Self Lifehacks

Menemukan Diri Sendiri

Sebagai seorang penggemar One Direction, saat masih remaja aku selalu punya mimpi untuk hidup dan tinggal di Inggris khususnya kota London. Hingga akhirnya suatu hari aku berkesempatan untuk bisa mengunjungi negeri ini selama tiga hari bersama sahabatku dan aku jatuh cinta pada Kota London.

Selama perjalananku ini, aku juga sempat mendengar saran dari seseorang yang mengatakan bahwa sebenarnya bagi orang Kanada proses dokumen yang diperlukan untuk pindah dan tinggal di Inggris terbilang cukup mudah dan cepat. Karena mimpi dan saran ini akhirnya aku memutuskan untuk pindah dan kini aku sudah hidup di London selama tiga tahun.

Sulit sebenarnya untuk tinggal jauh dari orang-orang yang selama ini selalu ada bersama kita sepanjang proses kita bertumbuh dewasa. Ketika aku memutuskan untuk pindah dan hidup di sebuah negara baru, rasanya aku harus mulai lagi semuanya dari awal. Aku sempat merasa terasing karena tidak ada yang aku kenali atau mengenaliku di sini, hal ini sebenarnya bisa terasa membebaskan tetapi juga menakutkan di waktu yang bersamaan. Aku harus melakukan rutinitas hidup yang sangat berbeda dan juga mencoba beteman dengan cara yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya karena aku tidak punya kesamaan memori masa kecil dengan orang-orang di sini. 

Ketika aku memutuskan untuk pindah dan hidup di sebuah negara baru, rasanya aku harus mulai lagi semuanya dari awal. Aku sempat merasa terasing karena tidak ada yang aku kenali atau mengenaliku di sini, hal ini sebenarnya bisa terasa membebaskan tetapi juga menakutkan di waktu yang bersamaan.

Di sisi lain, bertemu dengan orang dan lingkungan yang benar-banar baru juga menjadi sebuah hal baik bagiku karena aku belajar banyak hal dalam beberapa tahun terakhir. Tak hanya teman baru, aku juga menjadi lebih mandiri dan nyaman dengan diriku sendiri. Kesempatan ini juga mengantarkanku bertemu dengan banyak teman dari berbagai belahan dunia seperti Australia, Kanada, Amerika Serikat, atau Selandia Baru yang juga pindah dan hidup di London. Menyenangkan bisa bertemu teman-teman baru dan kita juga bisa membuat komunitas yang bisa saling membantu satu sama lain dalam beradaptasi.

Setelah melewati proses adaptasi dengan lingkungan, ada banyak hal yang aku cintai dari Kota London. Seperti dunia pertunjukan musik dan teater musikan di sini. Meski memang masih ada banyak sekali hal yang belum pernah aku lakukan selama aku pindah dan hidup di sini. Aku merasa mendapatkan kebebasan dan keleluasaan untuk menemukan bagian dari diriku yang lebih supel dan ramah dari yang selama ini aku pikirkan.

Hidup jauh di perantuan kini membuatku lebih bisa menerima diriku sendiri dan aku bahagia saat tau bahwa ada orang-orang yang bahagia saat menghabiskan waktunya bersamaku.

Pengalamanku ini juga aku bagikan dalam delapan lagu yang ada dalam mini album terbaruku “Tell Me Things You Won’t Take Back”. Proses penulisan dan produksi dari EP kali ini sebenarnya terbilang cukup panjang, butuh waktu kurang lebih satu setengah tahun hingga seluruh prosesnya rampung dan bisa dirilis ke publik, tapi aku menikmati setiap menit dalam prosesnya. Seluruh lagu yang ada dalam EP ini sebenarnya memiliki tempat sendiri di hatiku tetapi secara personal mungkin lagu Ruin dan Stupid menjadi dua lagu yang paling berkesan secara pribadi di EP ini.

Mini album ini sebenarnya berisi tentang perdebatan yang ada dalam diriku dan momen-momen yang aku lalui di awal usia 20-an. Melalui musik yang aku rilis, aku berharap kita bisa menerima berbagai fase dan perubahan dalam hidup yang akan terus terjadi, juga mengenai bagaimana cara membuat diri tetap baik-baik saja selama melalui beragam tahapan yang ada menuju dewasa.

Kita tidak harus selalu stabil sepanjang waktu tapi aku hanya ingin bisa lebih menerima dan berdamai dengan semua perubahan yang terjadi dalam hidup.

Aku ingin beterima kasih kepada semua pendengarku di Indonesia, senang sekali saat mengetahui bahwa laguku Groupie mendapat banyak dukungan. Walaupun aku belum pernah ke Indonesia, senang sekali karena ternyata banyak teman-teman yang mendengarkan musikku. Aku sangat bersyukur dan semoga suatu hari aku bisa datang dengan sebuah pertunjukkan nantinya. 

Related Articles

Card image
Self
Kesadaran: Pemotong Ilusi Waktu

1 hari = 24 jam. Rasanya semua orang tahu "fakta" ini. Dengan estimasi 15 derajat garis bujur per jam, seluruh dunia ini terbagi menjadi zona-zona waktu. Tetapi apakah seseorang yang tinggal di zona WIT (Waktu Indonesia Timur) hidup di masa depan dan yang tinggal di zona WIB (Waktu Indonesia Barat) hidup di masa lalu?

By Sugiarto
17 February 2024
Card image
Self
Sebuah Pesan Hangat dari Perpisahan

Setiap hubungan yang dimulai tentu pada akhirnya akan selesai, meski kita tidak pernah tau kapan atau bagaimana itu akan terjadi. Di saat kita harus berpisah dengan seseorang, baik itu teman atau terlebih pasangan, akan ada banyak perasaan yang kemudian muncul dalam satu waktu.

By Kaleb J
17 February 2024
Card image
Self
Momen Manis Saat Jatuh Cinta

Ketika berbicara tentang momen jatuh cinta, setiap orang tentu memiliki kisahnya masing-masing. Bahkan setiap zaman memiliki pesona cara berinteraksi yang berbeda-beda, termasuk saat jatuh cinta.

By Jasmine Nadya
10 February 2024