Self Lifehacks

Memotivasi Diri

Berbicara tentang perubahan, terlebih di masa pandemi ada banyak ketidakpastian yang terjadi dengan sangat cepat. Di masa-masa ini juga tak jarang harapan kita harus lumpuh begitu saja karena perubahan di luar sana yang tidak bisa kita kontrol. Satu hal yang mungkin masih menjadi perjuangan bagi kita semua adalah bisa secara konsisten memotivasi diri kita sendiri. Secara garis besar aku melihat di dekade sekarang, kita adalah generasi yang terbiasa dengan segala sesuatu yang instan. Termasuk di dalamnya teknologi dan digitalisasi, kita bisa dengan mudah mendapatkan apa yang kita inginkan lewat internat, hanya tinggal klik lalu selesai.

Semua yang serba cepat, secara tidak langsung membentuk ekspektasi kita bahwa semuanya harus selesai dalam sekejap mata. Ditambah lagi dengan konstruksi sosial yang cenderung fokus hanya pada hasil akhir. Hal ini sangat mudah membuat kita kehilangan arah dan motivasi dari dalam diri. Terkadang kita lupa bahwa ada proses yang kita lewati untuk mencapai sebuah hasil dan setiap orang memiliki prosesnya masing-masing. Untuk itu penting untuk memiliki alasan dan alat ukur dalam mencapai tujuan yang kita inginkan. Karena kalau kita selalu mengukur diri kita dari sudut pandang orang lain, sulit rasanya bisa menghadirkan motivasi dalam diri.

Kalau kita selalu mengukur diri kita dari sudut pandang orang lain, sulit rasanya bisa menghadirkan motivasi dalam diri.

Kita bisa mulai fokus pada hal-hal yang memang bisa kita kontrol, justru memang bukan hasil akhirnya melainkan tantangan apa yang berhasil kita lewati dalam proses yang dijalani. Misalnya dalam pekerjaan, daripada hanya fokus pada hasilnya kita bisa menghargai pencapaian disepanjang proses pengerjannya. Salah satunya mungkin ternyata kita sudah lebih bisa membagi waktu dari sebelumnya, itu pun perlu kita apresiasi karena sebagai manusia kita bertumbuh. It’s not only about the result, it’s about my personal growth. Kalau kita merasa belum melihat hasil apa pun di balik pengorbanan yang kita berikan, sangat mungkin bagi kita untuk berpikir untuk lebih baik tidak berjuang sama sekali. Maka, akan lebih baik jika kita bisa menghargai prosesnya daripada hasil akhirnya saja.

It’s not only about the result, it’s about my personal growth. Kalau kita merasa belum melihat hasil apa pun di balik pengorbanan yang kita berikan, sangat mungkin bagi kita untuk berpikir untuk lebih baik tidak berjuang sama sekali. Maka, akan lebih baik jika kita bisa menghargai prosesnya daripada hasil akhirnya saja.

Ketika kembali work from home, penting untuk bisa memberikan batasan untuk bisa membagi waktu kita dengan efisien. Aku pun baru belajar hal ini semenjak pandemi. Contoh, kita memberikan batasan bahwa kita hanya akan bekerja dan membalas email maksimal jam 7 malam, jika ada pekerjaan yang masuk setelah itu maka akan aku kerjakan esok hari. Ini salah satu batasan yang bisa diterapkan. Contoh lainnya saat jam makan siang kita memberikan batasan untuk tidak makan sambil meeting, sehingga kita bisa benar-benar istirahat dan menjernihkan pikiran sebelum kembali bekerja. Mungkin tidak semua orang bisa menerima batasan kita, tetapi kita juga berhak menentukan ini tentu juga dengan penjelasan yang masuk akal. 

Untuk bisa menjaga motivasi diri saat bekerja dari rumah kita juga mulai bisa membagi to do list kita menjadi dua kelompok. Pertama, what people want or need me to do dan kedua adalah what I want or need to do. Dengan memisahkan kedua hal ini, kita bisa melihat dengan jelas apa yang selama ini kita kerjakan. Ketika kita sudah mengerjakan kelompok pekerjaan yang pertama, setelahnya kita bisa berpikir bahwa kita akan mengerjakan hal yang kita inginkan. Sehingga kita tidak merasa seharian waktu kita habis hanya untuk bekerja tetapi jjuga tetap punya waktu untuk diri kita sendiri.

Konsisten untuk bisa termotivasi dalam memulai suatu hal terlebih suatu rutinitas yang baru memang butuh proses. Menemukan support system yang tepa juga akan sangat membantu memotivasi diri kita, mungkin komunitas yang sama-sama berjalan ke arah yang sama. Kalau kita tidak punya dan tidak mau mencari support system yang baik di tengah-tengah keriuhan dunia saat ini, mungkin kita akan hilang arah dan lupa akan motivasi diri kita. Kita sebenarnya juga bisa ikut kelas-kelas pengembangan diri atau melihat konten yang mendukung, ini juga hal aku kerjakan di Kindred Spirit. Kita juga menghadirkan kelas-kelas kecil, webinar, dan acara tahunan yang mungkin bisa membantu dalam menemukan support system yang tepat. 

Aku akui memang agak susah kalau kita harus selalu mengingatkan dan memotivasi diri kita sendiri, konsisten adalah tentang menjalankan terus apa pun yang menurut kita baik. Saat kita menghadapi sesuatu yang tidak berjalan seperti yang kita bayangkan, mungkin kita frustrasi dan kehilangan alasan, tidak masalah, sebagai manusia kita akan selalu berporses, kita tidak akan pernah tahu di mana kita berakhir. Aku juga belajar kalau kita gagal dan salah jalur di tengah perjalan, tidak masalah, kita selalu bisa putar balik di coba lagi. Berikan dirimu sendiri waktu untuk istirahat dan apresiasi apa yang sedang kamu usahakan, rayakan setiap progress pembelajarannya. 

Kalau kita gagal dan salah jalur di tengah perjalan, tidak masalah, kita selalu bisa putar balik di coba lagi. Berikan dirimu sendiri waktu untuk istirahat dan apresiasi apa yang sedang kamu usahakan, rayakan setiap progress pembelajarannya. 

Related Articles

Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024
Card image
Self
Melihat Dunia Seni dari Lensa Kamera

Berawal dari sebuah hobi, akhirnya fotografi menjadi salah satu jalan karir saya hingga hari ini. Di tahun 1997 saya pernah bekerja di majalah Foto Media, sayang sekali sekarang majalah tersebut sudah berhenti terbit. Setelahnya saya juga masih bekerja di bidang fotografi, termasuk bekerja sebagai tukang cuci cetak foto hitam putih. Sampai akhirnya mulai motret sendiri sampai sekarang.

By Davy Linggar
04 May 2024