Self Lifehacks

Kembali Menjadi Manusia

Menerima bahwa mungkin aku memang sedang tidak baik-baik saja, bukanlah sebuah hal yang mudah. Tumbuh besar sebagai seorang anak laki-laki yang tidak datang dari keluarga yang sangat harmonis secara tak langsung memaksa diriku untuk terlatih menghadapi segala situasi sendirian. Menjadi kepala keluarga di umur yang masih belia dulu membuatku merasa bahwa semua hal harusnya bisa aku selesaikan sendiri tanpa perlu meminta bantuan dari orang lain. Sampai di suatu fase hidup aku hilang rasa, aku seperti tidak memiliki emosi apapun dalam menjalani keseharian. 

Penggambaran tentang menjadi manusia bagi setiap orang tentu saja beragam, kamu mungkin juga memiliki pandangan sendiri akan bagaimana seorang manusia normal seharusnya menjalani hidup. Ketika aku tidak merasakan emosi apapun selama beberapa tahun, aku tidak bisa melakukan hal produktif yang biasanya aku gemari. Mulai dari menulis musik, menonton film, atau berkumpul dengan teman rasanya tidak memberikanku emosi apapun untuk dirasakan. 

Penggambaran tentang menjadi manusia bagi setiap orang tentu saja beragam, kamu mungkin juga memiliki pandangan sendiri akan bagaimana seorang manusia normal seharusnya menjalani hidup.

Butuh waktu cukup panjang bagiku untuk bisa membuka diri dan mencari bantuan untuk kembali menjadi diriku yang dulu. Saat aku bertemu bantuan professional seperti psikolog atau psikiater, saat ditanya sebenarnya apa harapanku? Jawaban yang aku berikan, aku hanya ingin menjadi manusia yang dulu aku kenal. Seseorang yang bisa merasakan emosi, seseorang yang tenang dan waras.

Sampai aku akhirnya harus menceritakan keadaan yang aku alami waktu itu, meski memang dipaksa oleh keadaan, saat bisa bercerita ada perasaan lega yang aku dapatkan. Mungkin memang teman yang aku ajak bercerita tidak membantu banyak, tapi ada sebuah titik lega saat aku bisa menceritakan sebenarnya apa yang sedang aku gelisahkan dan gaung suara bising apa yang sering aku dengar. Aku mungkin memang tidak mengharapkan saran ataupun pelukan, aku hanya ingin bercerita dan didengar oleh orang yang benar-benar peduli bukan hanya sekedar ingin tau. 

Aku paham sekali, bahwa saat kita menghadapi kegelisahan dan beban yang begitu berat kita akan merasa kalau tidak ada seorang pun yang bisa memahami keadaan kita. Tapi kalau kita tidak mulai mencari bantuan, memang tidak akan pernah muncul. Saat aku merasa terpuruk dalam kubangan yang begitu dalam, aku hanya berusaha mencari bantuan sebaik yang aku bisa. Butuh waktu memang, tapi bukan berarti tidak akan ada. 

Bagi teman-teman lelaki, aku paham betul kalau kita terkadang terlalu gengsi untuk menceritakan sisi lemah kita pada orang lain. Justru aku mungkin salah satu orang yang paling bisa mengerti karena dulu aku sempat merasa demikian, tapi saat kita becerita pada orang yang tepat menurutku ini adalah pertolongan paling pertama yang bisa kita dapatkan.

Perjalananku menemukan cara untuk berdamai dengan segala kekacuan yang terjadi disekelilingku dan juga mencari pertolongan untuk menemukan kembali diriku yang dahulu juga aku bagikan dalam lagu “Menjadi Manusia”. Lagu ini hadir sebenarnya sebagai medium untuk mengeluarkan gaung-gaung bising yang ada dalam kepalaku beberapa tahun lalu. Jika dilihat kembali sebenarnya lagu ini adalah rangkaian kata yang paling jujur dari seorang Donne Maula. 

Kalau dilihat dari segi aransemen musik juga, menuju akhir lagu menjadi semakin rumit, aneh, dan tidak biasa. Lagu ini aku tulis mengalir begitu saja mengikuti apa yang sedang aku alami saat aku tidak merasa baik-baik saja. 

Melalui lagu ini, aku hanya ingin berusaha menyampaikan bagaimana caraku untuk bisa berdamai dengan keadaan yang mungkin juga sedang banyak dirasakan oleh teman-teman diluar sana. Untuk teman-teman laki-laki, tidak apa kalau kita menunjukkan kerapuhan dalam diri kita, tidak apa-apa kalau memang kita sedang bersedih, karena kita semua juga manusia. It’s okay not to be okay adalah sebuah kalimat yang sangat menenangkan buatku, aku merasa akhirnya ada yang bisa memvalidasi apa yang aku rasakan. 

Lagu ini juga aku tujukan untuk teman-teman terdekatku yang mungkin selalu melihat aku sebagai sosok yang kuat dan baik-baik saja, tapi ternyata ada pula saat di mana aku butuh didengarkan, dirangkul, dan ditolong.

Kalau kamu sedang menyimpan begitu banyak masalah dan kegelisahan sendirian, aku harap kamu tidak merahasiakannya terlalu lama. Jangan takut untuk keluar dan mencari teman berbicara yang benar-benar tulis dan juga bantuan professional kalau itu bisa membuat kamu kembali menjadi manusia yang dirimu kenal.

Related Articles

Card image
Self
Perbedaan dalam Kecantikan

Perempuan dan kecantikan adalah dua hal yang tidak akan pernah terpisahkan. Cantik kini bisa ditafsirkan dengan beragam cara, setiap orang bebas memiliki makna cantik yang berbeda-beda sesuai dengan hatinya. Berbeda justru jadi kekuatan terbesar kecantikan khas Indonesia yang seharusnya kita rayakan bersama.

By Greatmind x BeautyFest Asia 2024
01 June 2024
Card image
Self
Usaha Menciptakan Ruang Dengar Tanpa Batas

Aku terlahir dalam kondisi daun telinga kanan yang tidak sempurna. Semenjak aku tahu bahwa kelainan itu dinamai Microtia, aku tergerak untuk memberi penghiburan untuk orang-orang yang punya kasus lebih berat daripada aku, yaitu komunitas tuli. Hal ini aku lakukan berbarengan dengan niatku untuk membuat proyek sosial belalui bernyanyi di tahun ini.

By Idgitaf
19 May 2024
Card image
Self
Perjalanan Pendewasaan Melalui Musik

Menjalani pekerjaan yang berawal dari hobi memang bisa saja menantang. Menurutku, musik adalah salah satu medium yang mengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Terutama, dari kompetisi aku belajar untuk mencari jalan keluar baru saat menemukan tantangan dalam hidup. Kecewa mungkin saja kita temui, tetapi selalu ada opsi jalan keluar kalau kita benar-benar berusaha berpikir dengan lebih jernih.

By Atya Faudina
11 May 2024