Self Lifehacks

Konsisten Berproses

Aku cukup beruntung bisa memiliki orangtua yang mendukung penuh keinginanku untuk berkarir di dunia hiburan. Dari kecil aku memang sudah suka tampil di depan umum, mulai dari menyanyi, fashion show, hingga acting. Memang bisa dikatakan aku memulai karirku dari usia yang sangat muda, mungkin sekitar empat tahun. Terbiasa tampil dan dilihat banyak orang sejak kecil secara tidak langsung membuat aku harus bisa memposisikan diri sebagai public figure.

Aku memaknai public figure sebagai sosok yang dikenal banyak orang, dengan berbagai konsekuensi yang menyertai. Entah itu baik maupun buruk. Sisi baiknya, aku memiliki keuntungan serta power untuk memberikan pengaruh kepada publik. Saat aku memulai sesuatu, cukup mudah bagiku untuk membagikan informasi tentang hal tersebut. Aku juga tidak bisa memungkiri bahwa aku memiliki beberapa privilege yang tidak dimiliki orang lain karena dikenal sejak kecil. Negatifnya, hidupku sudah menjadi tontonan banyak orang. Tidak hanya karya, tetapi juga kehidupan pribadi yang mau tidak mau akhirnya menjadi konsumsi publik. Aku dituntut untuk selalu sempurna. Tanpa cela sedikit pun. Padahal aku tetap manusia yang mungkin juga bisa salah, sayangnya tidak semua orang bisa terima hal ini.

Dituntut menjaga sikap, nama baik, dan perilaku secara keseluruhan bukan perkara mudah. Terkadang aku merasakan tekanan untuk mempertahankan karir yang aku mulai sejak dini. Seperti yang kita tahu, dunia hiburan memang sangat dinamis. Menjadi tantangan tersendiri bagiku untuk tetap konsisten dalam pekerjaan ini, menjaganya untuk bisa tetap langgeng dalam jangka panjang.

Hidup di bawah ekspektasi banyak orang kadang membuat aku cemas. Beruntung aku memiliki circle dan support system yang bisa aku andalkan. Biasanya aku akan membagikan pertanyaan di kepala ku dengan orang-orang terdekat. Apakah keputusan yang aku ambil sudah tepat? Bagaimana pandangan mereka mengenai sikap yang aku ambil? Aku jadi punya sudut pandang lain sebagai bahan pertimbangan saat mengambil keputusan. Bukan berarti mereka akan membenarkan semua hal yang aku lakukan. Tetapi mereka bisa mengkritisi tanpa menjatuhkan dan membuatku semakin sedih.

Hidup di bawah ekspektasi banyak orang kadang membuat aku cemas. Beruntung aku memiliki circle dan support system yang bisa aku andalkan. Bukan berarti mereka akan membenarkan semua hal yang aku lakukan. Tetapi mereka bisa mengkritisi tanpa menjatuhkan dan membuatku semakin sedih.

Melakukan pekerjaan yang sama dalam jangka waktu panjang mungkin terdengar membosankan. Tapi aku merasa selalu ada hal baru yang bisa aku pelajari dalam industri hiburan ini. I feel like this is my playground!. Kita tidak pernah bekerja dengan pola yang sama. Dari aku kecil hingga sekarang, banyak perubahan yang sudah terjadi.

Setiap pekerjaan pasti memiliki pro dan kontranya sendiri-sendiri. Ada beberapa hal yang memang mau tak mau harus dikorbankan, seperti waktu berkumpul dengan teman hingga waktu tidur. Walaupun begitu aku bersyukur bisa mulai lebih awal dibandingkan orang lain. Di saat teman-teman yang lain mungkin baru memulai karir, aku bersyukur sudah bisa memenuhi kebutuhan dan keinginanku dengan hasil kerja ku sendiri. Di tengah situasi sekarang aku masih bisa membantu keluarga dan hidup cukup secara finansial. Dan aku yakin ini adalah berkah yang patut aku syukuri.

Di saat yang yang bersamaan aku bersyukur terbiasa dikritik. Terasa memberatkan memang di awal, tapi pada akhirnya aku sadar. Semua orang boleh mengkritik kita, beberapa mungkin bisa kita gunakan untuk introspeksi diri. Pada akhirnya bukan orang lain yang menentukan value diri kita. Hanya kita yang boleh menentukan nilai diri kita sendiri.

Semua orang boleh mengkritik kita, beberapa mungkin bisa kita gunakan untuk introspeksi diri. Pada akhirnya bukan orang lain yang menentukan value diri kita. Hanya kita yang boleh menentukan nilai diri kita sendiri.

Aku paham dan sadar, bahwa aku juga tetap harus introspeksi diri. Berusaha berdialog dengan diriku sendiri dan menyimpulkan apa yang terjadi. Mencoba merefleksikan diri dengan respon yang aku terima, baik yang menyenangkan maupun yang kurang menyenangkan. Pada dasarnya aku tetap butuh kritik untuk bisa belajar menjadi manusia yang lebih baik. Kita tidak mungkin “naik kelas” jika hanya mau menerima opini yang sejalan dengan apa yang kita sukai.

Pada dasarnya aku tetap butuh kritik untuk bisa belajar menjadi manusia yang lebih baik. Kita tidak mungkin “naik kelas” jika hanya mau menerima opini yang sejalan dengan apa yang kita sukai.

Muncul di Times Square mungkin bisa dikatakan sebagai sebuah pencapaian. Aku memang punya keinginan suatu saat akan ada di sana. Tapi ini bukanlah tujuan akhir dalam karirku. Bisa dikatakan ini adalah bonus ketika aku melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Aku masih ingin mencoba peran-peran yang menantang, menyutradarai film, dan membuat albumku sendiri. Aku memang bukan orang yang mudah puas. Masih banyak hal yang ingin aku coba dan pelajari. Aku berusaha untuk tidak terjebak dalam satu peran tertentu. Proses dan perjalanan menuju kata sukses masih panjang. Aku tetap mensyukuri pencapaian serta pengakuan yang aku dapat hingga titik ini, tapi aku juga selalu ingin berkembang menjadi manusia yang lebih baik.

Related Articles

Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024
Card image
Self
Melihat Dunia Seni dari Lensa Kamera

Berawal dari sebuah hobi, akhirnya fotografi menjadi salah satu jalan karir saya hingga hari ini. Di tahun 1997 saya pernah bekerja di majalah Foto Media, sayang sekali sekarang majalah tersebut sudah berhenti terbit. Setelahnya saya juga masih bekerja di bidang fotografi, termasuk bekerja sebagai tukang cuci cetak foto hitam putih. Sampai akhirnya mulai motret sendiri sampai sekarang.

By Davy Linggar
04 May 2024