Self Lifehacks

Menghalau Penyesalan

Apapun yang terjadi pada kita manusia dan seluruh makhluk di bumi adalah atas kehendak Sang Pencipta. Semua yang kita miliki dan hadapi diberikan oleh-Nya termasuk hal-hal di luar rencana dan keinginan kita. Itu adalah aturan yang harus kita ikuti. Ketika kita memahami ini pada akhirnya kita akan lebih mudah menerima segala perkara yang menghampiri. Sehingga kata menyesal pun bisa dihindari untuk terucap.

Semua kita kembalikan pada-Nya. Seperti tidak mungkin memang jika saya bilang tidak pernah merasakan penyesalan. Tetapi begitulah adanya. Saya tidak pernah menyesal. Sejak kecil orang tua saya mengajarkan banyak tentang nilai kehidupan. Utamanya adalah nama baik. Menjaga nama baik seakan menjadi misi hidup saya di dunia. Oleh karena itu saya harus berusaha melakukan yang terbaik dalam hidup agar nama baik tidak tercoreng. Dengan demikian saya tumbuh menjadi pribadi yang tahu sebab akibat, tanggung jawab, serta risiko akan pilihan yang diambil. 

Apapun yang terjadi pada kita manusia dan seluruh makhluk di bumi adalah atas kehendak Sang Pencipta.

Mengapa? Sebab menyesal, pada akhirnya, tidak akan membawa kita ke manapun. Bahkan bisa dikatakan bahwa menyesali sesuatu hanya akan membuang waktu. Kita harus ingat bahwa masa depan tidak bisa dikendalikan. Tapi bisa dipersiapkan. Salah satu caranya adalah dengan mempertimbangkan masak-masak setiap langkah yang ingin diambil. Saya pribadi akan berusaha sebaik mungkin di masa sekarang agar masa depan saya baik. Tanpa menggantungkan harapan terlampau tinggi atas apa yang belum terjadi. Nyatanya, kita hanya akan kecewa harapan itu tidak terwujud. Kemudian kita akan mulai menciptakan penyesalan dalam diri yang berujung pada energi negatif. Bergantung pada diri sendiri dan pada-Nya dapat membantu kita untuk lebih berpasrah pada apa yang akan terjadi. Merelakan apakah nantinya akan sedih, gagal atau sekalipun bahagia. 

Misalnya saya menerima sebuah pekerjaan namun pekerjaan tersebut di tengah jalan tidak sesuai dengan keinginan. Apa yang bisa saya lakukan? Meratapi nasib dan menyesali keputusan? Rasanya tidak akan memberikan solusi pada masalah ini. Tidak membuat saya bergerak maju malahan hanya diam di tempat. Satu-satunya jalan adalah dengan menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas karena di awal saya sudah memutuskan menjalani pekerjaan itu. Nantinya setelah tuntas tinggal saya tanyakan kembali apakah ingin diteruskan atau tidak.

Sebab menyesal, pada akhirnya, tidak akan membawa kita ke manapun.

Secara sederhana, hidup hanyalah tentang menentukan pilihan. Kita harus menyadari di setiap pilihan pasti ada risiko dan konsekuensi. Seperti halnya saya sekarang ini sedang memilih karier sebagai prioritas utama. Intensitas saya dengan orangtua sudah pasti berkurang karena fokus saya pada pekerjaan. Sejak memutuskan ini saya pun sudah menguatkan hati agar siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Sewaktu-waktu terjadi peristiwa pada orang tua, saya sudah harus siap. Tidak boleh menyesali pilihan yang dibuat. Pasti ada rasa kecewa namun seringkali saya menguatkan hati dengan bilang, “Oke, mungkin ini tidak berjalan sesuai rencana atau kehendak tapi saya harus maju terus.”

Selain itu rasa sesal juga bisa kita hindari dengan belajar mengenali diri sendiri lebih dalam. Kita harus tahu kekurangan dan kelebihan diri sendiri sehingga paham bagian apa yang harus ditonjolkan dan yang baiknya disimpan sendiri saja. Ini menjadi penting karena kita nantinya bisa mengikuti suara hati yang menuntun pada keputusan tepat.

Rasa sesal juga bisa kita hindari dengan belajar mengenali diri sendiri lebih dalam.

Saya memiliki rasa khawatir yang cukup tinggi sehingga saya tahu membuat resolusi tahunan hanya akan memunculkan kekecewaan. Itulh mengapa saya mulai mengatur ekspektasi sesaat semakin mengenali diri sendiri. Daripada membuat resolusi tahunan, saya justru mengubahnya menjadi resolusi mingguan dengan pencapaian skala kecil, yang bisa diraih dalam waktu dekat. Dalam satu minggu apa saja yang bisa dilakukan. Di akhir tahun kumpulan pencapaian tersebut membuat saya menyadari bahwa saya sudah melakukan banyak hal. Memberikan apresiasi lebih pada diri sendiri. Tidak terkungkung pada pencapaian yang belum bisa dilakukan.

Related Articles

Card image
Self
Jangan Sampai Lupa Waktu

Dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan manusia biasanya memiliki motivasi tertentu. Kita terkadang sangat menikmatinya sampai bisa-bisa lupa waktu. Akan tetapi yang luput dari perhatian kita saat sedang fokus pada satu hal dengan unsur kenikmatan itu adalah adanya sifat lain yang muncul: adiktif.

By Dr. Rostiana S.Psi., M.Si.
16 November 2019
Card image
Self
Kekuatan Tidur Sejenak

Tidur sebagai salah satu kebutuhan utama manusia belakangan seringkali diabaikan oleh masyarakat urban. Tidur seakan hanya menjadi kebiasaan saja bukan kebutuhan. Padahal hanya pada saat tidurlah semua jaringan dalam tubuh bisa beregenerasi dengan sangat baik. Dengan memprioritaskan kualitas tidur kita dapat meningkatkan performa dalam beraktivitas sehari-hari.

By dr. Andreas Prasadja
16 November 2019
Card image
Self
Bercakap Bersama: Muhammad Khan

Kita berubah dengan berjalannya waktu. Itu pasti. Perjalanan waktu bisa menjadi ruang belajar untuk menerima diri sendiri apa adanya. Itulah setidaknya yang dirasakan Muhammad Khan. Sebagai aktor di layar lebar maupun individu di kehidupan nyata, ia selalu berusaha jujur, keterusterangan yang bagi saya menyegarkan, namun mungkin tidak selalu mudah diterima semua orang.

By Marissa Anita
16 November 2019