Self Work & Money

Mengendalikan Waktu

Waktu seolah lebih cepat berjalan saat kita dewasa. Benarkah demikian?

Sewaktu kita kecil, rasanya hari cenderung berjalan lambat. Saat baru pertama kali masuk bangku sekolah, mungkin kita merasa bersemangat karena merasa sebuah pengalaman baru. Namun, setelah sekian lama bersekolah, dengan melalui segala rutinitas kegiatan belajar, mengerjakan PR, ujian, lalu waktu libur yang terbatas, umumnya kita merasa waktu terasa lama sekali berjalan. Apalagi membayangkan, setelah enam tahun duduk di sekolah dasar, kita masih akan melewati tiga tahun lainnya di bangku sekolah menengah, tiga tahun di bangku jenjang berikutnya, dan beberapa tahun lagi di bangku kuliah untuk pada akhirnya merasakan bebas dari ujian dan PR akademis. Rasanya, lama sekali ya waktu berjalan. Dulu mungkin sempat kita membatin ‘ingin cepat-cepat lulus dan kerja supaya tidak merasakan ujian dan PR lagi’. Tapi, siapa bilang kehidupan setelah kita menamatkan bangku sekolah tidak bebas ujian?

Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa waktu terasa cepat berlalu seiring bertambahnya usia. Yang paling populer, menyatakan bahwa waktu akan terasa berlalu lebih cepat saat kita berada dalam sebuah rutinitas, tidak belajar sesuatu yang baru, dan terjebak dalam pola hidup. Kunci untuk membuat waktu terasa melambat adalah dengan memiliki pengalaman baru di setiap saat.

Kunci untuk membuat waktu terasa melambat adalah dengan memiliki pengalaman baru di setiap saat.

Mungkin kita merasa liburan kita yang berakhir minggu lalu terasa cepat sekali berlalu. Tapi, coba kita pikirkan kembali saat kita berada dalam hari-hari liburan tersebut. Umumnya, hari-hari liburan ini terasa bertahan lebih lama dibandingkan saat kita sibuk dengan mengerjakan rutinitas pekerjaan harian, yang bisa saja terasa repetitif dan membosankan. Kita mungkin mengeluh bila waktu liburan begitu cepat berlalu. Tapi, ini sebenarnya lebih karena kita menyukai dan merindukan waktu libur tersebut, bukan karena seolah waktu lebih cepat berlalu. Coba saja tanya rekan kerja atau klien kita begitu kita melangkah masuk ke kantor usai cuti. Mungkin mereka bisa saja berkata kita sudah cukup lama meninggalkan kantor karena ada banyak hal yang akhirnya sangat perlu untuk kita kerjakan.

Saat kita kecil, kita merasakan banyak hal yang merupakan pengalaman pertama. Pertama kali sekolah, pertama kali belajar sepeda, pertama kali lulus, pertama kali liburan, pertama kali mendapat uang jajan, pertama kali membeli barang sendiri, dan lain sebagainya. Hal ini membuat waktu tampak berlalu lebih lambat, karena segala sesuatu tentang momen tersebut terasa baru. Tapi, kita tidak akan selalu memiliki pengalaman pertama di sepanjang hidup. Atau bila pun kita mungkin baru mencoba sesuatu hal yang baru saat dewasa, bisa saja tidak terasa begitu bermakna seperti saat kita mengalami momen pertama kali di saat belia.

Oleh karena itu, sejumlah studi mengatakan, bila kita ingin membuat waktu berlalu dengan lebih terasa bermakna, maka sering kalilah lakukan sesuatu yang berbeda, dan untuk lebih sadar atau mindful mencurahkan perhatian kita atas hal yang tengah kita kerjakan. Saat kita pergi ke kantor misalnya, mungkin kita bisa mencoba dengan beberapa cara atau rute berbeda. Begitu pun saat kita tengah dalam perjalanan tersebut, alih-alih membiarkan pikiran kita mengawang atau memikirkan hal lain, coba alihkan perhatian pada hal-hal yang terjadi di sekeliling. Mungkin dengan mengamati langit, awan yang bergerak, atau sekedar melihat bangunan-bangunan yang kita lewati. Biasanya cara ini akan membuat kita merasa waktu bertahan lebih lama.

Mungkin kita tidak bisa menghentikan atau melambatkan waktu, tapi, kita bisa selalu mengatur waktu yang kita miliki untuk hal-hal yang penting dan bermakna bagi kita.

Dari sudut pandang ini, kita tidak harus menganggap waktu sebagai musuh. Mungkin kita tidak bisa menghentikan atau melambatkan waktu, tapi, kita bisa selalu mengatur waktu yang kita miliki untuk hal-hal yang penting dan bermakna bagi kita. Wajar bila kita selalu memiliki banyak rencana dan keinginan. Namun, alih-alih mencoba memaksakan melakukan semuanya di satu waktu, kita bisa mencoba untuk menyeleksi dan melakukan prioritas mana yang lebih berharga untuk mendapat perhatian serta waktu kita. Misalnya, daripada memenuhi keinginan sejumlah klien untuk meeting secara tatap muka di waktu yang kurang lebih bersamaan, mungkin kita bisa memilih mana yang kira-kira dapat dilakukan melalui email atau virtual terlebih dahulu untuk lebih efektif menggunakan waktu.

Begitu pun dengan  faktor-faktor pendukung gaya hidup kita lainnta seperti kegiatan perbankan. Tidak bisa dipungkiri, aktivitas perbankan dan perencanaan keuangan merupakan salah satu hal penting yang selalu mengiringi kita di setiap harinya. Mulai dari membeli segala kebutuhan, membayar tagihan, hingga merencanakan anggaran, hampir setiap hari kita akan selalu bersentuhan dengan hal-hal ini, yang kadangkala dapat menghabiskan waktu tersendiri bila kita masih harus melakukannya terbatas di tempat-tempat tertentu saja.

Banyak dari kita yang memilki rencana dan keinginan untuk upgrade kehidupan yang kita jalani. Dengan gaya hidup sekarang yang berjalan serba cepat dan dinamis, salah satu  cara untuk menyiasati kemudahaan aktivitas perbankan adalah dengan memanfaatkan fitur perbankan seperti PermataBank Preferred  yang memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan perencanaan keuangan yang  bisa dipantau melalui PermataMobile X di manapun dan kapanpun.

PermataBank Preferred memahami pentingnya arti sebuah tujuan, rencana dan keinginan bagi kita dengan memberikan sejumlah layanan yang mudah dan nyaman. Dengan penempatan dana minimal seratus juta rupiah, kita dapat menikmati seluruh layanan dan fasilitas PermataBank Preffered seperti bebas biaya transaksi di PermataMobile X dan PermataNet, bebas biaya tarik tunai di seluruh jaringan ATM, bebas biaya navigator, beban biaya tahunan PermataReward Card, cashback sebesar 10% di sejumlah department store, serta keuntungan mendapatkan cashback sebesar 30% untuk birthday treats di saat kita berulang tahun.

Karena waktu adalah salah satu aset paling berharga yang kita miliki, #WujudkanRencana kehidupan bahagia yang kita miliki, saat ini juga.

Related Articles

Card image
Self
Manusia Makhluk Egois

Kita itu egois. Manusia pada dasarnya memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda, ada yang baik hati, ramah, penyayang dan ada juga yang pemarah, kasar, dan egois. Orang yang egois pada umumnya adalah orang yang sulit untuk dihadapi dan diajak berkomunikasi. Sadarkah kita bahwa sebenarnya setiap orang memiliki sisi egosi, hanya kadarnya saja yang beragam. Ada yang halus ada juga yang dominan.

By Ardy Wu
09 October 2021
Card image
Self
Memahami Beragam Dimensi Dalam Diri

Diri kita sebenarnya adalah gabungan dari banyak hal. Self concept sangat bersifat multidimensional. Diri kita bukan hanya sebatas aspek-aspek yang bisa kita lihat. Sebenarnya ini menenangkan, dalam artian jika kita merasa belum maksimal dalam satu dimensi, bisa jadi pada dimensi-dimensi lain lebih positif.

By David Irianto
09 October 2021
Card image
Self
Menafsirkan Penantian dan Rasa Sepi

Penafsiran rasa sepi bagi setiap orang bisa saja berbeda-beda. Spektrum rasa sepi juga sebenarnya sangat luas. Menurutku rasa sepi sangat bergantung kepada bagaimana kita memosisikan diri kita sendiri. Tanpa rasa sepi juga kita tidak akan bisa memahami apa itu rasa rindu dan tidak menghargai waktu menunggu saat kita menginginkan hal ataupun kehadiran orang yang kita butuhkan dalam hidup. Menurutku dalam kadar yang cukup, sebenarnya rasa sepi bisa dinikmati.

By Caldera
02 October 2021