Self Lifehacks

Merayakan Setiap Perasaan dan Emosi

Dari kecil aku sudah sangat tertarik dengan dunia musik walau memang tidak memiliki latar belakang dari keluarga yang bermusik. Saat masih kecil aku bisa dikatakan menghabiskan sebagian besar waktuku di rumah, sangat-sangat anak rumahan, pulang sekolah ya langsung pulang. Hingga akhirnya saat mulai berkuliah di jurusan performing art communication, aku baru mulai memiliki rasa percaya diri yang cukup untuk bisa mulai tampil. Akhirnya mulai tahun 2017, aku mulai menuliskan apa yang ada dipikiran di buku, ponsel, atau voice note. 

Dalam menjalani karir di dunia musik aku juga banyak terinspirasi oleh musisi-musisi muda seperti Nadine Amizah, Niki, dan juga Rich Brian. Sambil melihat proses mereka dalam berkarya aku juga mulai paham bahwa karir mereka saat ini adalah hasil dari sebuah proses. Jadi aku mulai meyakinkan diri untuk terus menulis dan berkarya, karena kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di masa mendatang. Selain untuk mencurahkan isi pikiran, menulis khususnya menulis lagu juga merupakan sebuah kegiatan yang sangat menangkan menurutku. 

Buah pikiran yang aku tulis dari hari ke hari ini pun kemudian aku rangkum dalam album “It’s Crowded Up Here”. Sebuah album yang secara umum bercerita tentang proses menjadi dewasa. Setiap orang punya caranya sendiri dalam memprojeksikan pengalaman dan proses yang mereka rasakan, ada yang kemudian membagikannya langsung dengan teman terdekat, ke media sosial, atau bisa juga dibagikan dalam bentuk karya seperti musik. Album ini hadir sebagai salah satu caraku memprojeksikan hal-hal yang ada di dalam pikiran.

Seperti yang sudah aku katakan, aku memang bukan tipe orang yang suda bergaul dengan banyak orang. Bukan pula individu yang suka membagikan cerita tentang keresahan atau pengalaman yang kita miliki dengan teman atau bahkan sahabat sekalipun. Sampai aku kadang berpikir, jangan-jangan kegelisahan yang selama ini aku rasakan itu hasil dari pikiranku sendiri?

Ketika masih kecil, saat kita menginginkan sesuatu biasanya kita tinggal bilang lalu akan diusahakan oleh orang tua, tapi saat tumbuh dewasa aku mulai merasakan bahwa kita harus bekerja sendiri untuk memperoleh hal-hal yang kita inginkan. Dalam perjalanan menuju dewasa aku juga menyadari ternyata bertemu orang baru, jatuh cinta, dan hidup ternyata tidak semulus yang aku bayangkan, perlu ada proses yang harus dilalui. 

Beradaptasi dengan lingkungan yang baru memang bukan hal mudah, tapi sebenarnya aku rasa sekarang aku sudah mulai terbiasa. Aku dan teman-teman introvert lainnya mungkin bisa setuju bahwa bukannya kita selamanya ingin sendirian, kita juga bisa bergaul dan berbincang, hanya saja energi kita memang lebih mudah habis. Tapi setelahnya kita bisa mengisi ulang energi kita dengan istirahat di tempat yang tenang atau zoned out di tengah keramaian. 

Walau mungkin untuk bisa beradaptasi dan bercengkrama dengan banyak orang juga tidak bisa dipaksakan pada setiap individu. Tapi sepenuhnya membatasi diri dengan tidak ingin bertemu dengan orang baru juga tidak baik, setidaknya untukku sendiri. Aku juga sedang belajar menjadi orang yang lebih baik dan tidak terlalu tertutup, meski tetap saja makna “orang yang lebih baik” akan selalu berbeda bagi setiap individu.

Walau mungkin untuk bisa beradaptasi dan bercengkrama dengan banyak orang juga tidak bisa dipaksakan pada setiap individu. Tapi sepenuhnya membatasi diri dan tidak ingin bertemu dengan orang baru juga tidak baik, setidaknya untukku sendiri.

Selain tentang menjadi dewasa ada sebuah lagu dalam album ini yang bercerita tentang mensyukuri apa yang kita punya. Cerita ini aku tulis dalam lagu “Oh, You”. Lagu ini aku tulis di awal pandemi sebagai cara untuk berdialog dan menenangkan diriku sendiri.

Pandemi membuatku sadar bahwa semua hal yang kita konsumsi akan berpengaruh pada diri kita. Bukan hanya makanan dan minuman tetapi juga asupan informasi yang kita peroleh.

Harapanku untuk album ini sebenarnya sederhana, yaitu untuk merayakan setiap perasaan dan emosi yang kita miliki. Banyak orang yang sering ditegur karena dianggap telalu sensitif atau “baper”, mungkin aku adalah salah satunya. Sekarang aku mungkin sudah lebih bisa mengontrol emosi dan perasaan, tetapi setiap perasaan yang kita miliki itu valid. Kamu bisa merasa sedih, marah, dan juga bahagia sebagai seorang menusia dan semua itu harus diselebrasikan. Jangan paksa dirimu untuk bahagia kalau memang sedang bersedih, rasakan saja dulu. Lalu saat sudah merasa cukup, motivasi diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik atau cari hal-hal baru yang bisa membuat kita kembali bahagia. Semoga lagu-lagu dalam album “It’s Crowded Up Here” bisa menjadi soundtrack bagi sebagian dari teman-teman yang mendengarkan.

Kamu bisa merasa sedih, marah, dan juga bahagia sebagai seorang menusia dan semua itu harus diselebrasikan. Jangan paksa dirimu untuk bahagia kalau memang sedang bersedih, rasakan saja dulu. Lalu saat sudah merasa cukup, motivasi diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik atau cari hal-hal baru yang bisa membuat kita kembali bahagia.

Related Articles

Card image
Self
Belajar Menanti Cinta dan Keberkahan Hidup

Aku adalah salah satu orang yang dulu memiliki impian untuk menikah muda, tanpa alasan jelas sebetulnya. Pokoknya tujuannya menikah, namun ternyata aku perlu melalui momen penantian terlebih dahulu. Cinta biasanya dikaitkan dengan hal-hal indah, sedangkan momen menanti identik dengan hal-hal yang membosankan, bahkan menguji kesabaran.

By Siti Makkiah
06 April 2024
Card image
Self
Pendewasaan dalam Hubungan

Pendewasaan diri tidak hadir begitu saja seiring usia, melainkan hasil dari pengalaman dan kesediaan untuk belajar menjadi lebih baik. Hal yang sama juga berlaku saat membangun hubungan bersama pasangan.

By Melisa Putri
06 April 2024
Card image
Self
Berproses Menjadi Dewasa

Ada yang mengatakan usia hanyalah angka. Sebagian memahami hal ini dengan semangat untuk tetap muda, menjaga api dalam diri untuk terus menjalani hari dengan penuh harapan

By Greatmind
31 March 2024