Self Work & Money

Kreativitas di Normal Yang Baru

Manusia tidak bisa memprediksi apa yang akan membuatnya bahagia. Manusia juga tidak bisa menjelaskan alasan di balik perasaan bahagia yang mereka alami. Kalau kamu pernah membaca buku Stumbling On Happiness, sang penulis, Daniel Gilbert, memaparkan sejumlah studi sains dan psikologi yang membuktikan hal ini. Satu yang menjelaskan fenomena tersebut adalah, pemikiran kita yang cenderung terbatas karena manusia hanya tahu apa yang memang mereka ketahui saja. Imajinasi serta gol kita terbatas di suatu waktu dan kondisi tertentu. Ingat saat kita kecil? Diperbolehan main hujan-hujanan di luar saja kita sudah bahagia. Namun begitu kita besar, sepertinya kita agak kurang bahagia bila tiba-tiba kehujanan di jalan. Kita baru akan kembali bahagia bila tanpa diduga, seorang yang kita kenal menawarkan tumpangan mobil supaya kita tidak kebasahan di jalan. Tapi, apa kita bisa memperkirakan bila akan ada teman kita yang menawarkan bantuan ini sebelumnya?

Begitu pun yang terjadi saat kini kita menghadapi situasi new normal atau ‘normal yang baru’ sebagai respon atas wabah pandemi Covid-19 yang terjadi. Saat awal-awal aturan karantina untuk berdiam diri di rumah diberlakukan, secara umum, kita semua yang sudah terbiasa untuk melakukan aktivitas di sejumlah tempat serta bepergian di luar ruangan, pasti membayangkan bila kita dilanda kebosanan, rasa tidak betah, dan perasaan tidak bahagia lainnya. Sejumlah hal serta merta kita siapkan sebagai amunisi untuk membunuh rasa bosan tersebut. Entah tiba-tiba berlangganan ke suatu platform hiburan digital, membeli video game baru, atau mendaftarkan diri mengikuti sejumlah sesi webinar. Semuanya kita lakukan agar kita merasa terhibur dan tidak bosan selama di rumah saja.

Manusia memang secara natura akan selalu melakukan adaptasi. Terlebih, di situasi yang memaksa mereka untuk bertahan hidup.

Akan tetapi, setelah kita sudah melewatkan waktu berhari-hari di rumah, apa yang kita rasakan? Lambat laun, kita mulai menemukan ritme harian dan mulai terbiasa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan porsi waktu yang lebih banyak dilakukan di rumah. Kita mulai menemukan titik nyaman dan rasa positif dari pola hidup baru yang dijalani. Manusia memang secara natura akan selalu melakukan adaptasi. Terlebih, di situasi yang memaksa mereka untuk bertahan hidup.  Di ‘ruang’ yang terbatas, justru kita biasanya akan lebih kreatif dalam mengerjakan sesuatu.

Di ‘ruang’ yang terbatas, justru kita biasanya akan lebih kreatif dalam mengerjakan sesuatu.

Sejumlah data menyatakan, dalam situasi pandemi ini, tren penggunaan digital menjadi semakin meningkat. Kegiatan atau hal yang semula banyak dilakukan secara tatap muka langsung, mulai diminimalisir dengan mengalihkannya ke ranah digital. Sebut saja sejumlah acara festival yang semula digelar secara besar-besaran di ruang terbuka, kini banyak beralih menjadi live streaming. Pemesanan makanan di restoran kini menitik beratkan pada delivery. Segala meeting, kegiatan belajar mengajar, acara reuni, bahkan pernikahan, kini pun sudah tidak asing lagi dilaksanakan secara virtual. 

Mengutip ungkapan ‘every cloud has its silver lining’, di mana akan ada selalu hal baik dalam situasi yang buruk, di tengah keterbatasan,  sejumlah brand malah muncul dengan ide bisnis dan konsep baru yang lebih segar dari sebelumnya. Tagar #dirumahaja yang belakangan banyak beredar, pun turut menunjukkan bila berdiam di rumah tidak serta merta membuat mati gaya. Justru bonus ‘lebihan waktu’ yang tersedia sebagai pengganti alokasi waktu yang biasanya terpakai untuk commuting, dapat digunakan untuk mengasah keterampilan baru sehingga kita bisa tetap produktif dengan aktif. Sekarang malah saat yang tepat bila kita ingin mempelajari sesuatu secara lebih dalam atau mengembangkan keterampilan yang kita miliki menjadi hal yang menguntungkan.

New normal menuntut kita untuk memiliki keterampilan yang membuat kita kreatif memanfaatkan peluang.

New normal menuntut kita untuk memiliki keterampilan yang membuat kita kreatif memanfaatkan peluang. Bila dulu sesi photoshoot mengharuskan kita untuk bertemu langsung dengan fotografer, kini, dengan didukung perangkat yang mumpuni, virtual photography menjadi hal yang marak dilakukan. Begitu juga dengan mereka yang bekerja di industri lainnya seperti olahraga. Virtual class untuk sesi kebugaran kini menjadi hal yang wajar dijumpai. Beragam peluang pun menjadi tersedia untuk dieskplorasi lebih jauh dan matang. Terlebih, adanya shifting di sejumlah industri membuat sejumlah orang memperoleh penghasilan tidak sebanyak biasanya. Oleh karenanya, mereka pun harus mencari cara lain untuk memperoleh pendapatan sampingan. 

Adaya perkembangan digital memang membantu kita dalam mendapatkan informasi dan mengembangkan usaha yang dimilki saat di rumah saja. Namun, tentunya ini juga perlu didukung dengan peralatan dan perlengkapan yang menunjang agar hasil yang didapat  lebih memuaskan.

Adaya perkembangan digital memang membantu kita dalam mendapatkan informasi dan mengembangkan usaha yang dimilki saat di rumah saja. Namun, tentunya ini juga perlu didukung dengan peralatan dan perlengkapan yang menunjang agar hasil yang didapat  lebih memuaskan. Misalnya kita ingin mencoba menjadi fotografer untuk virtual photoshoot, maka kita perlu memiliki alat fotografi yang bagus pula supaya performa kita bisa lebih maksimal. Mungkin awalnya, bisa saja kita berpikir mengenai alokasi budget yang perlu kita keluarkan untuk perlengkapan ini. Untuk menjawab hal ini, PermataBank pun memberi kemudahan bagi kita untuk mewujudkan dan menjalani mimpi yang selama ini tertunda. Semua perlengkapan yang kita perlukan, mudah didapatkan dengan cepat melalui PermataKTA yang ada di PermataMobile X. Pengajuan PermataKTA dilakukan secara 100% online, hal ini tentunya sangat dapat membantu dikondisi normal yang baru saat ini, dengan kemudahan check status di aplikasi PermataMobile X, kita dapat secara berkala melihat status pengajuan kita. Bunga yang diajukan rendah dan kompetitif mulai dari 0,88% dengan dana pinjaman mulai dari 5 juta sampai dengan 300 juta. PermataKTA sudah dilengkapi dengan Asuransi KTA Proteksi, jadi kita tetap dapat terjamin dengan segala resiko yang mungkin muncul dikemudian hari. Jadi sudah tidak ada alasan lagi untuk menunda impian kamu, #TunaikanMimpi sekarang dengan PermataKTA!

Related Articles

Card image
Self
Weak Ties: Time Travel

Mungkin ada yang bilang, untuk apa berandai-andai soal ke depan? Kan kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Buat saya, mantranya seperti ini: langkah awal dalam memecahkan masalah adalah melihat masalah itu sebagai hal yang bisa dipecahkan. Saat ini kita hidup dalam masa di mana mudah sekali merasa helpless, seolah kita tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi, bermainlah dengan masa depan, karena sekarang waktunya.

By Kartika Anindya
27 February 2021
Card image
Self
Nyaman Dengan Diri Sendiri

Kita sebagai manusia pasti punya mimpi atau hasrat yang ingin dicapai. Namun terkadang ketika mimpi itu ternyata belum bisa diraih, ada kekecewaan yang mendorong kita untuk tidak menerima diri sendiri. Ini sebenarnya bisa jadi karena kita kurang mengenal diri sendiri. Kita belum bisa memahami siapa diri kita sebenarnya sehingga sulit menerima diri sendiri.

By Feby Jabrik
27 February 2021
Card image
Self
Musik Menyelamatkan Hidup

Musik adalah bagian dari hidup kita sehari-hari. Tanpanya, hidup ini mungkin akan terasa biasa-biasa saja. Namun lebih dari itu, musik sebenarnya punya peran penting dalam membantu kita melewati masa-masa sulit. Ia bisa menjadi penyemangat ketika kita sedang merasa sedih, menghibur perasaan-perasaan negatif yang muncul dalam diri.

By Adryanto Pratono
27 February 2021