Self Lifehacks

Memulai Impian Untuk Berbagi

Yuni Jie

@yunijie

Desainer Interior

Mimpi itu adalah asa. Kita hidup di dunia karena masih ada harapan dan masih ada mimpi untuk dicapai. Jika kita sudah tidak punya mimpi lagi, maka mungkin hidup kita akan terasa kosong, tidak ada yang perlu dicapai lagi. Saya masih punya mimpi melihat anak-anak saya menjadi anak-anak yang sukses dan dapat berkontribusi kepada masyarakat luas. Tetapi semua mimpi butuh proses dan semua proses butuh usaha. Tidak ada yang instan. Sekarang ini saya juga masih berproses menggapai mimpi. Mimpi saya tidak akan berakhir hingga akhir hidup. Selama masih bernapas, berarti saya masih bisa berkarya dan selama masih bisa berkarya, mimpi-mimpi tersebut satu per satu dapat diwujudkan. Butuh proses, tapi kalau bukan kita dan kalau bukan dari sekarang, kapan kita mau memulai mimpi kita? Mimpi yang besar terwujud dari mimpi yang kecil.

Mimpi itu adalah asa. Kita hidup di dunia karena masih ada harapan dan masih ada mimpi untuk dicapai. Jika kita sudah tidak punya mimpi lagi, maka mungkin hidup kita akan terasa kosong, tidak ada yang perlu dicapai lagi.

Sebenarnya, saya adalah seorang realis. Jarang bermimpi yang muluk-muluk. Tapi jika saya bermimpi, saya harus bekerja keras untuk mewujudkannya. Tidak hanya sekedar mimpi saja. Mimpi dan tujuan hidup saya adalah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Baik dalam peran saya sebagai seorang Ibu, seorang desainer interior maupun sebagai bagian dari One Fine Sky, projek sosial yang sedang saya kembangkan. Menurut saya, sukses adalah ketika kita bisa memberikan inspirasi bagi orang lain lewat karya, talenta atau hati kita. Tujuan hidup saya adalah untuk berkontribusi lebih pada masyarakat yang lebih luas lagi. Jadi saya bekerja dan bertindak bukan hanya untuk diri sendiri saja.

Mimpi yang besar terwujud dari mimpi yang kecil.

Salah satu mimpi yang sedang ingin saya capai tertuang dalam One Fine Sky. Seperti namanya One Fine Sky yang berarti langit indah, saya menjadikannya sebuah perumpamaan sebagai sebagai pencapaian sebuah cita-cita. Saya dan tim One Fine Sky berharap kita semua dapat memandang langit yang sama. Langit masa depan yang cerah melalui mimpi-mimpi yang hendak diwujudkan. Keberadaan One Fine Sky muncul dari keprihatinan kami akan keterbatasan dan ketidakmampuan orang tua membeli seragam baru untuk anaknya pergi ke sekolah. Walaupun seragam bukan merupakan hal yang substansial, namun seragam tetap merupakan bagian yang penting dari karakter seorang anak yang pergi bersekolah untuk menimba ilmu. Rasa percaya diri dan semangat untuk belajar merupakan karakter kuat yang harus hadir di setiap anak sedari kecil untuk menciptakan seorang anak bangsa yang mau belajar dan maju. 

Menurut saya, sukses adalah ketika kita bisa memberikan inspirasi bagi orang lain lewat karya, talenta atau hati kita.

Maka, One Fine Sky lahir dengan fokus pada perbaikan kualitas belajar dan mengajar di Indonesia melalui pembagian seragam sekolah baru kepada murid-murid yang membutuhkan di daerah pelosok di Indonesia. Dengan harapan setiap seragam yang dikenakan dapat membawa mereka selangkah lebih dekat dengan mimpi dan tujuan hidupnya. Menurut saya, pakaian atau seragam sekolah jelas dapat dijadikan sebuah “kendaraan” bagi siswa untuk lebih giat sekolah. It is a very powerful vehicle without a lot of us realizing it. Pada setiap seragam sekolah yang kami sumbangkan kami beri label, "Ayo sekolah dan raih mimpimu!". Pada tiap produk yang dibeli oleh pembeli kami tampilkan tulisan tangan anak-anak pada label tag, "Thank you! I feel more proud going to school", jadi dampaknya  memang sangat positif kedua belah pihak. 

Kehadiran One Fine Sky di tengah-tengah kita juga diharapkan agar dapat menjadi tempat bagi masyarakat pada umumnya bahwa berdonasi atau berkontribusi pun dapat dilakukan dengan stylish. Seperti moto kami sendiri, “Do good, look good dan together we can do so much more.” Setiap pembelian satu produk kami akan dikonversi menjadi satu set seragam sekolah baru. Dengan konsep buy one give one pembeli tidak hanyak akan merasa senang karena dapat bergaya dengan produk kami, mereka juga akan merasa bangga telah berkontribusi. Sementara penerima seragam akan merasa bangga pergi ke sekolah dengan seragam baru. It is a win-win solution. Pada akhirnya, selain menyumbang sang pembeli juga sebenarnya mendapatkan sesuatu untuk dirinya sendiri. Sehingga berkontribusi dapat menjadi hal yang menyenangkan dan karena menyenangkan nantinya bisa menjadi bagian dari gaya hidup kita sehari-hari. Betapa indahnya dunia ini jika kita bisa merasa bahagia hingga terbiasa berbagi dengan sesama.

Betapa indahnya dunia ini jika kita bisa merasa bahagia hingga terbiasa berbagi dengan sesama.

Related Articles

Card image
Self
Weak Ties: Time Travel

Mungkin ada yang bilang, untuk apa berandai-andai soal ke depan? Kan kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Buat saya, mantranya seperti ini: langkah awal dalam memecahkan masalah adalah melihat masalah itu sebagai hal yang bisa dipecahkan. Saat ini kita hidup dalam masa di mana mudah sekali merasa helpless, seolah kita tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi, bermainlah dengan masa depan, karena sekarang waktunya.

By Kartika Anindya
27 February 2021
Card image
Self
Nyaman Dengan Diri Sendiri

Kita sebagai manusia pasti punya mimpi atau hasrat yang ingin dicapai. Namun terkadang ketika mimpi itu ternyata belum bisa diraih, ada kekecewaan yang mendorong kita untuk tidak menerima diri sendiri. Ini sebenarnya bisa jadi karena kita kurang mengenal diri sendiri. Kita belum bisa memahami siapa diri kita sebenarnya sehingga sulit menerima diri sendiri.

By Feby Jabrik
27 February 2021
Card image
Self
Musik Menyelamatkan Hidup

Musik adalah bagian dari hidup kita sehari-hari. Tanpanya, hidup ini mungkin akan terasa biasa-biasa saja. Namun lebih dari itu, musik sebenarnya punya peran penting dalam membantu kita melewati masa-masa sulit. Ia bisa menjadi penyemangat ketika kita sedang merasa sedih, menghibur perasaan-perasaan negatif yang muncul dalam diri.

By Adryanto Pratono
27 February 2021