Self Love & Relationship

Rela Melepaskan

Rasa nyaman adalah salah satu hal yang paling penting dalam menjalani sebuah hubungan, khususnya hubungan romantis. Entah karena banyaknya persamaan atau justru perbedaan yang saling melengkapi. Untuk bisa merasa nyaman, tentu ada proses yang perlu dialalui. Boleh jadi membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bisa merasa nyaman dengan orang yang baru kita kenal atau temui.

Biasanya sebelum memulai masa pendekatan, kita akan terlebih dahulu mencari tau latar belakang calon pasangan kita. Bisa jadi berdasarkan kabar dari teman-teman terdekat atau juga akun media sosial. Aku merasa tahapan mencari tau latar belakang calon pasangan bukan hanya untuk menemukan kesamaan tetapi juga untuk memastikan bagaimana ia berinteraksi dengan orang lain.

Sebenarnya hal ini juga berangkat dari pengalaman yang pernah aku rasakan. Aku pernah memiliki pengalaman dengan seseorang yang memang terkesan tertutup dan jarang membagikan kehidupan pribadinya di media sosial. Setelah mulai saling kenal dan merasa nyaman, aku baru tau kalau ternyata dirinya sudah punya pasangan yang tidak pernah ia tunjukkan atau ceritakan.

Pengalaman ini tentu cukup membuatku bingung dan tentu berusaha menyudahi hubungan tersebut sesegera mungkin. Pelajaran yang aku dapatkan sebenarnya adalah dalam menjalani sebuah hubungan kadang kita harus bisa realistis dan memiliki kerelaan untuk menyudahi perjalanan kalau memang keadaan sudah tidak lagi memungkinkan.

Dalam menjalani sebuah hubungan kadang kita harus bisa realistis dan memiliki kerelaan untuk menyudahi perjalanan kalau memang keadaan sudah tidak lagi memungkinkan.

Pengalaman ini lantas aku ceritakan dalam lagu terbaru yang aku rilis “Tak Berbentuk Lagi”. Lagu kedua yang rilis ini pada dasarnya bercerita tentang seseorang yang tidak menyadari bahwa ternyata ia menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan. Setelah mengetahui fakta tersebut, ia merasa keadaannya tidak memungkinkan untuk melanjutkan hubungan tersebut karena tidak akan ada masa depan yang baik.

Proses penulisan lagu ini sebenarnya sudah dimulai tidak lama setelah aku merilis lagu pertama di akhir tahun lalu. Pada rilisan kali ini aku juga diberikan kebebasan untuk bisa menuangkan ide dalam penulisan lirik. Kurang lebih sebulan setelah aku merilis lagu perdana, aku mendapatkan notasi untuk lagu ini. Setelah mempertimbangkan beberapa hal, akhirnya aku mengusulkan topik yang akhirnya dibahas dalam rilisan terbaru kali ini.

Berbeda dengan lagu pertama, dari segi musik kali ini lebih banyak nada minor yang disajikan sehingga teman-teman yang mendengarkan bisa lebih merasakan nuansa sedih dalam aransemen musik kali ini. Nuansa dari musik juga semakin terasa megah karena iringan orchestra dalam lagu terbaruku kali ini.

Aku berharap teman-teman yang mendengarkan bisa terhanyut dan masuk ke dalam cerita yang ingin aku bagikan dalam lagu ini. Mungkin juga bisa merasakan betapa rumit dan sedihnya saat seseorang tidak sadar bahwa dirinya menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan.

Related Articles

Card image
Self
Perbedaan dalam Kecantikan

Perempuan dan kecantikan adalah dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan. Cantik kini bisa ditafsirkan dengan beragam cara, setiap orang bebas memiliki makna cantik yang berbeda-beda sesuai dengan hatinya. Berbeda justru jadi kekuatan terbesar kecantikan khas Indonesia yang seharusnya kita rayakan bersama.

By Greatmind x BeautyFest Asia 2024
01 June 2024
Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024