Self Lifehacks

Mengatasi Jenuh

Rasa jenuh adalah hal yang sangat lumrah kita rasakan saat mengerjakan sesuatu dalam jangka panjang. Kejenuhan sayangnya mungkin bukan hal yang bisa kita atur, ia adalah hasil dari sebuah rutinitas berulang yang kita jalani. Bermusik bersama sebagai kakak beradik dan juga sebuah band membuat The Overtunes juga pernah merasakan fase ini. Kali ini Mada, Reuben, dan Mikha membagikan pengalamannya bersama Greatmind dalam mengatasi rasa jenuh dan mengeksplorasi perspektif baru.

Reuben (RE): Lo pertama tahu kita sama-sama jenuh tapi, rasanya jenuh, tapi nggak tahu, tapi nggak ada yang mau bilang?

Mikha (MI): Sebenarnya, sih, nggak terlalu kerasa ada tensi nggak sama-sama bilang, Karena aku ngerasa kalau aku sendiri masih seneng aja di musik, Mada juga masih seneng aja. Kayak dulu sebelum pandemi masih sering manggung, sebenarnya living the dream banget lah sebagai musisi. Manggung, bikin album, manggung terus orang nyanyiin (lagu) balik itu kan seneng banget. Cuma sadar pas pertama kalinya, di tengah-tengah kita manggung itu, manggungnya seru tapi ketika turun atau perisapan sebelum manggung nggak seseru sebelumnya. Nggak seseru dulu, misalnya lagunya bisa kita apain, setiap nge-jam bisa sampai setegah jam hanya musik tanpa bicara. Itu perlahan hilang, sih

Mada (MA): Sebenernya udah ada obrolan di belakang panggung bilangnya ini udah kayak rutinitas. KIta udah hafal set listnya, udah hafal semuanya.

RE: Bahkan udah nggak deg-degan lagi. Itu tanda-tanda, sih.

MI: Ada juga masa-masa saling menyalahkan atau mungkin setiap selesai manggung, kok, kita kayak kurang sesuatu. Setiap ada satu orang yang dikritik juga ya, ya sudahlah. Selesai aja pokoknya, manggung aman, setelah itu kita hidup biasa lagi. Kayaknya dari situ. Udah ada tanda-tanda jelas bahwa sebenernya kita udah jenuh. Tapi seperti yang udah aku bilang, yang pernah bilang jenuh itu Reuben doang, itu pun jauh sebelum (break) itu.

RE: Iya, karena gue tahu kalo gue merasa jenuh terus lama, pasti akan buruk buat semuanya.

MI: Untungnya kita sama-sama menerima saat pandemi dan akhirnya rehat. Jadi ada momen buat kita untuk step back dari kegiatan yang biasa kita lakukan setiap hari ada waktu untuk benar-benar merefleksikan diri, jadi kita tahu apa yang sebenarnya kita butuh sebagai individu. Tapi waktu pertama Reuben bilang itu lumayan (kaget) itu, sih.

RE: Iya, itu juga sebenarnya gue yang kurang dewasa atau kalian yang juga menerimanya berlebihan? Gue dimarahin Papa, sih.

MI: Jadi pas pertama kali Reuben bilang dia jenuh, itu dua tahun sebelum 2019.

RE: Dan bahasanya pun nggak jelas. Gue cuman bilang, kayanya gue mau keluar aja deh dari band.

MI: Iya tapi bukan jenuh, sih.

MA: Itu udah kayak krisis nggak sih? Dia kayak krisis identitas.

MI: Sebenarnya bukan sesuatu yang mengagetkan buat kita karena kita kakak beradik jadi sebenarnya kita tahu banget masing-masing kalau melakukan apa datangnya dari mana kita tahu. Kalau ada bibit-bibit perubahan (sikap) itu kita tahu. Jadi, kala itu Reuben bilang mau pindah jalur kayaknya mau kuliah lagi. Bahkan dulu sempet bilang mau nikah. Reuben kalo ekstrem, ekstrem banget jadi dia mau mengejar hidup sebagai akademisi, itu pun kita udah lihat dari pertama tapi kaget aja ketika Reuben bilang gitu. Mungkin Mada, sih, yang sempet merasa ada betrayal. Gue kuliah berhenti loh demi The Overtunes masa Reuben mau keluar? Mungkin ketegangan antar keluarganya baru berasa di situ.

MA: Itu parahnya karena sehari setelah kita perpanjangan kontrak sama label. Sehari kita tanda tangan kontrak, besoknya dia mau keluar. Jadi marahnya dari situ aja, nggak terlalu gimana juga. Tapi akhirnya setelah lo (Reuben) pikir-pikirin lagi pasti ada lah sedikit ketidakadilan di situ. Masalahnya The Overtunes lagi planning untuk album kedua.

RE: Tapi bener, sih. Album kedua The Overtunes itu sampai masuk nominasi AMI (Anugerah Musik Indonesia), kalau Mikha sama Mada kerjanya nggak serius, parah sih. Untuk kalian lagi nulis lagu banyak banget, gue lagi hancur banget, sih.

MI: Jadi kalau bisa disimpulin, jenuhnya Reuben pas dikasih tahu kita lumayan kaget tapi nggak pernah satu show pun tanpa Reuben. Untungnya kita bisa meyakinkan Reuben untuk lanjut dulu sekaligus mikir mau lanjut kuliah apa. Selama masa itu, untungnya The Overtunes terus jalan dan kalau melihat lagi sekarang untung kita nggak break di masa itu karena tahun 2020 udah paling pas karena itu break yang kita bertiga sama-sama butuhkan dibanding terakhir kali.

Semakin yakin kalau manusia nggak bisa statis, kita nggak bisa hidup terlalu nyaman dan melakukan rutinitas yang sama terus. Secara natural kita menginginkan perubahan. Pengaruhnya nggak baik lah untuk melakukan hal yang sama terus, juga nggak banyak menuntut untuk mendapat yang lebih. Aku juga saking banyaknya waktu untuk mikir, sampai bikin album solo yang juga berputar di topik itu. Mungkin itu simpulan dari masa kejenuhan. Reuben mikir mau pindah dari musik. Aku simpulkan dalam satu album itu, bahwa manusia memang seharusnya berubah dan semuanya nggak bisa dipaksakan.

Semakin yakin kalau manusia nggak bisa statis, kita nggak bisa hidup terlalu nyaman dan melakukan rutinitas yang sama terus. Secara natural kita menginginkan perubahan.

MA: Menurut gue, jenuh itu mengajarkan bahwa nggak masalah bagi kita untuk ambil waktu istirahat. Jadi, sebenarnya jenuh hadir karena rutinitas dan dengan cepatnya dunia bergerak sekarang nggak ada salahnya untuk mundur selangkah dan merefleksikan diri. Tentuin lagi di titik mana kita bisa mulai melangkah lagi.

Menurut gue, jenuh itu mengajarkan bahwa nggak masalah bagi kita untuk ambil waktu istirahat. Jadi, sebenarnya jenuh hadir karena rutinitas dan dengan cepatnya dunia bergerak sekarang nggak ada salahnya untuk mundur selangkah dan merefleksikan diri. Tentuin lagi di titik mana kita bisa mulai melangkah lagi.

RE: Menurut gue orang nggak boleh menjalani kehidupan dengan kejenuhan dan telalu banyak mengeluh. Maksudnya, betapa sebenarnya kita tahu banyak hal dalam kehidupan ini yang layak disyukuri dan dihidupi dengan semangat. Banyak hal yang bisa kita sesali atau kita keluhkan tapi ada lebih banyak hal lain yang juga layak dihidupi. Jenuh mungkin adalah sebuah indikasi, apakah dia salah tempat itu pertanda dari diri kita sendiri. Mungkin cara aku menghidupi diri sekarang ini memang nggak bener atau pas. 

Banyak hal yang bisa kita sesali atau kita keluhkan tapi ada lebih banyak hal lain yang juga layak dihidupi. Jenuh mungkin adalah sebuah indikasi, apakah dia salah tempat itu pertanda dari diri kita sendiri.

Dulu mungkin gue salah memaknai hidup sebagai musisi, gue merasa ini adalah kompetisi. Kalau ini adalah kompetisi yang nggak akan gue menangkan kenapa harus main? Tingkat musikalitas gue mungkin nggak akan pernah menang dari gitaris lain, mungkin seperti itu dulu. Sekarang bersyukur bisa nulis lagu untuk mengekspresikan perasaan dan gue punya cara gue sendiri yang mungkin orang lain nggak punya, jadi ya disyukuri aja. Juga mungkin menghilangkan sekat-sekat antara seni lain, misalnya oh penulis lagu dan penulis novel juga punya kesamaan. Jadi seniman atau ilmuan juga punya kesamaan.

Aku mungkin akan mencari solusi lewat mikir, misalnya merasa jenuh atau ada yang perlu diulang dalam hidup nggak masalah untuk ambil waktu dan dipikirkan dengan serius. Kenapa aku jenuh ya? Hadapi aja jangan dihindari. Mungkin biasanya kita jadi makan banyak atau main game padahal di dalam diri sebenarnya sedang krisis identitas. Coba duduk dan berdialog dengan diri sendiri, mungkin ada juga yang menganjurkan untuk bertemu dengan professional. Hal itu juga bisa membantu karena kita mungkin nggak bisa selalu sendiri, jadi aku saranin pikirin aja dengan baik kenapa jenuh dan seiring waktu semoga solusinya juga bisa ditemukan.

MA: Untuk semua temen-temen yang mungkin mau memulai lagi, ketika kalian dapat kesempatan jangan dianggap sepele, karena kita nggak pernah tahu kalau kita jalankan dengan serius ternyata bisa menjadi langkah besar buat kalian. Kadang jalan kehidupan itu lucu, hal yang tidak kita pikirkan atau mimpi tergila kita bisa saja tercapai. Jangan meremehkan kesempatan yang datang ke kalian.

Kadang jalan kehidupan itu lucu, hal yang tidak kita pikirkan atau mimpi tergila kita bisa saja tercapai. Jangan meremehkan kesempatan yang datang ke kalian.

MI: Yang mau restart lagi untuk melakukan hal yang sempat dirasa jenuh yang kita perlukan mungkin adalah perspektif baru. Kejenuhan mungkin datang dari mindset yang sama dan rasa bosan karena melakukan hal yang berulang. Terkadang kita hanya perlu sudut pandang lain untuk mengingatkan kita betapa berharganya hal yang sedang atau pernah kita lakukan. Jadi, sebenarnya jenuh nggak bisa dipaksakan hilang, kadang itu hanya akibat dan bukan sesuatu yang bisa kita pilih. Kalau aku bisa kasih saran adalah lakukan hal yang nggak biasa kita lakukan. Perpektif baru nggak datang dari kita diam dan melakukan hal bisa lalu tiba-tiba berubah. 

Kejenuhan mungkin datang dari mindset yang sama dan rasa bosan karena melakukan hal yang berulang. Terkadang kita hanya perlu sudut pandang lain untuk mengingatkan kita betapa berharganya hal yang sedang atau pernah kita lakukan. Jadi, sebenarnya jenuh nggak bisa dipaksakan hilang, kadang itu hanya akibat, dan bukan sesuatu yang bisa kita pilih.

Manusia butuh proses yang rumit untuk bisa membuat kesimpulan yang membantu kita belajar. Jadi, coba aja ketemu orang baru, lakukan hal yang nggak biasa dilakukan sebelumnya. Sadari betul hal yang kita lakukan sekarang ada nggak peraturan yang sebenarnya bisa kita abaikan. Misalnya di musik, kalau biasanya saat manggung kita dikasih waktu 60 menit untuk entertaint orang yang ada di sana tadinya mungkin kita harus dateng, bawa alat musik, nyanyi. Padahal kita bisa anggap itu seperti kavas kosong, tidak ada peraturan yang pasti, meskipun di setiap bidang berbeda-beda juga pasti peratuannya. Kalau dari aku, jika kalian mau melakukan itu kembali make sure ada sesuatu yang baru jadi jangan diam saja dan menunggu itu datang, cari aja hal-hal yang bisa kalian pelajari sebagai manusia. Semoga perspektif baru itu datang kembali. 

Jika kalian mau melakukan itu kembali make sure ada sesuatu yang baru jadi jangan diam saja dan menunggu itu datang, cari aja hal-hal yang bisa kalian pelajari sebagai manusia. Semoga perspektif baru itu datang kembali. 

Related Articles

Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024
Card image
Self
Melihat Dunia Seni dari Lensa Kamera

Berawal dari sebuah hobi, akhirnya fotografi menjadi salah satu jalan karir saya hingga hari ini. Di tahun 1997 saya pernah bekerja di majalah Foto Media, sayang sekali sekarang majalah tersebut sudah berhenti terbit. Setelahnya saya juga masih bekerja di bidang fotografi, termasuk bekerja sebagai tukang cuci cetak foto hitam putih. Sampai akhirnya mulai motret sendiri sampai sekarang.

By Davy Linggar
04 May 2024