Self Work & Money

Mulai Kelola Uang dengan Kenali Diri Sendiri

Anak muda dan ambisi adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Baik ambisi dalam hal pencapaian karir, edukasi, pengalaman, hingga kondisi keuangan. Selama sembilan tahun terakhir, aku banyak berkecimpung dalam dunia keuangan. Tapi jauh sebelum itu, ada banyak hal-hal lain yang juga aku coba. Mulai dari penyiar radio di Bandung semasa kuliah, hingga ikut ajang pencarian bakat sebagai penyanyi. Maka, aku paham kalau ada sebagian dari teman-teman yang mungkin sedikit terkejut saat kini aku sering membagikan topik keuangan di media sosial.

Perjalananku di dunia keuangan diawali saat aku lulus kuliah dan bergabung di salah satu bank BUMN, tepatnya Bank Mandiri. Aku ditempatkan di lini bisnis yang berfokus pada segmen menengah ke bawah atau di kelompok yang cenderung unbankable. Dari sinilah aku kemudian jatuh cinta dengan dunia keuangan. Setelahnya, aku juga sempat membuat perusahaan start-up digital marketing di Dubai yang sayang sekali harus gulung tikar, lalu aku kembali ke Indonesia. Perjalanan di dunia keuangan yang penuh dinamika ini menjadi pembelajaran berharga untukku dalam mengelola dan memaknai uang.

Menurutku, uang memang bukan segalanya saat kita sudah mencapai titik tertentu dalam hidup. Jika diibaratkan sebuah botol air minum, air bukanlah segalanya saat gelas kita sudah penuh. Selama botol air minum kita belum penuh atau bahkan belum terisi separuhnya, maka air tentu jadi hal yang berarti. Begitu juga halnya dengan uang. Paling tidak, selama kebutuhan primer kita belum terpenuhi dengan seutuhnya, maka uang masih menjadi faktor penting dalam hidup. Aku sendiri melihat uang bukan sebagai tujuan akhir, tapi uang memberikan kita pilihan untuk menentukan cara kita menjalani hidup dan mencapai tujuan.

Aku sendiri melihat uang bukan sebagai tujuan akhir, tapi uang memberikan kita pilihan untuk menentukan cara kita menjalani hidup dan mencapai tujuan.

Salah satu saran yang akan pertama kali kita jumpai saat membahas tentang perencanaan keuangan adalah menentukan tujuan keuangan. Ini adalah titik awal dalam sebuah perencanaan, menentukan apa yang sebenarnya kita inginkan. Berdasarkan pengalamanku, hal pertama yang harus dipahami sebelum menentukan tujuan keuangan adalah mengenali diri sendiri. Siapa dirimu, apa yang kamu sukai, dan inginkan.

Kedua, pahami peran dirimu bagi orang-orang di sekitar serta tanggung jawab keuangan yang kamu emban terhadap mereka. Contoh, kamu adalah seorang anak bagi kedua orang tuamu, apakah kamu memiliki atau menginginkan mengambil tanggung jawab keuangan bagi kedua orang tua? Jika iya tentu ini harus jadi bahan pertimbangan. Ini bukan berarti hubungan kita dengan orang tua adalah hubungan transaksional, melainkan bentuk terima kasih dan tanda kasih kita kepada orang tua yang sudah menjaga kita hingga dewasa.

Ketiga, tentukan secara spesifik hal-hal yang kamu inginkan beserta alasannya. Poin alasan dari sebuah hal yang kamu inginkan menjadi sangat penting, karena ini akan menjadi penyemangat sekaligus bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas sebuah tujuan keuangan. Kamu bisa merincikannya dengan menuliskan apa yang kamu inginkan, alasan, serta berapa lama kamu ingin hal ini tercapai.

Ada satu prinsip yang menurutku juga penting untuk diingat dalam menentukan tujuan keuangan, the bigger is not always the better. Saat kita sudah mampu benar-benar mengenali diri sendiri, kita tidak akan mengejar atau mengikuti standar orang lain dalam menjalani hidup, termasuk dalam menentukan tujuan keuangan. Sayangnya pemahaman akan makna uang memang tidak memiliki indikator pasti, ia hadir sebagai buah tangan dari pengalaman hidup. Saranku, jadikan uang sebagai alat tukar untuk mendapatkan tujuan hidup kita.

Ada satu prinsip yang menurutku juga penting untuk diingat dalam menentukan tujuan keuangan, the bigger is not always the better.

Setelah kita paham betul akan siapa diri  dan apa tujuan keuangan kita, baru mulai susun rencana keuangan untuk mewujudkan tujuan kita. Terlebih untuk teman-teman yang baru saja mendapat gaji pertama, ini bisa jadi awal yang baik untuk mengelola keuangan dengan sehat. Mungkin kamu juga pernah dengar saran untuk menghadiahkan gaji pertama kepada orang tua, ini saran yang tentu saja baik sekali. Ada pula yang mungkin ingin self-reward dengan gaji pertama yang akhirnya diterima. Tapi kamu juga harus ingat bahwa hidup tidak berhenti di awal bulan. Gunakan gaji pertama yang kamu dapat sebagai alat untuk menjadikan kamu insan yang lebih mandiri. Coba bagi uang yang kamu dapat dalam beberapa pos, termasuk keperluan pribadi selama sebulan penuh, hadiah untuk orang tua, atau self-reward. Be mindful, jangan gegabah untuk segera menghabiskan gaji pertama yang kamu dapat.

Ada beberapa kesalahan atau miskonsepsi umum yang sering aku temui, terutama pada teman-teman yang baru mulai menghasilkan uang sendiri. Pertama, kurangnya literasi keuangan tentang cara membelanjakan uang. Kita mungkin familiar dengan literasi keuangan tentang cara menabung atau menambah penghasilan, tapi cara kita menggunakan uang juga sebenarnya sama pentingnya. Ini kembali lagi pada poin kenapa kita butuh mengenali diri sendiri saat ingin mulai mengelola keuangan. Ketidakpahaman akan prioritas dalam membelanjakan uang ini adalah salah satu faktor cepatnya adopsi layanan pinjaman online di Indonesia. Maka pikirkan dulu baik-baik apa yang memang butuh kita beli atau bayarkan.

Kedua, miskonsepsi tentang investasi bisa membuat kita kaya. Ini salah besar apalagi bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah yang mungkin pendapatannya masih setara atau sedikit di atas upah minimum regional (UMR). Katakanlah kamu investasi dengan uang sebesar 10 juta rupiah dengan return 20% per tahun, artinya kamu hanya akan mendapat tambahan 2 juta rupiah per tahun atau 150 ribu rupiah per bulan. Jadi kalau kamu mulai investasi untuk tujuan kaya dengan uang yang memang belum banyak, tentu sangat sulit. Jika begitu maka investasi terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan investasi pada diri sendiri, misalnya dengan ikut webinar, kelas tambahan, atau sebagainya. Ini bisa membantu kamu untuk mengembangkan karir dengan pendapatan yang lebih baik.

Ketiga adalah penggunaan dompet digital yang keliru. Perlu dipahami bahwa dompet digital dan bank digital adalah dua hal yang berbeda. Baik dari segi perizinan maupun operasional. Seperti namanya, dompet digital adalah tempat kita menyimpan uang sementara sebelum nantinya digunakan untuk bertransaksi. Jadi kesalahan besar kalau dompet digital digunakan untuk menabung. Alih-alih mendapat untung, tabunganmu mungkin malah tergerus inflasi. Untuk itu jangan sampai salah dalam menentukan instrumen keuangan yang ingin digunakan untuk mencapai tujuan keuangan yang kamu miliki.

Related Articles

Card image
Self
Perbedaan dalam Kecantikan

Perempuan dan kecantikan adalah dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan. Cantik kini bisa ditafsirkan dengan beragam cara, setiap orang bebas memiliki makna cantik yang berbeda-beda sesuai dengan hatinya. Berbeda justru jadi kekuatan terbesar kecantikan khas Indonesia yang seharusnya kita rayakan bersama.

By Greatmind x BeautyFest Asia 2024
01 June 2024
Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024