Self Lifehacks

Perjalanan Berproses

Samarthya Priyahita

@cdotsp

Praktisi Pengembangan Kepemimpinan

Selagi aku berjalan di detik-detik air hujan akan mengguyuri Jakarta, tiba-tiba terkenang memori tentang pencapaian diri di masa lalu. Dalam kurun waktu satu tahun berproses, aku melihat email berisikan pengumuman bahwa aku berhasil mencapai apa yang benar-benar aku inginkan selama enam tahun terakhir.

Berproses adalah masa fokus yang kadang kala gemar diabaikan banyak orang. Seakan perjalanan untuk tumbuh ini lebih sulit ditangkap oleh traffic media sosial dibandingkan cerita akan pencapaian-pencapaian sebagai hasil dari proses.

Tulisan ini tidak berfokus untuk mengeluh, karena ya sudahlah ya, masa lalu dipelajari untuk masa depan. Tulisan ini lebih menyoroti bahwa dalam setiap proses, ada kekurangan, dan dengan kita menyadari kekurangan ini, mencoba untuk berusaha, munculah kelebihan. Kelebihan tersebut untukku adalah rasa tenang menikmati proses setiap harinya.

Untuk bisa sampai menikmati proses, percaya deh, nggak mudah. Terkadang perlu waktu, tenaga, jatuh bangun, berpikir keras. Tapi, ujung-ujungnya akan worth it. Energi ini akan menghasilkan semuanya yang bisa menjadi pembelajaran kita. Awalnya aku sangat fokus untuk mendapatkan hasil yang maksimal, jadi aku sangat berupaya untuk menyiapkan segalanya dari jauh-jauh hari.

Untuk bisa sampai menikmati proses, percaya deh, nggak mudah. Terkadang perlu waktu, tenaga, jatuh bangun, berpikir keras. Tapi, ujung-ujungnya akan worth it.

Di dalam proses ini, aku ditemani seorang teman yang justru melarangku untuk berfokus kepada hasil. Aku kemudian berpikir, “kenapa tidak?” Karena aku sudah berusaha keras sendiri, kenalan dengan banyak orang, konsultasi dengan orang yang ahli dibidangnya, dan lain-lain. Dia berusaha keras untuk membuat aku fokus kepada proses. Ia berkata, “Apa pun hasilnya, itu adalah hasil dari usaha yang sesuai, bukan berarti maksimal, bukan berarti paling lama.” Aku berusaha mengilhami perkataannya, walaupun setengah tidak percaya, dan jalani semuanya. Akhirnya aku bisa mendapatkan pencapaian tersebut.

Jika ditelaah kembali, semua ini bisa digapai karena ternyata aku menyadari setiap perjalanan yang aku lalui dalam berproses. Aku selalu bilang dalam hati, “ya sudahlah ya, ini yang bisa aku lakukan. Intinya aku melakukan hal ini dengan niat baik. Kalau hasilnya tidak sesuai dengan harapan, berarti akan ada yang lebih baik yang sekarang aku tidak tau.” Sebelum pencapaian ini, aku sudah berkali-kali mencoba mencari rezeki dan pencapaian lain, tapi lampu keuntungan tidak pernah menyala. Temanku selalu berkata setiap kali aku gagal; “kamu naik pangkat, dalam hal kehidupan”. Awalnya tidak paham artinya apa. Tapi, setelah aku merasakan kegagalan itu, sangat terasa pesannya. Pikiranku jadi lebih terbuka, ambisiku lebih bisa dikontrol, dan kepercayaan terhadap usahaku sendiri jadi meningkat.

Aku berpikir, “ternyata hidup ini lebih besar dari sekedar satu pencapaian. Jadi buat apa sedih kalau belum bisa mencapai hal tersebut?”

Kalimat temanku itu menjadi energiku dalam berproses. Tercapai atau tidak, yang penting aku “naik pangkat”. Aku jadi lebih menikmati prosesnya, karena memang aku ingin mencoba untuk mencapai sesuatu. Kenikmatan ini menjadi kelebihan aku untuk berproses, tidak lagi berfokus terhadap hasilnya. Bagaimanapun prosesnya, pasti ada yang bisa diubah menjadi kelebihan, dan nantinya bisa jadi energi untuk mendorong diri kita sendiri mencapai apa yang diinginkan. Jika belum berhasil, ingat saja, kamu sudah naik pangkat.

Related Articles

Card image
Self
Perbedaan dalam Kecantikan

Perempuan dan kecantikan adalah dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan. Cantik kini bisa ditafsirkan dengan beragam cara, setiap orang bebas memiliki makna cantik yang berbeda-beda sesuai dengan hatinya. Berbeda justru jadi kekuatan terbesar kecantikan khas Indonesia yang seharusnya kita rayakan bersama.

By Greatmind x BeautyFest Asia 2024
01 June 2024
Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024