Self Health & Wellness

You Are What You Eat

Perkembangan teknologi dan peradaban manusia membawa perubahan gaya hidup. Aktivitas yang tinggi, tekanan pekerjaan, dan tingkat stress menyebabkan manusia modern menjadi lebih mudah terjangkit penyakit. Belum lagi ditambah kondisi lingkungan yang makin penuh polusi dan pola konsumsi yang buruk.

Berangkat dari masalah ini, muncul kesadaran yang tinggi di tengah masyarakat modern mengenai pentingnya gaya hidup sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang lebih selektif. Seiring dengan meningkatnya kesadaran ini, industri makanan dan minuman – terutama produk kemasan yang sering dianggap sebagai biang penyakit, turut berbenah dan menghadirkan produk-produk yang mendukung gaya hidup sehat.

Gaya hidup sehat kini semakin meluas, tidak hanya di kota besar seperti Jakarta, namun meluas hingga ke pelosok daerah. Menarik untuk melihat bahwa orang-orang semakin aware dengan apa yang mereka konsumsi. Namun sayangnya, beberapa masih menjadikan gaya hidup sehat ini sebagai “tren” semata dan bukan sebagai pilihan yang mesti diyakini hingga seterusnya.

Begitu banyak salah kaprah tentang gaya hidup sehat yang sering ditanyakan kepada saya. Yang paling sering saya dapat adalah, “Chef, minum infused water bisa bikin kurus nggak sih?” Pertanyaan-pertanyaan mendasar semacam itu yang justru sebaiknya dipahami terlebih dahulu sebelum menjalankan gaya hidup sehat.

Oh, untuk menjawab pertanyaan itu, infused water mau diminum sebanyak apa juga tidak akan bikin kurus!

Selain itu, persepsi masyarakat terhadap diet juga masih sedikit terdistorsi. Umumnya orang mengira diet hanya untuk menurunkan berat badan. Nyatanya, diet adalah pengaturan pola konsumsi yang disesuaikan dengan kondisi tubuh yang tujuannya beragam: bisa menurunkan berat badan, menaikkan berat badan, karena ada penyakit tertentu atau alergi. Definisi ini lah yang seharusnya diluruskan.

Arti makanan sehat sebetulnya adalah makanan yang bervariasi. Kalau sekarang kita sering dijejali dengan istilah superfood, sesungguhnya there is no such thing as superfood. Tidak ada makanan yang punya nutrisi super banyak – kalau ditanyakan ke dokter, superfood itu hanya ASI alias air susu ibu.

Apa sesungguhnya kunci dari gaya hidup sehat? Kuncinya adalah self-control. Makanan apa pun itu sehat… asalkan tahu porsinya. Tidak ada makanan yang tidak sehat, yang ada hanya gaya hidup yang tidak sehat.  Karena kehidupan modern yang begitu sibuk terkadang memaksa kita untuk lebih sering mengonsumsi makanan dan minuman kemasan, maka self-control harus dimiliki seutuhnya.

Agar masyarakat lebih paham dengan apa yang di makan – terutama makanan dan minuman kemasan, semua jawabannya ada di label. Semua kandungan tercantum di sana, kita sebagai konsumen hanya tinggal menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing orang.

Mungkin memang butuh waktu bagi masyarakat Indonesia untuk benar-benar melek dengan yang Namanya gaya hidup sehat. Berbeda dengan negara tetangga seperti Singapura misalnya yang sudah lebih paham mengenai konsep-konsep ini. Namun bagi saya, apabila tingkat edukasi dan ekonomi masyarakat semakin meningkat, kesadaran akan hal-hal seperti ini pun akan turut naik. Kita doakan saja ya bisa tercapai dalam waktu dekat agar tercipta generasi baru Indonesia yang sehat.

Related Articles

Card image
Self
Untuk Apa Hidup: Satu Perjalanan

Sudahkah kita menggunakan sisa hari yang kita punya dengan baik dalam satu perjalanan ini? Seberapa pun sisa hari yang kita miliki, adalah kesempatan untuk menjelajahi kehidupan ini.

By Joshua Budiman
18 June 2022
Card image
Self
Menghadapi Takut

Selamat datang di dunia kesunyian. Ini adalah sebuah kalimat yang biasa aku sebut untuk menggambarkan pengalaman perjalananku ketika masuk ke alam bawah laut. Ketika kita diving atau free diving, memang nggak ada suara apa pun. Kita hanya bisa mendengarkan suara gelembung napas kita.

By Della Dartyan
18 June 2022
Card image
Self
Belajar Mengendalikan Ekspektasi

Kadang kala kita bisa punya ekspektasi melebihi kemampuan yang kita punya, tapi aku belajar untuk mengendalikan ekspektasi di dalam kepalaku. Aku selalu berusaha untuk tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi. Saat aku menginginkan sesuatu yang sebenarnya aku pun sadar bahwa hal itu sulit untuk dicapai, aku akan menurunkan ekspektasi.

By Sorenza Nuryanti
18 June 2022