Self Lifehacks

Menemukan Kembali Diri dan Kebahagiaan

Setelah 10 tahun menjalani rutinitas sebagai seorang karyawan, saya akhirnya mengambil keputusan untuk mencoba menemukan cara baru dalam memaknai kebahagiaan. Ketika masih mengemban status sebagai karyawan, hidup saya bisa dikatakan memiliki beragam privilege. Tidak bisa dipungkiri, pengalaman bekerja di industri media, film, hingga fashion retail memberikan saya beragam keuntungan. Terlebih saat menjadi bagian dari sebuah brand fashion mewah, bisa dikatakan itu adalah sebuah pekerjaan impian saya yang akhirnya terwujud.

Terlepas dari segala keuntungan dari segi ekonomi dan jejaring yang saya dapatkan, tentu dunia kerja terutama di kantor selalu penuh dengan dinamika. Saya dari dulu memang tidak banyak berubah, seseorang yang sering kali nekat dalam mengambil kesempatan yang ada dan juga gaya bicara saya yang jujur apa adanya. Berkerja di industri yang tadinya saya gemari sebagai hobi, seiring waktu saya baru menyadari bahwa ternyata ini bukan bidang yang bisa saya nikmati sebagai sebuah pilihan karir. Hal ini kemudian terakumulasi dan berujung pada stress yang saya alami saat datang bekerja.

Tekanan yang saya simpan selama bertahun-tahun ini kemudian berdampak pula pada kesehatan fisik dan psikis saya. Mulai dari bahu dan leher yang terus menerus terasa kaku, hingga ekspresi wajah mengernyit yang membuat saya rasanya sulit tersenyum lepas. Bahkan pada masa itu, saya merasa menjadi seseorang yang sangat sinis dan penuh dengan pikiran negatif akan diri saya maupun kesuksesan orang lain. Menyadari bahwa saya tidak ingin keadaan ini berlangsung selamanya, akhirnya saya mencoba segala macam cara untuk bisa menemukan kembali diri yang sebelumnya saya kenal.

Saat saya mencoba untuk konsultasi ke dokter, ternyata jawaban yang diberikan pada dasarnya cukup singkat, stress. Setelah beberapa waktu berusaha bertahan dengan mengonsumsi pain killer, minyak angin, hingga koyo saya merasa tidak mungkin saya minum obat terus menerus seperti ini untuk merasa lebih baik.

Ketika itu, saya mulai berkenalan dengan essential oil. Kamu juga mungkin masih ingat, masa di mana sebuah brand essential oil dan diffuser benar-benar tren. Semua oil blend yang mereka punya sudah saya coba. Mulai dari brain power, clarity, hingga believe you name it I’ve tried it all. Tapi semuanya tidak bekerja dengan optimal karena memang saya belum paham sebenarnya apa yang terjadi di diri saya dan apa yang sebenarnya saya butuhkan. Karena badan saya rasanya sudah mulai meronta-ronta, akhirnya saya mulai menjelajahi segala macam metode terapi ataupun kelas-kelas yang sekiranya bisa membantu saya kembali pulih.

Lalu di tahun 2017 saya berkenalan dengan sebuah metode bernama bach flower yang pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh mendiang Reza Gunawan. Bach flower merupakan sebuah modalitas yang membantu manusia untuk menyeimbangkan emosi melalui bunga yang kemudian kita konsumsi. Di bach flower sendiri ada 38 bunga yang merepresentasikan emosi manusia. Saat mulai belajar modalitas ini entah kenapa saya merasa lebih tenang. Berbekal kelas-kelas yang saya ikuti dan informasi dari internet saya akhirnya memulai Kiloalta di tahun yang sama.

Kiloalta juga akhirnya mempertemukan saya dengan teman-teman yang juga merasa mulai tersesat dalam hidupnya, bingung sebenarnya arah mana yang mereka ingin tuju. Saat mendengar itu, saya sangat paham seperti apa rasanya, because I was there before. Ini bukan melulu tentang passion, menurut saya ini adalah tentang koneksi kita dengan diri sendiri. Saat kita tidak lagi merasa terhubung dengan diri sendiri, kita tidak akan bisa melakukan apapun.

Saat kita tidak lagi merasa terhubung dengan diri sendiri, kita tidak akan bisa melakukan apapun.

Setelah setahun berkenalan dengan bach flower dan memulai Kiloalta, saya akhirnya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya. Meski begitu, saya ingin menekankan bahwa resign bukanlah jawaban tunggal untuk lebih bahagia. Kalau kamu sudah benar-benar yakin untuk keluar dari pekerjaan, tentu saya tidak bisa melarang, tapi saya juga ingin mengingatkan bahwa bukan berarti kalau kamu tidak resign kamu tidak bisa berbahagia. Kembali lagi, kondisi hidup dan keadaan setiap orang berbeda-beda, hidup yang kamu dan saya alami juga berbeda.

Proses healing dan menemukan kebahagiaan, menurut saya selalu dimulai dari kesediaan untuk mulai mendengarkan diri sendiri. Saya yakin pada dasarnya kita sudah tau apa yang harus kita lakukan, misalnya dengan management stress, menjaga pola makan, olahraga teratur, tidur cukup, meluangkan waktu berkualitas bersama orang-orang yang kita sayang, dan mencoba hidup slow living. Sering kali kita berusaha mencari-cari alasan dan menghindari hal-hal yang sebenarnya kita tau akan baik untuk kita. Jadi, hal pertama yang bisa dilakukan untuk menemukan kembali diri adalah jujur pada diri sendiri walau memang tidak mudah.

Sering kali kita berusaha mencari-cari alasan dan menghindari hal-hal yang sebenarnya kita tau akan baik untuk kita. Jadi, hal pertama yang bisa dilakukan untuk menemukan kembali diri adalah jujur pada diri sendiri walau memang tidak mudah.

Kebahagiaan adalah sebuah hal yang sangat subjektif. Bahagianya saya dan kamu mungkin beda. Saya berbahagia saat makan makanan enak atau main dengan kucing saya di rumah. Mungkin kebahagiaanmu datang ketika sedang menonton film atau main bersama teman-teman. Kebahagiaan adalah hasil dari keputusan kita untuk merasa cukup dengan hidup yang kita jalani saat ini. Dulu, saya selalu menghubungkan kebahagiaan dan materi, hubungannya sangat transaksional. Kini, saya rasa kita bisa mengatur sendiri kebahagiaan seperti apa yang perlukan di saat ini.

Dulu, saya selalu menghubungkan kebahagiaan dan materi, hubungannya sangat transaksional. Kini, saya rasa kita bisa mengatur sendiri kebahagiaan seperti apa yang perlukan di saat ini.

Harapan saya dengan Kiloalta, kami bisa menjadi rumah yang nyaman bagi setiap orang yang ingin kembali sembuh atau berdaya. Tempat nyaman bagi siapapun yang sedang berusaha kembali bertemu dengan dirinya sendiri melalui beragam produk, kelas, dan program edukasi yang kami siapkan.

Di akhir bulan ini, tepatnya pada 24-30 Juli 2023 saya juga kembali menjadi bagian dari gelaran acara Plaza Indonesia Wellness Festival. Di tahun kedua ini, saya akan menghadirkan tiga kelas. Pertama, Bach Flower for Emotional Balancing. Kedua, Astrology and Self-Discovery: Cracking The Code of Your Zodiac Persona with Essential Oil. Ketiga, Gua Sha Workshop: Experience The Traditional Chinese Healing Technique. Saya harap di kesempatan tahun ini saya bisa memberikan pengalaman serta ilmu yang bisa teman-teman terapkan juga untuk bisa kembali pulih atau menemukan sumber kebahagiaan baru dalam hidup.

Related Articles

Card image
Self
Belajar Menanti Cinta dan Keberkahan Hidup

Aku adalah salah satu orang yang dulu memiliki impian untuk menikah muda, tanpa alasan jelas sebetulnya. Pokoknya tujuannya menikah, namun ternyata aku perlu melalui momen penantian terlebih dahulu. Cinta biasanya dikaitkan dengan hal-hal indah, sedangkan momen menanti identik dengan hal-hal yang membosankan, bahkan menguji kesabaran.

By Siti Makkiah
06 April 2024
Card image
Self
Pendewasaan dalam Hubungan

Pendewasaan diri tidak hadir begitu saja seiring usia, melainkan hasil dari pengalaman dan kesediaan untuk belajar menjadi lebih baik. Hal yang sama juga berlaku saat membangun hubungan bersama pasangan.

By Melisa Putri
06 April 2024
Card image
Self
Berproses Menjadi Dewasa

Ada yang mengatakan usia hanyalah angka. Sebagian memahami hal ini dengan semangat untuk tetap muda, menjaga api dalam diri untuk terus menjalani hari dengan penuh harapan

By Greatmind
31 March 2024