajari di waktu tak terduga. Bagi sebagian orang, hidup itu seperti sebuah ruang kelas di mana ujian selalu datang sebelum guru datang memberi pelajaran. Banyak pelajaran terbaik dalam hidup yang tak pernah kita cari. Tapi hampir selalu, pelajaran terbaik itu kita temui dan pelajari dalam keadaan dan kesalahan terburuk. Ya, itu sebabnya, kita bisa saja gagal sesekali. Tapi yakinlah bahwa hal itu bukan sesuatu yang harus disesali sepanjang usia. Semakin cepat kita menerima keadaan, akan semakin cepat pula kita menjadi cemerlang.
  6. Kesalahan dan kejatuhan, tak selalu seburuk yang kita duga. Hal tersebut seringkali malah bisa membuat kita tumbuh lebih kuat. Sebongkah awan hitam saja tak lantas membuat seluruh langit di atas kepala kita jadi gelap. Sebab nyatanya, matahari selalu ada di balik awan tersebut, seperti kebahagiaan dan kebaikan yang selalu ada di balik semua kegagalan dan kesedihan. Kadangkala, kita hanya perlu melupakan rasa sakit dan tak nyaman itu, mengingat selalu apa yang selayaknya kita peroleh dan terus berjalan penuh keyakinan untuk mencapainya.
  7. Tak mendapat apa yang kita inginkan bisa jadi adalah berkah. Pernah mendengar, orang yang terlambat sampai di bandara dan tertinggal penerbangan lalu selamat dari kecelakaan yang dialami pesawat yang seharusnya ditumpanginya? Dalam hidup, terutama soal kesempatan dan waktu, selalu saja ada bagian yang tertutupi misteri. Rencana yang sudah dibuat dengan matang, niat, dan tekad kuat untuk melaksanakannya dengan baik, bisa saja kemudian berjalan tak sesuai keinginan, tanpa bisa kita cegah. Terasa buruk saat kita alami, namun nyatanya, tak mendapat apa yang kita inginkan kadangkala merupakan jalan kita menuju keberuntungan lain karena kegagalan mendorong kita untuk mengevaluasi banyak hal. Jadi ingatlah, bila sesuatu dalam hidup kita seperti tengah runtuh, bertahan dan berpikirlah, jangan ikut runtuh bersamanya.  
  8. Setiap orang adalah pencipta kebahagiaannya. Setiap saat, kita selalu punya dua pilihan: meyesali kegagalan dan bertahan menggenggam masa lalu, atau melanjutkan perjalanan dan menciptakan kebahagiaan-kebahagiaan baru. Senyum adalah pilihan, bukan keajaiban. Maka kesalahan terbesar yang sangat mungkin kita lakukan adalah menunggu seseorang atau sesuatu datang dan membuat kita bahagia. Padahal, kebahagiaan paling hakiki sejatinya muncul dari dalam diri. Kedamaian akan bermula saat kita memilih tak membiarkan orang lain atau sebuah kejadian mengontrol emosi kita.

Related Articles

Card image
Self
Memaknai Perempuan Berdaya

Banyak pembahasan mengenai cara menyeimbangkan peran sebagai ibu yang juga pekerja, tapi kita terkadang lupa bahwa kita juga adalah individu yang punya identitas sendiri. Saya bukan hanya ibu dari si A, istri dari si B, atau karyawan kantor C. Saya juga adalah seorang individu yang memiliki minat dan keinginan tersendiri. Terkadang saya tetap butuh meluangkan waktu untuk diri sendiri, mungkin dengan olahraga, baking, menonton drama Korea, atau hobi-hobi lainnya.

By Ellyana Mayasari
27 November 2021
Card image
Self
Bahasa Cinta dari Ayah

Sosok bapak di mataku adalah pemegang hierarki tertinggi di keluarga. Bapak biasanya akan tetap hadir untuk keluarga di akhir pekan atau saat libur panjang. Setiap akhir pekan, ia sering mengajak kita sekeluarga untuk pergi bersama ke Six Flag atau pergi ke tempat rekreasi lainnya. Bapak punya caranya sendiri dalam menyampaikan rasa kasih sayang ke anak-anaknya.

By Adrian Khalif
27 November 2021
Card image
Self
Merancang Hari Baru

Pada titik tertentu dalam hidup mungkin kita merasa sering bingung akan pilihan kita sendiri. Berpikir kenapa, ya, kok kita bisa memiliki perspektif yang mungkin berbeda. Tidak bisa memahami diri sendiri. Sebenarnya ini bisa saja berarti kita belum benar-benar bangun dalam versi organik diri kita. Buatku penting untuk bisa mengenali diri sendiri. Kita orang yang seperti apa, butuhnya apa, inti utama dari diri kita itu apa, hal ini terasa natural tapi juga tidak senatural itu.

By Lala Bohang
20 November 2021