Self Love & Relationship

Musik Sebagai Medium Bercerita

Menuangkan kegelisahan tantang hubungan yang toxic dalam lagu adalah caraku untuk menyembuhkan diri sendiri, karena ini adalah hal yang bisa kulakukan dengan baik. Apapun yang kita lalui dalam hidup entah itu sangat menyiksa atau sangat membahagiakan, melalui musik kita selalu dapat menyajikannya menjadi sesuatu yang indah. Musik mampu menghantarkan kejadian yang sangat buruk sekalipun menjadi sesuatu karya yang menawan. Sekelam apa pun pengalaman yang kita rasakan, aku percaya itu tetap bisa disampaikan dari perspektif yang artistik. 

Musik mampu menghantarkan kejadian yang sangat buruk sekalipun menjadi sesuatu karya yang menawan. Sekelam apa pun pengalaman yang kita rasakan, aku percaya itu tetap bisa disampaikan dari perspektif yang artistik. 

Toxic love jelas bukan hal yang baik untuk siapapun tapi terkadang sulit untuk bisa keluar dari hubungan yang tidak sehat. Mungkin bisa terdengar agak suram tetapi aku mencoba membahas ini melalui perspektif artistik, bagaimana seseorang bisa dengan sengaja menyakiti dirinya sendiri dengan berada pada hubungan yang tidak sehat. Aku menuangkan ini pada lagu “Cigarette”, yang memiliki dua sisi yang berbeda. Satu yang membahas sisi di mana kita memiliki kecenderungan untuk menyalahkan atau menyakiti diri sendiri saat terjebak dalam toxic relationship, satu lagi membahas bagaimana proses saat kita mencoba untuk pulih kembali. 

Bagi sebagian orang, mejadi bagian dari hubungan yang tidak sehat bisa jadi pengalaman yang dianggap buruk dan tidak ingin diceritakan. Tapi aku justru merasa hal ini bisa disampaikan dari perspektif yang lebih manis. Pengalaman cinta pertama rasanya sangat berperan terhadap bagaimana caraku melihat suatu hubungan. Pada akhirnya di titik ini aku melihat rasa cinta sebagai hal yang terkadang bisa menyakiti diri kita sendiri tapi di sisi lain juga menimbulkan adiksi terhadap perasaan itu. 

Musik memungkinkanku untuk menceritakan bagian dari diriku yang mungkin akan dianggap tidak terlalu menyenangkan bagi sebagian orang. Ini adalah pesona dari musik. Terkadang saat kita merasa depresi dan sedih yang berlebihan muncul pikiran-pikiran liar yang tentu saja tidak baik untuk kita wujudkan, tapi perasaan ini boleh kita sampaikan melalui musik. Seberapa kelam ataupun pelik masalah yang aku hadapi musik tetap memberikan ruang bagiku untuk menyampaikan apa yang kurasakan. Oleh karena itu seringkali aku menulis mengenai topik-topik yang dianggap suram ataupun tabu bagi banyak orang. 

Terkadang saat kita merasa depresi dan sedih yang berlebihan muncul pikiran-pikiran liar yang tentu saja tidak baik untuk kita wujudkan, tapi perasaan ini boleh kita sampaikan melalui musik.

Pada akhirnya melalui musik dan lirik yang ku tulis aku ingin menyampaikan bahwa tidak apa jika tidak baik-baik saja. Wajar jika pada waktu tertentu kamu merasa sedih atau depresi, karena setiap orang pada dasarnya pernah ada di titik terendah dalam hidupnya. Aku ingin membuat topik ini menjadi lebih normal untuk dibicarakan dan kita tidak perlu malu jika kita merasa tidak baik-baik saja secara mental. 

Wajar jika pada waktu tertentu kamu merasa sedih atau depresi, karena setiap orang pada dasarnya pernah ada di titik terendah dalam hidupnya.

Tidak perlu malu jika kamu gagal karena itu bukan hal yang memalukan. Aku masih ingat betapa kekhawatiran yang aku rasakan saat aku pertama kali menulis lagi dengan tema yang cukup gelap. Takut, malu dan cemas bercampur jadi satu. Tapi keberanianku menyampaikan kesedihan dan kegelisahan yang kumiliki ternyata juga membuatku lega dan bangga terhadap diriku sendiri. Rasanya seperti dinding penghalang di depanku runtuh, dan sekarang aku bisa berbagi banyak hal dengan orang lain melalui musik.

Keberanianku menyampaikan kesedihan dan kegelisahan yang kumiliki ternyata juga membuatku lega dan bangga terhadap diriku sendiri. Rasanya seperti dinding penghalang di depanku runtuh, dan sekarang aku bisa berbagi banyak hal dengan orang lain melalui musik.

Related Articles

Card image
Self
Tantangan Meregulasi Emosi

Pada dasarnya bukan emosi yang membuat kita melalui turbulensi perasaan melainkan cara kita menafsirkan emosi sehingga kita merasa tidak sanggup menoleransi emosi yang dirasakan. Intensitas emosi yang kita rasakan bisa dipengaruhi berbagai hal seperti trauma masa kecil atau kondisi fisik yang sedang memburuk. Kondisi-kondisi ini dapat memperparah situasi, ditambah dengan regulasi emosi yang belum optimal.

By David Irianto
11 September 2021
Card image
Self
Mengapresiasi Setiap Kehadiran

Memang lebih rumit rasanya untuk bisa menghabiskan waktu bersama orang terdekat terutama teman dan sahabat belakangan ini. Aku sendiri sebisa mungkin berusaha untuk tetap menjalin hubungan dengan menanyakan kabar teman-temanku melalui aplikasi chat ataupun video call. Tidak dapat dipungkiri bahwa rasa rindu berkumpul bersama teman-teman memang semakin terasa terutama saat masa PPKM mulai diberlakukan. 

By Amindana Chinika
11 September 2021
Card image
Self
Belajar Dari Perjalanan

Terjebak di negeri asing saat pandemi masih baru terdengar memberikan banyak perlajaran untukku. Keriuhan yang terjadi lantaran runtutan pembatalan penerbangan dari berbagai negara juga sempat membuatku cemas untuk sesaat. Pandemi ini cukup berdampak padaku yang terbiasa hidup dari satu acara ke acara lainnya. Tanpa diduga pekerjaanku harus hilang dalam sekejap mata. Banyak hal terjadi di awal tahun 2020 lalu, baik dari segi finansial maupun personal.

By Chiki Fawzi
11 September 2021