Self Work & Money

Melepaskan Kelekatan dari Jabatan

Vitayanti Wardoyo

@vitawardoyo

Konsultan Pengembangan Diri

Adalah sesuatu yang wajar ketika kita merasa sesuatu yang sudah dilakukan dalam waktu yang lama kita dalami sebagai identitas diri. Meski sebenarnya itu bukan identitas asli kita. Misalnya saja seseorang yang sudah menjadi menjadi manager dalam tiga puluh tahun. Kekuasaan yang dimiliki untuk mengatur banyak anak buah bisa jadi melekat padanya sampai jabatan itu seperti sudah bagian dari dirinya. Akan tetapi yang akan menjadi masalah adalah ketika dia kehilangan jabatan itu entah karena pensiun atau alasan lainnya namun belum bisa menerima kehilangan kekuasaan yang sudah hidup lama dalam dirinya. Akhirnya setelah melepas jabatan itu dia masih suka asal perintah-perintah di rumah atau kalau tidak ada yang diperintah jadi marah-marah sendiri. Tanpa disadari identitasnya terlalu melekat pada nama besar perusahaan dan jabatannya. Sampai-sampai dia resah dan kehilangan arah karena kehilangan identitas dan tidak tahu harus berbuat apa selanjutnya. Segala yang ada di sekitarnya terasa runtuh dan tanpa disadari dia sedang menunjukkan post-power syndrome. 

Sindrom ini tentu saja mengarah pada gangguan mental jika tidak buru-buru disadari. Bayangkan saja kalau kita menaruh diri pada keresahan dan kemarahan terlalu lama. Perlahan pasti pikiran negatif yang akan menguasai benak. Oleh sebab itu harus dipahami bahwa kita perlu mengetahui identitas kita sebagai human being bukan human doing. Identitas yang berasal dari label di luar diri merupakan identitas human doing. Sesuatu yang kita lakukan. Bukan identitas yang berasal dari hasrat hidup kita. Core identity atau identitas asli tidak akan berganti meski kita beralih profesi. Misalnya saja identitas saya sekarang adalah seorang managing director dari perusahaan yang saya dirikan. Namun identitas asli Vitayanti Wardoyo adalah seseorang yang passionate pada pengembangan manusia (people development). Apapun jabatan yang saya emban selama pekerjaannya adalah untuk mengembankan talenta manusia lainnya saya pasti akan bertahan. Tapi kalau jabatan tersebut tidak memberikan ruang tersebut saya akan seperti ikan yang tidak ada dalam air. Saya punya keinginan dan hasrat yang kuat untuk membantu orang lain berkembang menjadi versi terbaik dirinya. Inilah identitas asli saya yang berasal dari pencarian jati diri, lewat segala macam pelatihan dan tes kepribadian yang saya lakukan. Sehingga saya bisa jadi seorang managing director dan ibu rumah tangga di saat yang sama tapi identitas asli tidak berubah. Maupun kondisi perusahaan saya sulit atau bagus identitas saya tersebut akan tetap mengarahkan pada people development.

Harus dipahami bahwa kita perlu mengetahui identitas kita sebagai human being bukan human doing. Identitas yang berasal dari label di luar diri merupakan identitas human doing.

Pernah suatu kali saya hendak berhenti dari posisi vice president di sebuah bank. Untuk melepaskan kelekatan terhadap jabatan, anak buah yang banyak serta fasilitas perusahaan, diperlukan waktu sampai tiga tahun. Saya berupaya untuk mendidik diri sendiri bahwa saya memiliki identitas asli dengan tujuan yang lebih besar dari sekadar jabatan vice president di sebuah perusahaan besar yang dapat memberikan kestabilan hidup. Beruntungnya memang setelah berhenti saya tahu saya ingin mendirikan bisnis yang bergerak di bidang people development. Saya lebih senang melihat orang lain maju. Apalagi kalau saya berkontribusi akan kemajuan tersebut — meski amat sedikit. Saya merasa menjadi manusia yang berguna. Padahal di saat yang bersamaan suami sedang mengalami tantangan finansial. Dalam kesulitan itu pun saya percaya bahwa kami tetap punya tenaga dan pikiran yang dapat berkontribusi pada sesuatu yang baik. Tetap bisa menolong orang lain. Good deeds never fail. Menurut saya memiliki tujuan baik untuk berkontribusi pada hidup orang lain dapat membantu kita mengalihkan post-power syndrome. Di saat kita melihat banyak orang yang membutuhkan bantuan, kita bisa lebih mensyukuri akan apa yang sudah didapatkan. Mengalihkan rasa kesal atau tidak beruntung karena sudah terlepas dari jabatan tinggi itu. Kita juga bisa merasa bersyukur atas kesehatan dan pikiran yang masih dapat bermanfaat untuk orang lain. Nantinya jadi mempermudah jalan kita untuk menemukan arti hidup yang sebenarnya.

Good deeds never fail. Menurut saya memiliki tujuan baik untuk berkontribusi pada hidup orang lain dapat membantu kita mengalihkan post-power syndrome.

Untuk mengatasi sindrom tersebut memang dibutuhkan kesadaran serta pelatihan membangun identitas diri yang baru atau mencari identitas diri yang sesungguhnya melalui pemetaan talenta dan kekuatan. Diperlukan juga upaya untuk mengenal diri sendiri termasuk pemetaan talenta soal kekuatan dan kekurangan diri serta bagaimana cara kita dapat menyumbangkan kekuatan diri pada orang lain. Tanpa perlu terikat pada sebuah posisi, jabatan, atau nama perusahaan. Sebab saat kita memiliki identitas asli kita akan mengalami 4 E: easy, excellent, enjoy, dan earn.

Easy, pekerjaan tersebut akan terasa mudah untuk kita. Excellent, kita akan mengerjakan pekerjaan itu dengan maksimal karena merasa mudah. Enjoy, kita akan menikmati pekerjaan tersebut. Serta Earn, kita dapat menghasilkan uang yang direfleksikan dari enjoy. Kita menikmati sekali pekerjaan tersebut sehingga dapat menghasilkan uang dengan mudah.

Diperlukan juga upaya untuk mengenal diri sendiri termasuk pemetaan talenta soal kekuatan dan kekurangan diri serta bagaimana cara kita dapat menyumbangkan kekuatan diri pada orang lain.

Related Articles

Card image
Self
Perbedaan dalam Kecantikan

Perempuan dan kecantikan adalah dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan. Cantik kini bisa ditafsirkan dengan beragam cara, setiap orang bebas memiliki makna cantik yang berbeda-beda sesuai dengan hatinya. Berbeda justru jadi kekuatan terbesar kecantikan khas Indonesia yang seharusnya kita rayakan bersama.

By Greatmind x BeautyFest Asia 2024
01 June 2024
Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024