Self Lifehacks

Kebaikan Belajar Hal Baru

Nirina Zubir

@nirinazubir_

Aktris

Fotografi Oleh: Nafhan Nurul

Manusia suka lupa bahwa dunia sangatlah luas dan terlalu banyak hal baru untuk terus dieksplorasi dan dipelajari setiap hari. Memang setiap orang memiliki perspektif yang berbeda soal hidup dan belajar. Ada yang sudah nyaman dengan zonanya sehingga berpikir bahwa ia tidak lagi butuh yang lain, merasa sudah cukup dengan yang ada di dalam ruangnya, dan merasa sudah menjadi milik ruang sempitnya sendiri itu. Sebenarnya tidak masalah. Meski ternyata di luar masih banyak sekali warna yang dapat memberikan kebaikan untuk pengembangan diri. Terlebih untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Manusia suka lupa bahwa dunia sangatlah luas dan terlalu banyak hal baru untuk terus dieksplorasi dan dipelajari setiap hari.

Contoh nyata adalah diri saya sendiri yang sedari kecil sering sekali berpindah-pindah tempat tinggal karena pekerjaan orangtua. Lahir di Madagaskar lalu besar di beberapa negara asing mulai dari Turki, Hong Kong hingga ke Cina. Adaptasi seakan-akan menjadi nama tengah saya yang menuntun kepada eksplorasi dunia dan diri. Di setiap tempat baru yang saya tinggali, kunjungi, atau libatkan untuk pekerjaan, proses pembelajaran mengenai bagaimana kepercayaan diri bisa terbentuk terus berkembang. Berbagai jenis pekerjaan impian pernah saya jajaki meski beragam penolakan pun tak bisa dihindari. Mulai dari keinginan menjadi model namun tinggi badan saya kurang memadai hingga ditolak menjadi penyiar radio karena kualitas suara yang kurang tepat pada stasiun radio tersebut.

Tapi tentu saja saya tidak menyerah. Keingintahuan nan tinggi mendorong diri saya untuk berjuang menghadapi segala kritik dan penolakan. Alhasil, justru dari situ saya mengetahui karakter diri yang sebenarnya. Orang-orang yang bisa terus bertahan menghadapi rintangan adalah orang-orang yang berkarakter di mana ia tahu mau dikenal sebagai pribadi yang seperti apa sehingga dapat beradaptasi di mana pun dengan kondisi apa pun. Meski tersulit sekalipun. Kita memang harus memposisikan diri untuk dapat memahami berbicara dan bergaul dengan siapa. Bukan karena semerta-merta seseorang lebih muda, kita lalu tidak menghargai dia. Kita harus bisa menjaga sopan santun dengan siapa saja.

Orang-orang yang bisa terus bertahan menghadapi rintangan adalah orang-orang yang berkarakter. Ia tahu mau dikenal sebagai pribadi yang seperti apa sehingga dapat beradaptasi di mana pun.

Percayalah kalau percaya diri itu bisa dibentuk. Kita bisa berkali lipat memperbaiki diri dengan membuat ekspektasi baru di setiap tempat baru. Cobalah berpikir begini: “Orang yang ada di hadapan ini belum mengenal saya, jadi saya bisa memperlihatkan sisi saya yang lain; yang lebih baik, daripada di pergaulan sebelumnya.” Akan tetapi soal bergaul ada yang sangat perlu diperhatikan yaitu pentingnya harus berpikir dan bersikap realistis. Sebagai bagian dari beradaptasi, kita sebaiknya jangan terlalu membawa perasaan pada pertemanan karena kapan pun mungkin saja terjadi perselisihan yang bisa membuat hubungan kurang baik. Meski tetap harus menjalin hubungan baik tapi kita harus merelakan apabila tidak bisa berteman seperti sedia kala.

Meski tetap harus menjalin hubungan baik tapi kita harus merelakan apabila tidak bisa berteman seperti sedia kala.

Jangan merasa (terlalu) sedih saat kehilangan teman. Mungkin saja dia bukan yang yang terbaik namun tidak ada yang perlu disalahkan.Kita harus selalu dapat mempersiapkan diri untuk suatu hari bilang “I will move on” – saya akan melanjutkan hidup. Mengapa? Karena kita tidak akan pernah ada yang tahu jika suatu saat kita harus berpisah atau sakit hati karena sahabat. Jadi kita harus pasrah dan ikhlas bila terjadi hal di luar keinginan. Dan saat kita menemukan teman baru, kita harus menanamkan pengertian bahwa kita akan menjadi seseorang yang lebih baik. Jangan takut untuk eksplorasi orang-orang baru yang akan masuk di dalam hidup kita. Percaya diri pun lama-lama bisa dibentuk dengan membuka diri.

Menjadi signifikan adalah ketika kita bisa belajar dari orang baru yang ditemui. Itu adalah bagian dari eksplorasi diri. Cobalah untuk tidak meningkatkan sentralisasi diri dan merasa lebih tinggi dari orang lain. Terkadang kita lupa untuk memberikan orang lain kesempatan berbicara. Daripada terus berkata: “Kalau saya, sih, begini” coba belajar memberikan orang lain ruang memberitakan dirinya. “Kalau kamu sukanya apa?”, “Kamu besar di mana?” demikianlah kita belajar menjadi pendengar yang baik dan jauh lebih bisa menyerap pemahaman mengenai karakter orang lain.

Menjadi signifikan adalah ketika kita bisa belajar dari orang baru yang ditemui.

Dalam perjalanan mengembangkan diri pun kita pasti akan bertemu dengan pihak-pihak yang memandang sebelah mata. Jangan khawatir atau malah menarik diri. Berikan saja senyuman hangat pada mereka dan pada diri sendiri walau tak ada yang melihat. Inilah nanti yang akan meningkatkan mental kita. Latihan tersenyum setiap pagi sebelum memulai hari agar dapat melancarkan misi tersebut. Saat bangun, duduklah, tersenyum dan nikmati senyuman itu kurang lebih selama 10 detik. Nantinya tubuh kita akan merasakan relaksasi tersendiri dan membangun mood untuk siap menghadapi hari.

Saat kita sudah bisa merasakan kebahagiaan dalam diri, secara tidak langsung kebahagiaan itu pun akan dapat berdampak pada orang lain. Ada yang bilang memang kita tidak bisa membuat orang lain bahagia tapi saya memilih untuk berusaha membuat orang lain bahagia semampu saya. Saya percaya bahwa setiap orang memiliki masalah tapi semua itu pasti ada solusinya sehingga kita harus berhenti menjadikan diri sendiri sebagai korban, mengungkit diri menjadi seseorang yang paling sedih. Sejatinya, selama kita masih bernapas kita bisa membuat sesuatu jadi lebih baik. Tetapi juga jangan merasa diri kita yang Terbaik melainkan cukup berkomitmen dan bertanggungjawab saja pada apa yang dipercaya dan dilakukan.

Saat kita sudah bisa merasakan kebahagiaan dalam diri, secara tidak langsung kebahagiaan itu pun akan dapat berdampak pada orang lain.

Belajar dari pengalaman saya dengan film terbaru Keluarga Cemara di mana saya harus melakoni satu karakter yang amat populer di Indonesia. Tantangannya adalah bagaimana saya dapat membuat masyarakat menerima saya sebagai karakter yang penuh nostalgia itu. Meski saya pernah bermain dalam film drama sebelumnya tapi kerap kali tahun-tahun belakangan saya dikenal sebagai aktris komedi. Film-film yang ditawarkan membuat saya dipercaya dapat memberikan hiburan yang lucu. Kemudian sisi adaptif saya pun akhirnya tersentuh di mana saya harus berani bertanya pada orang lain demi menghayati peran yang lekat di masyarakat, berani eksplorasi diri dan belajar menerima orang-orang baru yang terlibat dalam produksi. Saya harus keluar dari zona nyaman berada di film komedi dan kembali belajar menekuni peran di film drama yang notabene juga sudah pernah saya dalami. Situasi ini yang saya maksudnya untuk tidak pernah merasa sudah menjadi yang Terbaik namun sebaliknya membuka diri untuk belajar lagi. Percayalah hal baik akan datang seturutnya pikiran dan tujuan yang baik.

Percayalah hal baik akan datang seturutnya pikiran dan tujuan yang baik

Related Articles

Card image
Self
On Marissa's Mind: Kuat Mental

Siapa yang tidak mau punya mental kuat – kemampuan yang sangat penting kalau kita mau terus maju dan berkembang di tengah lika-liku kehidupan. Seseorang yang kuat mental umumnya lebih siap menghadapi berbagai tantangan dalam hidup, lebih bisa bertahan di tengah tekanan, dan lebih mampu menangani masalah secara efektif dan efisien.

By Marissa Anita
13 August 2022
Card image
Self
Ragam Pengalaman Bagi Generasi Muda

Masa muda adalah saat dimana kita mengumpulkan segala pengalaman, entah itu baik ataupun kurang menyenangkan. Pengalaman bisa kita dapatkan dengan dua cara, yaitu dengan menjalaninya sendiri ataupun lewat cerita dari orang lain yang pernah mengalami hal tersebut.

By Greatmind x Young On Top
13 August 2022
Card image
Self
Mengenali Manusia dan Lingkungan

Unsur utama yang diperlukan oleh sebuah film adalah cerita. Menurut saya, cara terbaik untuk menemukan ide cerita adalah dengan mengenali manusia. Untuk bisa menjadi pencerita yang baik, bisa kita mulai dengan mengenali orang-orang dan lingkungan yang ada di sekitar kita.

By Fajar Nugros
13 August 2022