Self Art & Culture

Musik Menyelamatkan Hidup

Musik adalah bagian dari hidup kita sehari-hari. Tanpanya, hidup ini mungkin akan terasa biasa-biasa saja. Namun lebih dari itu, musik sebenarnya punya peran penting dalam membantu kita melewati masa-masa sulit. Ia bisa menjadi penyemangat ketika kita sedang merasa sedih, menghibur perasaan-perasaan negatif yang muncul dalam diri. Genre musik pun sangat beragam sekali, ada punk, rock, metal, pop, jazz, dan ragam jenis lainnya yang bisa dipilih sesuai suasana hati.

Musik sebenarnya punya peran penting dalam membantu kita melewati masa-masa sulit. Ia bisa menjadi penyemangat ketika kita sedang merasa sedih, menghibur perasaan-perasaan negatif yang muncul dalam diri.

Bagi saya yang bisa mendengarkan semua genre dari musik pop melayu sampai rock, saya sebenarnya tinggal menyesuaikan suasana hati dengan musik yang saya tahu bisa tepat dalam situasi tersebut. Kalau saya sedang sedih sekali, saya akan memilih lagu yang up beat seperti lagu “Happy” oleh Pharrell Williams. Dalam lagunya, ada lirik yang meminta pendengarnya untuk tepuk tangan. Menurut saya, ini adalah ajakan emosional untuk membangun suasana hati yang lebih baik. Saya hampir tidak pernah membiarkan diri yang sedang “terpuruk” dengan mendengarkan lagu yang sedih karena takut akan merasa lebih buruk lagi. Karena dalam sebuah lagu kita tidak hanya mendengarkan melodi tapi juga lirik yang punya kekuatan untuk memberikan dampak pada kejiwaan. 

Dalam sebuah lagu kita tidak hanya mendengarkan melodi tapi juga lirik yang punya kekuatan untuk memberikan dampak pada kejiwaan. 

Lirik bisa sangat kuat untuk menjadi sebuah refleksi dan mewakili perasaan banyak orang. Misalnya seseorang yang lahir dan tinggal di Jakarta lalu mendengarkan lagu “Jakarta Jakarta” dari Kunto Aji, bisa terhubung dengan lagu tersebut dan memanggil kembali memorinya tentang Jakarta. Seperti mengingat kembali tujuan mereka bangun pagi dan pergi kerja meski harus melewati kemacetan Jakarta. Inilah keajaiban musik: bisa memberi kekuatan atau mengembalikan memori yang ada di benak kita. Jadi tinggal bagaimana kita bisa menggunakan musik sebagai alat yang bisa membantu kita menjalani keseharian. 

Berkata begini, tentu saja setiap orang punya prosesnya sendiri dalam berhubungan dengan musik. Ada yang sudah dekat dengan musik dari kecil, ada yang baru ketika dewasa bisa mendalami arti musik bagi dirinya. Saya sendiri menjalin hubungan lebih erat dengan musik ketika menyadari bahwa lingkungan terdekat saya ternyata banyak yang berkarier di dunia musik. Banyak juga yang terlibat di industri tersebut. Terlebih lagi, saya pernah menjadi reporter untuk majalah musik. Setelah mendalami industri musik, berbagai pertanyaan sering muncul di kepala, seperti: “Kok bisa ya para musisi ini membuat lagu yang bisa diterima di masyarakat?”, “Apa ya makna di balik lagu ini?”. Padahal lagu-lagu yang didengar kala itu tidak konstan langsung menjadi refleksi untuk saya. Tapi pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah cukup untuk membuat saya ingin mengenal lebih dalam tentang musik.

Keinginan tersebut juga sejalan dengan pengamatan saya pada sekitar. Saya menyadari ternyata musik yang didengar lewat pentas seni di sekolah bisa jadi sebuah pilihan hidup yang bisa digeluti dan dijalani hari demi hari. Tanpa perlu merasa pilihan tersebut adalah pekerjaan. Keinginan untuk “berhubungan” dengan musik pun tidak sekadar untuk menjadi teman menjalani keseharian tapi sebagai sebuah sesuatu yang dapat menghidupi. Ada roda ekonomi yang menyokong dunia musik sehingga saya bisa memutuskan untuk hidup dari musik itu sendiri. 

Setelah menjalin hubungan lebih erat dengan musik, saya pun belajar banyak hal. Saya belajar bagaimana seorang musisi pada saat membuat lagu memberikan begitu banyak emosi di dalamnya. Dan itulah cara mereka membuat para pendengar bisa merasa terhubung dengan lagu dan musisi di baliknya. Bagi saya ini terasa amat magis. Dan ternyata yang memberikan dampak pada hidup saya tidak hanya lirik atau melodinya saja tapi juga cerita musisi di baliknya. Ternyata dengan memelajari kisah hidup para musisi, perjalanan musiknya atau sejarah lagu tersebut tercipta, bisa memberikan inspirasi dan persepsi baru bagi hidup saya. Bahkan bisa membantu saya melewati masa di mana dihadapkan dengan begitu banyak pilihan. Contohnya ketika saya mendengarkan lagu-lagu Katy Perry. Sekalipun lagu-lagunya tidak relate dengan apa yang saya rasakan,  tapi setelah mengetahui bagaimana cerita Katy Perry bisa diterima jadi “American Sweetheart”, caranya menjadi musisi yang disukai banyak orang, saya bisa menelaah cara seseorang untuk sukses dan bagaimana ia menghadapi rintangan kehidupannya. Jadi, seringkali saya menentukan pilihan-pilihan berdasarkan inspirasi yang saya dapat dari perjalanan para musisi. Ini sangat berdampak sekali untuk hidup saya. 

Related Articles

Card image
Self
Tantangan Meregulasi Emosi

Pada dasarnya bukan emosi yang membuat kita melalui turbulensi perasaan melainkan cara kita menafsirkan emosi sehingga kita merasa tidak sanggup menoleransi emosi yang dirasakan. Intensitas emosi yang kita rasakan bisa dipengaruhi berbagai hal seperti trauma masa kecil atau kondisi fisik yang sedang memburuk. Kondisi-kondisi ini dapat memperparah situasi, ditambah dengan regulasi emosi yang belum optimal.

By David Irianto
11 September 2021
Card image
Self
Mengapresiasi Setiap Kehadiran

Memang lebih rumit rasanya untuk bisa menghabiskan waktu bersama orang terdekat terutama teman dan sahabat belakangan ini. Aku sendiri sebisa mungkin berusaha untuk tetap menjalin hubungan dengan menanyakan kabar teman-temanku melalui aplikasi chat ataupun video call. Tidak dapat dipungkiri bahwa rasa rindu berkumpul bersama teman-teman memang semakin terasa terutama saat masa PPKM mulai diberlakukan. 

By Amindana Chinika
11 September 2021
Card image
Self
Musik Sebagai Medium Bercerita

Apapun yang kita lalui dalam hidup entah itu sangat menyiksa atau sangat membahagiakan, melalui musik kita selalu dapat menyajikannya menjadi sesuatu yang indah. Musik mampu menghantarkan kejadian yang sangat buruk sekalipun menjadi sesuatu karya yang menawan. Sekelam apa pun pengalaman yang kita rasakan, aku percaya itu tetap bisa disampaikan dari perspektif yang artistik. 

By FLØRE
11 September 2021