Self Health & Wellness

Menemukan Kembali Semangat Hidup

Ada banyak kejadian kurang menyenangkan yang pernah saya alami. Salah satu yang paling memengaruhi diri saya hari ini terjadi di tahun 2011 lalu. Pasa saat itu, saya masih seorang mahasiswa dan harus berupaya untuk mencukupi kebutuhan hidup saya sendiri karena menghadapi perbedaan sudut pandang dengan keluarga. Setelah memutuskan untuk keluar rumah, selama satu tahun saya harus berusaha membiayai diri saya sendiri meski ibu saya masih tetap membantu tapi itu adalah kali pertama saya mulai mandiri. 

Setelah menjalani hal tersebut selama satu tahun, saya merasa mulai kehilangan semangat untuk hidup. Merasa terlalu banyak masalah yang hadir di waktu yang bersamaan membuat saya kesulitan untuk menghadapi stress hingga berujung menimbulkan keinginan untuk mengakhiri hidup. Sudah beberapa kali sebenarnya pikiran ini muncul, pertama kali saat saya masih berusia 15 tahun. Saya tumbuh dengan orang tua yang sering kali bertengkar, hingga akhirnya berpisah saat saya berumur 10 tahun. Semenjak itu saya merasa ada banyak masalah yang saya rasakan terutama dari lingkungan sekitar saya. 

Kepindahan saya ke Jakarta pada tahun 2016 lalu sebenarnya diawali dengan niat untuk bisa kembali pulih dan menghidupi hidup saya dengan sebenar-benarnya. Kala itu saya mengalami gangguan mental bipolar disorder, saya mendapat diagnosa ini sejak tahun 2012. Selama empat tahun saya mencoba beragam cara untuk bisa merasa lebih baik, mulai dari menemui psikolog, psikiater, rukiah, dan berbagai cara lainnya tapi saya merasa rangkaian cara tersebut tidak optimal dan saya merasa tidak bisa berfungsi dengan baik.

Kemudian saya bertemu dengan tante saya yang kebetulan adalah seorang praktisi meditasi di The Golden Space Malaysia dan juga pengajar di The Golden Space Indonesia. Saat mendengar kata meditasi saya merasa mungkin cara yang cocok untuk bisa membuat saya merasa lebih baik. Meski entah apa yang menjadi dasar dari pemikiran ini akhirnya saya memutuskan untuk mencoba dan kemudian pindah ke Jakarta.

Berangkat dari pengalaman saya menghadapi masalah dan juga perjalanan saya mencari keinginan dan alasan untuk melanjutkan hidup, sedikit demi sedikit saya mulai menemukan kekuatan dalam diri saya. Tantangan hidup memang tidak akan berkurang, hanya saja kegigihan saya untuk tetap hidup semakin kuat setelah melakukan meditasi. Untuk itu saya ingin berbagi kepada teman-teman yang juga sedang mengalami hal serupa, saya ingin memberikan kembali apa yang telah saya alami dan pelajari. Itulah alasan saya mulai menjadi seorang praktisi meditasi di The Golden Space Indonesia.

Tantangan hidup memang tidak akan berkurang, hanya saja kegigihan saya untuk tetap hidup semakin kuat setelah melakukan meditasi.

Berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan orang lain untuk menemukan kembali semangat hidup pada dasarnya memberikan saya kepuasan batin yang tidak bisa dijelaskan. Ada sebuah kepuasan dalam diri yang mengatakan bahwa ternyata hidup saya sekarang masih memiliki makna.

Mungkin ilmu yang saya miliki dan bagikan masih sedikit, tapi ketika itu bisa menjadi manfaat bagi orang lain, bagi saya ini adaah hal yang tidak ternilai harganya. Satu yang ingin saya sampaikan bagi teman-teman yang mungkin tengah mencari semangat untuk hidup.

Hidup pasti ada tantangan dan naik turun, tapi temukanlah alasanmu untuk hidup dan melanjutkan perjalananmu. Temukan di dalam dirimu keinginan dan kekuatan untuk terus melanjutkan hidup.

Related Articles

Card image
Self
Hidup Tanpa Penyesalan

Setiap orang tentu pernah mengambil keputusan yang salah, entah itu berdampak pada hidup kita sendiri atau bahkan juga berpengaruh pada hidup orang-orang di sekitar kita. Meski begitu kesalahan tidak selalu berujung pada penyesalan.

By Greatmind
24 February 2024
Card image
Self
Janji Untuk Menyayangi Sepenuh Hati

Terkadang kita melihat kata janji, apalagi yang diucapkan oleh pasangan sebagai kata-kata manis tanpa arti. Padahal, sebenarnya janji adalah bentuk dari komitmen yang harus dijaga.

By Alvares
24 February 2024
Card image
Self
Kesadaran: Pemotong Ilusi Waktu

1 hari = 24 jam. Rasanya semua orang tahu "fakta" ini. Dengan estimasi 15 derajat garis bujur per jam, seluruh dunia ini terbagi menjadi zona-zona waktu. Tetapi apakah seseorang yang tinggal di zona WIT (Waktu Indonesia Timur) hidup di masa depan dan yang tinggal di zona WIB (Waktu Indonesia Barat) hidup di masa lalu?

By Sugiarto
17 February 2024