Self Work & Money

Menentukan Tujuan dalam Karir

Kemal Ranadireksa

Penulis & Pengusaha

Saya mengawali karir bahkan sebelum resmi lulus kuliah. Pekerjaan pertama saya adalah seorang karyawan perusahaan swasta yang saya jalani sembari menyelesaikan skripsi. Saat menjalankan pekerjaan pertama, saya tidak mementingkan berapa penghasilan yang diterima, fokus saya adalah untuk belajar, menambah pengalaman, dan mengenal lebih banyak orang. Mengenal lebih banyak orang dalam konteks bekerja tidak hanya mengenal sesama rekan kerja tetapi juga bos, konsumen, dan seluruh orang yang terlibat di dalamnya. Bagi saya mengenal banyak karakter manusia itu sangat penting, sehingga kita dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan lebih baik.

Mengenal lebih banyak orang dalam konteks bekerja tidak hanya mengenal sesama rekan kerja tetapi juga bos, konsumen, dan seluruh orang yang terlibat di dalamnya. Bagi saya mengenal banyak karakter manusia itu sangat penting, sehingga kita dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan lebih baik.

Waktu awal bekerja saya sama sekali tidak mempermasalahkan tekanan pekerjaan, namanya juga masih baru belajar. Saya menjalani lembur dengan perasaan suka cita. Ketika akhirnya saya lulus kuliah, saya masih lanjut bekerja di perusahaan yang sama. Gajinya terbilang cukup besar pada masanya, kemudian sekitar dua tahun setelahnya saya menikah. Beberapa tahun setelah lulus kuliah saya sempat kembali kumpul bersama teman-teman sebaya, ketika mereka bercerita mengenai pekerjaan mereka yang mendapatkan pelatihan di sana-sini. Saya pun kemudian mulai berpikir untuk mencari pekerjaan lain.

Saya mencoba melamar ke tiga perusahaan, tapi perusahaan pertama yang menerima saya adalah Bank Dagang Negara (BDN). Saya sebenarnya lulusan Teknik Industri namun entah mengapa saya selalu ingin bekerja di sektor yang bertemu dengan banyak orang. Saya merasa bank adalah sektor yang cocok dengan tujuan saya. Berhubungan dengan beragam sektor lainnya sehingga saya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan berbagai karakter manusia yang berbeda-beda. Kebetulan ayah mertua saya juga mantan direktur di sana, saya baru mengerti kemudian mengapa bekerja di bank ternyata butuh referensi. Mungkin sebagian akan menganggap ini KKN. Sebenarnya referensi ini menjadi penting karena kalau ada karyawan yang bermasalah, bisa dilacak sumber referensinya dari siapa.

Berbicara soal gaji, sebenarnya pendapatan saya di bank ini hanya sepertiga dari gaji saya di perusahaan sebelumnya. Dengan kondisi saya yang sudah berkeluarga bahkan punya anak, secara gaji saya dianggap masih lajang. Tapi karena saya merasa ini adalah bidang pekerjaan yang sejalan dengan tujuan saya, maka saya bertekad untuk bisa bertahan walau pendapatan menurun drastis. Salah satu alasan saya untuk pindah kerja karena di perusahaan sebelumnya tidak pernah mendapat kesempatan untuk training. Saya selalu bercita-cita untuk S2, saya tidak ingin hanya fokus pada gaji tapi saya juga ingin pengetahuan saya bertambah. Setelah bekerja selama dua tahun di bank, ternyata ada program untuk sekolah ke Amerika, wah, itu kesempatan yang sangat luar biasa untuk saya.

Menurut saya ada tiga hal yang menjadi kunci utama dalam bekerja. Pertama adalah pola pikir. Entah kita masih muda atau sudah senior kita harus bisa memahami peran kita dalam organisasi. Apa peran, tujuan, dan kontribusi kita dalam lingkup pekerjaan. Kedua, kita harus bisa menjadi center of influence. Menjadi pribadi yang bisa menyinari lingkungan. Membuat kehadiran kita di lingkungan pekerjaan menjadi kehadiran yang membahagiakan. Selalu memberikan yang terbaik semampu kita kapanpun, di manapun kita bekerja. Ketiga, jujur. Semua orang bisa pintar tapi kejujuran tidak ada sekolahnya. Kejujuran didapatkan dari rumah, hasil bimbingan dari orang tua dan keluarga.

Ketika memilih pekerjaan pertama mungkin banyak yang berkata harus sesuai passion dan menurut saya itu sah. Setiap orang memiliki minatnya masing-masing, setiap individu berhak memilih bidang pekerjaan yang mereka inginkan. Memilih pekerjaan karena bos yang menurut saya keliru. Kalau ternyata atasan kita tidak sesuai harapan, nanti kita bisa depresi sendiri. Kalaupun mendapat bos yang tidak sesuai harapan, anggap itu menjadi kesempatan bagi kita untuk belajar. Belajar untuk tetap mengerjakan yang terbaik dalam keadaan apapun. Organisasi dalam pekerjaan selalu berubah, pikirkan ini sebagai kesempatan bagi kita untuk bisa mengenal lebih banyak karakter manusia.

Kalaupun mendapat bos yang tidak sesuai harapan, anggap itu menjadi kesempatan bagi kita untuk belajar. Belajar untuk tetap mengerjakan yang terbaik dalam keadaan apapun. Organisasi dalam pekerjaan selalu berubah, pikirkan ini sebagai kesempatan bagi kita untuk bisa mengenal lebih banyak karakter manusia.

Berdasarkan pengalaman 37 tahun saya bekerja. Bagi anak-anak muda yang baru merintis karir, ingat kembali apa tujuan kita bekerja. Ada baiknya untuk tidak menjadikan kaya dalam waktu singkat sebagai tujuan. Karena hal ini bisa saja mengarahkan kita untuk melakukan segala cara dalam mencapai hal tersebut. Yang sangat mahal adalah proses dimana kita mendewasakan diri, mendalami, menikmati, sampai menguasai pekerjaan kita, itu adalah hal yang harus kita lakukan. Untuk anak muda, yang masih gamang apakah karir yang dipilih sudah benar, mungkin juga bisa mempertimbangkan konselor. Baik konselor dari kantor maupun dari luar agar tidak salah mengambil tindakan.

Ada baiknya untuk tidak menjadikan kaya dalam waktu singkat sebagai tujuan. Karena hal ini bisa saja mengarahkan kita untuk melakukan segala cara dalam mencapai hal tersebut. Yang sangat mahal adalah proses dimana kita mendewasakan diri, mendalami, menikmati, sampai menguasai pekerjaan kita.

Kesuksesan menurut saya dapat dicapai dengan dua hal yaitu komunikasi dan koordinasi. Banyak masalah di kantor muncul karena faktor ego, banyak yang tidak mau mengalah dan tidak bersedia untuk saling mendengarkan. Kunci sukses bagi semua organisasi adalah komunikasi yang baik, santun, dan mau mendengarkan orang lain. 

Related Articles

Card image
Self
Membentuk Rutinitas Dengan Journaling

Kita semakin terbiasa mencatat apa pun di handphone. Namun masih banyak individu yang merasa lebih nyaman untuk mencatat atau menulis di buku menggunakan pulpen. Kegiatan ini, termasuk journaling sebenarnya dapat melatih ingatan kita. Dengan menulis menggunakan tangan, otak kita dapat dengan lebih mudah mengingat apa yang dicatat.

By Greatmind X The Self Hug
15 January 2022
Card image
Self
Live Optimally: 25 Jam dalam Sehari

Sering kali 24 jam dalam sehari rasanya tidak cukup. Bisa jadi karena pekerjaan kita yang terlalu banyak, kemampuan kita yang kurang efisien untuk menggunakan waktu, atau karena kita terkadang suka memprioritaskan hal yang salah. Apa pun alasannya, it seems so hard to make friends with time.

By Rama Satya
15 January 2022
Card image
Self
Menentukan Prioritas dalam Tujuan

Salah satu ajaran dari keluargaku adalah hidup harus jelas, kita harus punya tujuan apa yang ingin dilakukan di masa depan. Kemudian tujuan tersebut dibagi untuk jangka pendek dan jangka panjang. Secara umum, aku merasa mulai butuh menentukan tujuan mulai dari SMA. Saat SMA kita harus mulai menentukan jurusan kuliah yang kita suka karena akan berhubungan dengan karir kita dalam jangka panjang.

By Nadhira Afifa
15 January 2022