Self Work & Money

How To: Menyampaikan Pikiran

Greatmind

@greatmind.id

Redaksi

Ilustrasi Oleh: Mutualist Creative

Berbicara boleh jadi merupakan kegiatan yang selalu kita lakukan. Hanya saja, tak semua orang memiliki kemampuan untuk menyampaikan pikirannya.

Bagi orang-orang bersifat ekstrovert, berbicara dan menyampaikan pendapat barangkali hal yang sangat mudah dilakukan. Padahal, menyampaikan pikiran, merupakan sebuah keahlian yang amat dibutuhkan dalam banyak hal, seperti dalam pekerjaan dan juga hubungan. Lima kiat berikut ini bisa membantu kita yang memiliki kesulitan menyampaikan pikiran-pikiran, terlebih keinginan atau sesuatu yang kita yakini.  

Sampaikan Secara Spesifik

Bagi orang yang tak terbiasa bicara dan menyampaikan pendapat –terlebih di keramaian- urusan ini bisa jadi “cobaan berat”. Apalagi bila diminta untuk menyampaikan pendapat untuk sesuatu hal besar yang membutuhkan pemaparan panjang. Tak perlu berapi-api bicara tentang hal-hal yang menarik perhatian atau merepet panjang tentang hal-hal menyebalkan yang dilakukan seorang teman. Pembicaraan bisa dilatih dengan membiasakan diri membicarakan hal-hal ringan Agar bicara jadi lebih mudah, pecahlah pokok-pokok pikiran dalam bagian-bagian kecil dan sampaikan satu saja dulu pecahan kecil itu sebagai awal. Tak perlu memaksa untuk jadi orator ulung dalam sekejap. Anda bisa memulai dari pembicaraan mengenai hal-hal kecil seperti memutuskan film yang ingin ditonton, atau di restoran apa Anda ingin makan malam. Sampaikan apa yang Anda inginkan dan berpartisipasi dalam pembicaraan, sesedikit apa pun yang disampaikan, akan melatih kita terbiasa dan akan sangat membantu ketika ada dalam suasa kritis ketika ingin pikiran dan pendapat kita didengar.

Berpikir Sebelum Berucap

Dunia memang selalu seimbang diciptakan. Bila ada orang-orang yang sulit sekali berpendapat, dan bahkan tak pernah bisa menyatakan pikirannya, ada pula sekelompok orang lainnya yang bisa dengan ringan mengatakan apa saja, bahkan yang tak berguna sekalipun. Bila kita termasuk dalam kelompok yang pertama, ada baiknya kita tak berubah menjadi seperti kelompok yang kedua manakala mulai terlatih berbicara. Tak perlu nyinyir, agresif dan tak sopan pula bila menyatakan pendapat. Cercaan dan kalimat-kalimat kasar sama sekali tak perlu dan tak akan membantu menyelesaikan masalah. Sebaliknya, coba pikirkan kalimat apa yang ingin kita pilih, sebelum mengatakannya. Berpikir sebelum bicara, akan membantu kita merawat hubungan dan menjaga orang tetap respek pada kita. Dengan memilih kata yang akan kita ucapkan, sejatinya kita tengah bersikap asertif.

Santai Saja

Bicara dengan nada keras karena merasa bersemangat, mungkin akan seru dan disambut gegap gempita oleh teman yang sudah biasa berbicara dengan Anda. Pada orang atau kelompok baru, bicaralah dalam intonasi yang wajar. Sebab meninggikan suara, tak peduli hal itu kita lakukan karena terlalu bersemangat, akan membuat orang malas menanggapi. Bicara santai dan jelas dengan nada yang tenang saja. Hal ini justru akan lebih membantu memudahkan kita mengemukakan pendapat ketimbang saat kita tersengat semangat dan bicara berapi-api.

Ikut Kelompok

Ada berapa banyak grup Whatsapp yang kita ikuti? Pilih satu atau dua yang paling nyaman, dan jadikan grup itu tempat kita berlatih bicara dan mengemukakan pendapat. Tak perlu cari musuh jika ada anggota grup yang berseberangan pendapat. Tapi jangan takut juga mengemukakan pendapat atau keinginan apabila sedang ada topik hangat yang dibicarakan atau rencana minum teh bersama. Akan lebih baik lagi jika kita juga bergabung dengan satu atau dua kelompok diskusi di dunia nyata, karena bagaima pun, bertemu dan berbincang langsung akan lebih baik hasilnya ketimbang berbincang secara virtual.

Kalau Susah Bicara, Tulis Saja.

Kalau keempat cara sebelumnya tak juga membantu kita mengatasi kesulitan menyampaikan pendapat, ada cara lain yang bisa dicoba: melalui tulisan. Dengan tulisan, kita bisa menyampaikan pokok-pokok pikiran secara langsung, lugas dan jelas, tanpa perlu berbasa-basi yang mungkin saja malas kita lakukan. Kadangkala, tulisan bisa lebih ampuh menjadi “lidah” bagi pikiran-pikiran kita, bukan?

 

Related Articles

Card image
Self
On Marissa's Mind: Stoikisme, Filosofi Anti Cemas (Bagian 2)

Stoikisme adalah kerangka berpikir dalam hidup yang sangat berguna terutama ketika menghadapi situasi yang sangat menantang atau stress, kecemasan atau amarah. Stoikisme membantu kita tetap tenang sehingga mampu berpikir jernih, mengambil keputusan terbaik dan menghindari stress. 

By Marissa Anita
08 May 2021
Card image
Self
Passion Untuk Merasa Lebih Hidup

Bayangkan jika hidup ini dilalui begitu saja tanpa tahu apa motivasi menjalaninya. Hidup bisa terasa hambar jika kita tak tahu apa yang benar-benar disukai atau diinginkan, tanpa ada hal-hal yang mendorong untuk terus semangat dan maju. Kita butuh passion untuk merasa hidup. Untuk memiliki tujuan dalam menjalani keseharian sehingga kita bisa merasa terdorong untuk sampai di sana.

By Radhini
08 May 2021
Card image
Self
Memilih Dengan Tujuan

Buatku, memiliki passion amatlah penting. Passion bisa mengarahkan tujuan hidup kita. Aku sendiri bisa dibilang mengejar tujuanku dengan passion. Aku berupaya mencapai tujuan hidup dengan apa yang disenangi. Rasanya kalau tidak ada passion, aku tidak tahu akan ke mana arah hidup ini karena ia adalah salah satu hal yang memberikan kesenangan dalam melakukan sesuatu.

By Ankatama
08 May 2021