Self Work & Money

Hati-Hati Terjepit Kredit

Greatmind

@greatmind.id

Redaksi

Ilustrasi Oleh: Mutualist Creative

Akhir tahun begini, berbagai iklan dan tawaran cicilan murah yang menggiurkan, berseliweran di berbagai laman. Hati-hati, jangan sampai tagihannya membuat keuangan Anda “kebakaran”.  

Kemudahan belanja online memang melenakan. Terlebih akhir tahun begini, ketika liburan mendekat dan perhatian kita mulai terpecah antara pekerjaan dan keriangan persiapan liburan bersama keluarga. Banjir tawaran kredit online yang kita temui sejak mulai membuka mata di pagi hari hingga sesaat sebelum kita beranjak tidur lagi, datang ke hadapan kita dengan berbagai janji keistimewaannya sering terasa sangat menggiurkan.

Dengan cicilan berjumlah kecil, kita biasanya merasa enteng saja membeli ini itu, yang kadangkala tak benar-benar kita butuhkan. Terlebih bila Anda memiliki cukup banyak kartu kredit yang bisa digunakan untuk mencicil.  Kita jadi sering abai pada kemampuan kita membayar semua cicilan tersebut karena sepertinya tagihannya kecil-kecil saja. Padahal bila diakumulasi, bukan tak mungkin taguhan yang kecil-kecil itu melampaui jumlah pemasukan bulanan, sementara kita pun masih memiliki kebutuhan lain yang harus dipenuhi.

Bijak menimbang antara kebutuhan dan keinginan merupakan keahlian yang harus dimiliki siapa saja kalau ingin selamat dari berbagai tawaran kredit online itu. Sayangnya, di depan godaan berbagai tawaran itu, kita seringnya kehilangan kebijaksanaan untuk memindai hasrat membeli itu muncul dari kebutuhan atau keinginan. Seringkali, keinginan untuk membeli membuat kita mengira keinginan memiliki benda yang ditawarkan sebagai kebutuhan yang harus kita penuhi. Misalnya, ketika muncul tawaran diskon atau cicilan 0% untuk food processor model terbaru, kita langsung membelinya dengan alasan, food processor di dapur sudah tak maksimal kerjanya, padahal benda yang dimaksud belum berumur dua tahun dan masih bisa bekerja dengan sempurna.

Bila keinginan mulai mengaburkan kebijaksanaan kita dalam menentukan mana yang kita inginkan dan mana yang kita butuhkan, memberi jeda lima atau sepuluh menit sebelum menekan tombol pesan juga bisa jadi cara untuk menahan diri dari jebakan kredit online atas benda-benda yang mungkin setelah kita beli sama sekali tak terpakai atau bahkan malah kita sesali. Tinggalkan dulu ponsel, ambil minum atau pergi ke depan televisi, duduk menonton sebentar. Bila dalam beberapa menit pikiran Anda tak lagi nyangkut pada benda yang beberapa detik lalu ingin Anda beli dari sebuah toko online, artinya benda tersebut memang tak benar-benar Anda butuhkan dan menunda membelinya tak akan membuat dunia jadi kiamat.

Namun bila kedua hal di atas tak terlalu ampuh mengerem kesenangan belanja online, dan kita telanjur terjebak dalam jeratan tagihan yang melampaui pemasukan bulanan, 10 hal ini barangkali bisa dijadikan cara untuk mengantisipasi agar kejadian tersebut tak terulang lagi.

Miliki Dana Darurat

Memiliki pos dana darurat ini penting untuk mengurangi pemakaian kartu kredit yang kita miliki. Biasanya, penggunaan dana terbesar dengan kartu kredit muncul sehabis melakukan servis kendaraan juga ketika harus berobat atau dirawat di rumahsakit. Memiliki cadangan dana untuk kondisi darurat, akan membantu kita tak terlalu bergantung pada kartu kredit untuk pengeluaran berjumlah besar.

 

Beli Hanya yang Anda Mampu

Kalau memang pemasukan bulanan kita tak memungkinkan kita membeli benda-benda bermerek, sebaiknya tak perlu memaksa membeli dengan memanfaatkan tawaran kredit online. Dari pada mencicil dan ternyata tak mampu melunasinya, lebih baik pelan-pelan menabung hingga kita memiliki dana yang cukup untuk membelinya. Kalau benda tersebut masih terasa mahal atau bahkan terlalu, artinya kita memang belum mampu dan sebaiknya tak usah memaksakan diri membelinya. Tak perlu juga membeli barang palsunya, karena sebenarnya lebih baik tak memiliki benda bermerek ketimbang memakai barang palsu. Toh, kebaikan dan reputasi seseorang tak ditentukan dari barang bermerek yang dikenakannya. 

Hindari Menutup Hutang dengan Berhutang

Ketika tagihan yang satu jatuh tempo dan kita sedang tak ada dana untuk membayarnya, kita tentu akan putar otak untuk membayar agar tak terkena denda. Kadangkala, kita memilih menarik dana dari satu kartu kredit yang kita miliki dan membayar tagihan staunya. Hal ini memang jalan yang cukup jitu, namun sebenarnya, hal itu membuat kita jadi memilikidua hutang yang harus dibayar.

Jangan Tunda Pembayaran Cicilan

Menunda pembayaran cicilan, membuat kita terkena denda yang membuat cicilan kita bertambah. Memang kelihatannya jumlahnya kecil saja. Tapi kalau menumpuk, denda tersebut bisa membuat kita ketambahan tagihan yang sebenarnya bisa kita hindari. 

Bayar Semua Tagihan Secara Penuh Setiap Bulan

Saat tagihan datang dan ternyata jumlahnya melampaui dana yang tersedia, biasanya kita memilih untuk membayar minimum payment agar tak kena denda. Ini membuat tagihan kita akan terkena bunga dan membuat jumlah tagihan kita akan lebih besar lagi. Maka sebaiknya, usahakan membayar semua tagihan secara penuh setiap bulan.

Jangan Meminjamkan Kartu Kredit Pada Orang Lain

Usahakan tak membiarkan orang lain memakai kartu kredit atau akun belanja Anda meski orang itu berjanji akan membayarnya. Hal ini untuk memastikan Anda tak akan tersangkut hutang apabila orang tersebut tak memenuhi janjinya. Sebab, bila terjadi sesuatu, Anda yang harus menghadapi pihak kartu kredit atau situs belanja itu.

Batasi Jumlah Kartu Kredit Yang Anda Miliki

Mengurangi jumlah kartu kredit yang dimiliki akan membantu kita mengurangi kemungkinan ketagihan belanja online dan terlilit tagihan di luar pemasukan. Beberapa orang bahkan ada yang memutuskan untuk sama sekali tak memiliki kartu kredit.

Related Articles

Card image
Self
Perbedaan dalam Kecantikan

Perempuan dan kecantikan adalah dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan. Cantik kini bisa ditafsirkan dengan beragam cara, setiap orang bebas memiliki makna cantik yang berbeda-beda sesuai dengan hatinya. Berbeda justru jadi kekuatan terbesar kecantikan khas Indonesia yang seharusnya kita rayakan bersama.

By Greatmind x BeautyFest Asia 2024
01 June 2024
Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024