Self Lifehacks

Matematika, Untuk Apa?

Mungkin sebagian dari kita berpikir bahwa mempelajari matematika di bangku sekolah hanyalah untuk menghapal rumus dan menyelesaikan soal-soal tertulis saja. Apalagi bagi mereka yang bekerja di luar bidang yang berhubungan dengan matematika. Mereka mungkin berpikir matematika di kehidupan sehari-hari hanya untuk hitung-hitungan saja. Padahal kenyataannya tidak demikian. Matematika memiliki manfaat lebih dari itu di kehidupan kita sehari-hari. Sebenarnya hampir semua aspek dalam hidup menggunakan matematika. Gadget dan media sosial yang kita gunakan dalam keseharian, misalnya, menggunakan matematika untuk dapat berfungsi dengan baik. Jadi memang sebenarnya hampir semua hal yang kita gunakan tidak terlepas dari penerapan matematika. Sayangnya kita seringkali salah kaprah. Menilai bahwa matematika cuma “di atas kertas”, yang tidak ada penerapannya secara nyata dalam kehidupan. Padahal faktanya adalah penerapan matematika sangat berguna dalam kemajuan teknologi, ekonomi, dan banyak bidang lain.

Padahal faktanya adalah penerapan matematika sangat berguna dalam kemajuan teknologi, ekonomi, dan banyak bidang lain.

Mengapa saya bisa bilang begitu? Misalnya begini, dalam matematika kita dibiasakan untuk memecahkan soal berdasarkan aturan-aturan yang ada. Tapi kita sering tidak sadar atau tidak tahu bahwa satu soal matematika bisa dikerjakan dengan berbagai cara sesuai dengan kreativitas setiap orang. Ambil contoh soal 100²-99². Mungkin ada yang menghitung secara manual yaitu dikuadratkan dulu baru dikurangkan. Tapi soal ini sebenarnya bisa dikerjakan secara kreatif menggunakan sifat aljabar yaitu a²-b² = (a+b)(a-b). Sehingga langsung ketemu jawabannya yaitu 199. Sehingga dalam perspektif seperti ini matematika mengajarkan kita untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menentukan pilihan mana yang paling menguntungkan. Sederhananya dalam penerapan kehidupan sehari-hari dapat dilihat ketika berbelanja. Contohnya jika terdapat barang dengan diskon 50% + 20% dan 70%, mana yang lebih menguntungkan? Jika kita bisa menghitung baik-baik akhirnya kita bisa memahami bahwa akan lebih menguntungkan jika diskonnya 70% dibandingkan 50% + 20%. Lebih dari itu penerapan matematika di keseharian kita dapat digunakan dalam permasalahan yang lebih rumit. Misal membuat model matematika untuk memprediksi akhir pandemi COVID-19.

Sehingga dalam perspektif seperti ini matematika mengajarkan kita untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menentukan pilihan mana yang paling menguntungkan.

Matematika pada dasarnya dapat menentukan tingkat kecerdasan dalam berpikir dari perspektif matematika. Sehingga semakin andal seseorang dalam menerapkan suatu rumus atau membuat model matematika bisa dikatakan orang tersebut memiliki tingkat kecerdasan intelektual matematis yang bagus. Tapi, jika dilihat dari kacamata lain, misalnya kacamata “sosial”, belum tentu orang yang jago matematika bisa memikirkan pemecahan dari masalah sosial. Intinya, semua memang tergantung dari kacamata apa yang dipakai untuk melihat. Seseorang yang ingin menjadi ahli tentu saja harus menguasai ilmu matematika namun bukan berarti seseorang yang tidak ingin bekerja di area yang langsung berkenaan dengan prinsip matematika tidak harus menguasai prinsip matematika. Menguasai dasar dan logika matematika sangatlah penting.

Memang, matematika mungkin bukan subjek favorit semua orang. Berdasarkan pengalaman saya pribadi memang ada orang-orang yang mudah mencerna matematika dan ada yang kesulitan. Saya sendiri termasuk ke golongan tengah-tengah. Saya tidak bisa langsung paham ketika diajarkan, dan harus mengulangi berkali-kali hingga akhirnya bisa benar-benar paham. Menurut saya, memang ada faktor x atau mungkin bisa disebut “talenta” yang memengaruhi seseorang dalam memroses sesuatu, tidak hanya matematika. Jadi sebenarnya ada level dasar yang memang wajib untuk semua orang penuhi agar bisa bermasyarakat dengan baik. Tidak perlu menjadi jago dalam bidang matematika, tapi setidaknya mengerti cara berpikir kritis dengan logika dasar, dan itu adalah inti dan tujuan dari matematika menurut saya pribadi.

Tidak perlu menjadi jago dalam bidang matematika, tapi setidaknya mengerti cara berpikir kritis dengan logika dasar, dan itu adalah inti dan tujuan dari matematika menurut saya pribadi.

Related Articles

Card image
Self
Perbedaan dalam Kecantikan

Perempuan dan kecantikan adalah dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan. Cantik kini bisa ditafsirkan dengan beragam cara, setiap orang bebas memiliki makna cantik yang berbeda-beda sesuai dengan hatinya. Berbeda justru jadi kekuatan terbesar kecantikan khas Indonesia yang seharusnya kita rayakan bersama.

By Greatmind x BeautyFest Asia 2024
01 June 2024
Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024