Self Health & Wellness

Menghargai Diri

Dalam mendidik ketiga anak, ada tiga hal yang selalu saya ajarkan dan ingatkan mereka. Pertama adalah nilai-nilai keluarga. Mereka harus ingat dari mana mereka berasal; tradisi, budaya serta identitas diri mereka. Kedua, mereka harus tahu dan sadar hukum atau aturan yang berlaku di sekitar mereka, di mana pun mereka berada. Terakhir adalah menjaga kesehatan baik fisik maupun mental. Dengan begitu barulah mereka bisa menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. 

Materi atau kekayaan memang bisa jadi sebuah prestasi. Saya termasuk seseorang yang ambisius. Ketika muda, saya selalu mengejar target dan mencapainya. Menurut saya, jika ingin hidup nyaman, rumah dan pendidikan yang baik, kita butuh materi untuk mendapatkannya. Namun di satu titik hidup, makna kekayaan itu sendiri akan lambat laun pupus. Kekayaan bukan lagi tentang materi. Ada banyak sekali hal yang lebih penting dari materi. Bagi saya, ia menjadi amat penting ketika saya masih harus memberikan pendidikan dan kehidupan yang baik untuk anak-anak. Kini, di usia sekarang di mana anak-anak sudah bisa mandiri dan bertanggung jawab atas hidupnya sendiri, kekayaan buat saya adalah ketika saya sehat. Jadi yang sangat saya perlukan sekarang adalah kesehatan, kebahagiaan dan kesatuan rumah tangga, keluarga. Itu jauh lebih penting dari kekayaan secara materi. 

Saya mendapatkan pencerahan di kala menginjak umur 48. Saya merasa fisik sudah tidak lagi sama seperti di umur 30an. Kemudian saya bilang pada diri sendiri, “Saya harus berbuat sesuatu dan seperti harus berkomitmen untuk olahraga teratur dan memerhatikan nutrisi.” Akhirnya saya pergi ahli gizi dan memulai gaya hidup sehat sampai sekarang. Saya tidak lagi ingin punya lemak berlebih dalam tubuh sebab bertambahnya usia daya kerja tubuh pasti tak lagi sama seperti dulu. Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan makanan tapi kita harus bisa memilih mana yang baik dan tidak untuk tubuh. Selain itu, agar tubuh tetap fit kita juga butuh olahraga rutin. Setiap hari saya bermeditasi, pemanasan kurang lebih 20 menit lalu dilanjutkan dengan latihan reiki kurang lebih 10 menit. Inilah yang saya lakukan untuk memperbarui energi. 

Dengan menjaga kesehatan, itu berarti kita mencintai, menghargai, serta memelihara diri sendiri. Tuhan memberikan kehidupan dan tubuh yang kita miliki sekarang untuk bisa kita jaga. Jadi selama saya masih hidup di bumi ini, saya harus bisa menjaga jiwa dan raga. Tampilan fisik yang bisa disunting di berbagai aplikasi atau media sosial, semuanya semu. Penampilan di dunia maya tidak akan bertahan lama sebab esok hari akan ada lagi yang baru untuk membuat tampilan kita berbeda. Ketika selalu melihat tampilan orang lain di sosial media lebih baik, kita tidak akan pernah bahagia. Kebahagiaan datang dari dalam saat kita sudah bisa memberikan apresiasi pada diri. Ketika kita bisa berkata, “I’m worth it. Saya bahagia”, saat itulah kita sudah memberikan apresiasi pada diri sendiri. Terkadang memang ada pengorbanan yang harus dilakukan untuk bisa mendapatkan penampilan dan kesehatan. Banyak hal yang tidak bisa kita sentuh, makan atau lakukan untuk bisa terus fit dan sehat. Tapi nantinya kita bisa dapat jauh lebih banyak dari pengorbanan tersebut. Sesuatu yang bertahan lama dan nyata. Inilah yang selalu saya ingatkan juga pada anak-anak termasuk Lara. 

Dengan menjaga kesehatan, itu berarti kita mencintai, menghargai, serta memelihara diri sendiri.

Saya berasal dari Sumatera Barat di mana peran seorang wanita tidak hanya soal memasak atau mengurus anak. Di keluarga kami, wanita cukup dominan dan turut berpartisipasi dalam mengambil keputusan. Bahkan bisa dibilang wanita dari Sumatera Barat banyak yang mengambil kendali di rumah tangganya. Ini membuat saya jadi seorang wanita yang berani mengambil keputusan di luar rumah. Saya juga jadi bisa mengungkapkan aspirasi sebagai seorang individu. Menurut saya, nilai-nilai seperti ini berasal dari rumah. Ketika kita ingat nilai seperti apa yang diajarkan di rumah, budaya yang kita miliki, kita bisa punya identitas yang kuat di masyarakat. 

Begitulah saya selalu mengingatkan Lara agar ia tidak pernah lupa identitasnya sebagai orang Indonesia. Meskipun demikian, saya juga selalu mencoba untuk tetap menyeimbangkan nilai-nilai kebaratan yang dimiliki papanya. Jadi ia bisa bertumbuh dengan kedua budaya tersebut. Dengan mengetahui jati diri, ia bisa lebih percaya diri dan memahami self-worth sehingga tidak mudah membandingkan diri dengan orang lain. Apalagi ia bertumbuh di era digital dan media sosial seperti sekarang ini. Penting sekali untuknya bisa jadi diri sendiri, menghargai dan bersyukur atas kehidupan yang dimiliki. 

Ajaran-ajaran yang saya tanamkan pada Lara ternyata berbuah baik. Tahun lalu ia pergi ke Kanada untuk bersekolah di salah satu boarding school. Tentu saja saya membekalinya dengan praktek hidup sehat dan berbagai wejangan untuk bisa mengatur jadwal serta nilai-nilai yang saya sebutkan sebelumnya. Beruntung sekali ia mendapatkan highest achievement di sekolahnya. Padahal ia baru berada di tahun pertama. Betapa bangga sekali saya sebagai ibu atas prestasi yang diraihnya. Terutama saat tahu ternyata ia mengemban nilai-nilai yang saya ajarkan. 



 

Related Articles

Card image
Self
Tinggal Dalam Pluralisme

Keberagaman berpotensi memiliki dampak negatif dan positif. Pertama, membuat masyarakat yang tinggal dalam keberagaman memiliki toleransi tinggi. Tapi di satu sisi lain bisa membuat sebagian menjadi etnosentris, atau masyarakat yang cenderung memiliki sikap dan pandangan yang berpangkal pada budayanya sendiri.

By Wisnu Ikhsantama
17 April 2021
Card image
Self
Menilai Kesalahan

Takaran kesalahan setiap orang pasti berbeda-beda. Akan tetapi, menurutku pribadi kesalahan bisa diartikan jika kita melakukan sesuatu yang merugikan orang lain atau diri sendiri. Sebuah tindakan yang melewati batas-batas aturan tertentu.

By Ghaniyya Ghazi
17 April 2021
Card image
Self
Microflow: Menikmati Hal-Hal Sederhana

Saat masa pandemi ini, banyak orang mengeluh betapa bosannya mereka. Banyak aktivitas dilakukan untuk mengurangi rasa bosan, mulai dari menonton drakor berseri, membaca buku, bahkan memiliki hobi baru. Bisa jadi aktivitas tersebut memang menghilangkan kejenuhan kita, di satu sisi bisa jadi hal tersebut hanya pengalihan sementara. Bagaimana sebenarnya berdamai dengan situasi seperti ini? 

By Dr. Clara Moningka
17 April 2021