Self Lifehacks

Belajar Kuat Dari Penderitaan

Greatmind

@greatmind.id

Redaksi

Fotografi Oleh: Raj Eiamworak (Unsplash)

Rasa sakit adalah sesuatu yang tak dapat dihindari dalam hidup. Karena hidup tak melulu tentang kebahagiaan. Kita pasti pernah merasakan sakit hati, kehilangan, atau kekecewaan – segala rasa yang seakan meruntuhkan hidup. Namun jangan khawatir, setiap manusia memang harus merasakan penderitaan. Setidaknya sekali seumur hidupnya.

Memang saat berada di dalam penderitaan, sulit bagi kita untuk berpikir secara jelas dan meyakini bahwa badai yang tengah menerpa ini akan segera berakhir – dan kita akan baik-baik saja. Tak mungkin terbersit di kepala bahwa suatu saat nanti kita akan dapat bersyukur telah mendapat kekecewaan dan rasa sakit ini. Padahal, sebagai manusia kita selalu memiliki pilihan. Bahkan dalam penderitaan sekalipun, kita punya pilihan – mengambilnya sebagai sebuah pelajaran untuk tumbuh lebih kuat atau membiarkannya melahap kita hidup-hidup dan mematikan asa yang pernah ada.

Rasa sakit adalah sesuatu yang tak dapat dihindari dalam hidup. Karena hidup tak melulu tentang kebahagiaan.

Seorang penulis, Glennon Doyle Melton pernah berkata, "Rasa sakit adalah seperti profesor yang berkeliling dan mengetuk pintu-pintu rumah setiap orang. Orang yang cerdas yang pernah kukenal adalah mereka yang berkata, silakan masuk dan jangan pergi sampai Anda selesai mengajarkan segala sesuatu yang harus saya ketahui." Belajar dari kutipan tersebut, rasa sakit sebenarnya adalah sebuah fase pembelajaran yang bisa mendorong kita untuk meraih kekuatan lebih.

Dalam psikologi dikenal sebuah konsep Pertumbuhan Pasca-Trauma atau Post-Traumatic Growth yang mungkin belum terlalu banyak dikenal dalam kehidupan masyarakat. Orang lebih mengetahui 'saudaranya' yakni Stres Pasca-Trauma atau Post-Traumatic Stress. Padahal konsep ini penting untuk diketahui dan dipelajari agar setiap manusia dapat mengubah rasa sakit dan penderitaannya menjadi sebuah energi baru untuk bertumbuh menjadi manusia yang lebih hebat.

"Pertumbuhan Pasca-Trauma bukan mengenai kembali ke kehidupan kita sebelum mengalami penderitaan yang traumatis; tapi mengenai perjalanan menuju perubahan psikologis dalam berpikir dan berhubungan dengan dunia yang akan berkontribusi terhadap proses perubahan diri - yang bermakna mendalam." (Tedeshi & Calhoun, 2004)

Pertumbuhan Pasca-Trauma adalah perjalanan menuju perubahan psikologis dalam berpikir dan berhubungan dengan dunia

Namun untuk dapat mengubah rasa sakit menjadi sebuah kekuatan tidak dapat dilakukan secara serta-merta. Butuh sebuah kebijakan untuk bisa melihat sinar dalam kegelapan. Selain itu, ada langkah-langkah tertentu yang perlu diikuti agar bisa mencapainya.

Kenali Perasaan

Yang penting untuk dilakukan pertama kali adalah terhubung dengan emosi dan merasakannya dalam-dalam. Terkadang, kita enggan untuk merasakan emosi – terutama rasa sakit – dan cenderung mengabaikannya. Namun cara untuk dapat menanggalkan rasa sakit adalah dengan merasakannya. Ketika sudah merasakannya, kita baru akan mampu untuk memahami dari mana rasa tersebut muncul. 

Mudah menjawab bahwa rasa sakit itu muncul dari patah hati, misalnya. Tapi pertanyaannya, bagian mana dari patah hati yang membuat kita menderita? Apakah rasa kegagalannya? Ataukah mimpi-mimpi yang hancur? Ataukah rasa tidak dicintainya?

Gali terus perasaan tersebut sampai menemukan dan mengetahui akar permasalahannya karena merefleksi dan memahami diri sendiri merupakan kunci bagi pertumbuhan diri secara psikologis.

Ambil Pelajaran

Agar bisa bertumbuh dari pengalaman pahit, kita perlu memfokuskan pikiran pada sebuah pelajaran yang dapat diambil. Tak peduli seburuk apapun situasinya, kita pasti akan bisa mengambil hikmah jika memang sungguh-sungguh berusaha mencarinya.

Saat kita jatuh sakit, misalnya, mungkin itu mengajarkan kita untuk membangun prioritas dalam hidup dan mendahulukan kesehatan diri. Atau saat kita patah hati, mungkin itu artinya kita harus lebih respek pada diri sendiri.

Mengambil pelajaran dari penderitaan adalah tentang meraih kembali kekuatan karena dengan kekuatan lah kita bisa mengangkat diri dari jurang kegelapan.

Menyelesaikan Dan Berubah

Saat kita telah memahami situasinya dan bisa mengambil hikmah dari sana, yang paling akhir dapat dilakukan adalah menyelesaikannya dan berubah. Pertumbuhan secara psikologis juga harus diiringi dengan perubahan lewat aksi nyata yang artinya harus ada beberapa hal yang kita lakukan dengan cara berbeda dari sebelumnya. Fase inilah di mana penderitaan kita kini telah berubah menjadi sebuah kekuatan.

Pada akhirnya, untuk mengubah penderitaan dan rasa sakit menjadi sebuah kekuatan dibutuhkan sebuah keyakinan. Jika memang yakin bahwa kita bisa, pasti semua akan dipermudah.

Related Articles

Card image
Self
On Marissa's Mind: Menyembuhkan Luka Masa Kecil

Reaksi kita terhadap orang lain berakar dari apa yang kita sering dengar, lihat, alami waktu kecil. Reaksi ini muncul dari anak dalam diri kita atau inner child. Kita semua punya inner child yang bisa membuat kita bereaksi kuat terhadap sesuatu tanpa sepenuhnya menyadari kenapa.

By Marissa Anita
22 June 2019
Card image
Self
Tak Perlu Menunggu Dewasa Untuk Memimpin

Saya ingat pertama kali mencetuskan keinginan untuk membuat sebuah aksi dengan adik adalah seusai belajar tentang figur-figur dunia dan nasional yang berhasil memberikan inspirasi pada banyak orang untuk melakukan pergerakan. Saya bertanya pada adik, “Apa yang bisa kita lakukan sebagai anak muda, yah?”

By Melati Wijsen
22 June 2019
Card image
Self
Kebebasan Melahirkan Kreativitas

Saya baru menemukan kembali kumpulan gambar saat kecil kurang lebih lima tahun lalu. Awalnya saya hanya menjadikannya sebagai konsumsi pribadi namun karena banyak yang memuji orangtua saya karena masih menyimpan gambar-gambar tersebut, saya pun tertegun. Sesuatu yang awalnya hanya ingin dijadikan kenangan pribadi ternyata bisa jadi penghargaan untuk orangtua saya.

By Jordan Marzuki
22 June 2019