Self Lifehacks

Kembali Ceria

Kita semua pasti pernah merasa gelisah, tidak percaya diri sampai bisa terpengaruh oleh komentar negatif orang lain. Semua ini sangatlah normal terjadi pada semua orang. Terutama para remaja. Kami sebagai remaja juga pernah merasa tidak aman, galau, hingga terbawa perasaan karena beragam permasalahan remaja. Tapi ibarat hujan setelahnya pasti ada pelangi yang mengiringi, begitu juga kesedihan dan kegalauan. Kita tidak bisa terus-terusan sedih. Hidup itu terus berjalan dan supaya tidak selalu terpuruk kita harus berupaya mencari jalan untuk move on dan bangkit lagi agar bisa kembali ceria. 

Hidup itu terus berjalan dan supaya tidak selalu terpuruk kita harus berupaya mencari jalan untuk move on dan bangkit lagi agar bisa kembali ceria. 

Apalagi sekarang ini kita dekat sekali dengan sumber-sumber yang bisa membuat kita mudah berpikir negatif. Salah satunya dengan keberadaan media sosial. Menurut kami, media sosial bisa jadi sangat positif untuk hidup kita, bisa memberikan berbagai manfaat tapi juga bisa jadi negatif. Banyak orang yang lebih memilih untuk menceritakan kesedihan dan kegalauannya di media sosial, lebih mendengarkan orang yang tidak terlalu mengenal kita. Padahal ada baiknya kita lebih memilih untuk bercerita dan berbagi pada orang-orang yang benar-benar mengenal kita seperti keluarga dan teman. Mencurahkan hati di media sosial seringkali justru membuat masalah jadi lebih sulit bukannya mendapat solusi yang tepat. Kita juga bisa mudah sekali terbawa perasaan kalau tidak pintar-pintar memilih konten mana yang baik dikonsumsi dan tidak. Salah-salah kita justru bisa membanding-bandingkan diri dengan orang lain dan akhirnya jadi kurang percaya diri.

Sebaliknya, kalau kita bisa lebih optimis dan percaya diri kesempatan pasti bisa lebih terbuka lebar. Kita bisa belajar lebih banyak bahkan dari dampak negatif sekalipun. Sebab sebenarnya hal-hal positif bisa hadir di tengah-tengah permasalahan atau sesuatu yang negatif. Kami juga percaya kalau kami optimis, apapun yang jadi tantangan dalam hidup pasti bisa lebih mudah dilewati. Begitu juga dengan tanggapan negatif dari orang lain. Kita tidak mudah terpengaruh dan justru bisa lebih menerima pendapat mereka. Jika memang ada hal baik yang berguna bagi diri kita, dijadikan motivasi untuk berkembali lebih baik ke depannya. Sehingga pikiran kita bisa lebih positif, bisa membuat suasana di sekitar kita kondusif dan produktif juga bisa membuat diri kita lebih yakin ketika melakukan sesuatu. Fokus pada apa yang sedang dijalankan sekarang dan percaya hari esok pasti bisa lebih baik dari hari ini.

Sebaliknya, kalau kita bisa lebih optimis dan percaya diri kesempatan pasti bisa lebih terbuka lebar.

Di usia yang masih remaja ini, kami juga tidak luput dari baper (terbawa perasaan). Seringkali kami menemukan perasaan tersebut ketika sedang berbeda pendapat. Sebenarnya ini bisa dibilang cukup wajar karena tidak mudah menyatukan beberapa kepala dengan opini masing-masing. Beruntungnya, kami selalu berupaya untuk bisa belajar menerima dan menghargai selain juga mengenali karakter satu sama lain. Misalnya kalau salah satu dari kami ada yang cukup sensitif, kami berusaha untuk memahaminya, tahu cara bercanda seperti apa atau tahu kapan waktu yang tepat untuk memulai topik yang bisa memunculkan konflik. Seandainya situasi sudah mulai intens, pada akhirnya kami pasti berusaha untuk menghadirkan candaan supaya suasana mulai nyaman lagi.

Kami juga merasa bersyukur karena bisa jadi support system untuk satu sama lain. Bisa saling merangkul, mendukung dan terbuka satu sama lain untuk menceritakan keluh kesah. Di tengah-tengah berbagai padatnya aktivitas, kami menyempatkan untuk berdiskusi dan melakukan evaluasi. Kami terbuka dan menerima jika memang ada yang perlu diubah dan diperbaiki. Ini tentunya jadi sangat bermanfaat. Kami tahu harus ke mana jika sedang merasa sedih atau galau. Tahu di mana mendapatkan saran yang membangun. Sehingga kami tidak merasa kesepian dan terlarut dalam kesedihan. 

Dengan semangat yang sama, untuk mengajak anak-anak muda lainnya tetap optimis, kami membuat lagu “No Mellow!” yang digarap bersama Patrick Effendy dan berkolaborasi dengan Stevesmith. Harapannya lagu ini bisa menjadi inspirasi untuk kita semua bisa menghadapi segala tantangan dalam keseharian dengan tetap positif dan bersyukur.

Related Articles

Card image
Self
Memaknai Perempuan Berdaya

Banyak pembahasan mengenai cara menyeimbangkan peran sebagai ibu yang juga pekerja, tapi kita terkadang lupa bahwa kita juga adalah individu yang punya identitas sendiri. Saya bukan hanya ibu dari si A, istri dari si B, atau karyawan kantor C. Saya juga adalah seorang individu yang memiliki minat dan keinginan tersendiri. Terkadang saya tetap butuh meluangkan waktu untuk diri sendiri, mungkin dengan olahraga, baking, menonton drama Korea, atau hobi-hobi lainnya.

By Ellyana Mayasari
27 November 2021
Card image
Self
Bahasa Cinta dari Ayah

Sosok bapak di mataku adalah pemegang hierarki tertinggi di keluarga. Bapak biasanya akan tetap hadir untuk keluarga di akhir pekan atau saat libur panjang. Setiap akhir pekan, ia sering mengajak kita sekeluarga untuk pergi bersama ke Six Flag atau pergi ke tempat rekreasi lainnya. Bapak punya caranya sendiri dalam menyampaikan rasa kasih sayang ke anak-anaknya.

By Adrian Khalif
27 November 2021
Card image
Self
Merancang Hari Baru

Pada titik tertentu dalam hidup mungkin kita merasa sering bingung akan pilihan kita sendiri. Berpikir kenapa, ya, kok kita bisa memiliki perspektif yang mungkin berbeda. Tidak bisa memahami diri sendiri. Sebenarnya ini bisa saja berarti kita belum benar-benar bangun dalam versi organik diri kita. Buatku penting untuk bisa mengenali diri sendiri. Kita orang yang seperti apa, butuhnya apa, inti utama dari diri kita itu apa, hal ini terasa natural tapi juga tidak senatural itu.

By Lala Bohang
20 November 2021