Self Lifehacks

Hidup Seimbang Perlu Usaha

Sejak dulu sebenarnya aku adalah orang yang sangat tertib dalam masalah jadwal. Itu rasanya sudah menjadi bagian dari hidupku mulai dari masih melajang hingga sekarang sudah dikaruniai anak, tapi memang kalau sudah punya anak jauh lebih susah untuk sepenuhnya teratur, ya. Banyak perubahan yang aku rasakan setelah menjadi ibu ditambah saat pandemi memang pada dasarnya hidup kita banyak berubah. Salah satunya adalah work from home (WFH). Bekerja dari rumah sejatinya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Di satu sisi memudahkan karena kita nggak perlu berpindah tempat untuk bekerja, aku pun tetap bisa di rumah bersama anak. Di sisi lain, juga aku jadi terpaku 24 jam bersama anak, jadi agak sulit untuk bisa benar-benar fokus saat bekerja.

Berusaha menyeimbangkan peran sebagai ibu dan entrepreneur juga sebenarnya tidak mudah. Beruntung aku punya pasangan yang sangat suportif dan mau sama-sama merawat anak, jadi aku tidak merasa memikul semuanya sendirian. Selain itu juga aku tinggal dekat dengan ibuku, jadi saat aku merasa mungkin sulit meng-handle banyak hal aku kan ke rumah ibu, supaya bisa dibantu dalam menjaga anak. Sejauh ini, itu cara yang paling efektif karena di masa pandemi sebenarnya ada kekhawatiran untuk melibatkan orang lain di dalam rumah. Alasan pertama juga karena aku tinggal di apartemen jadi tidak memungkinkan dari sisi ruang, juga kalau ada nanny yang pulang-pergi di masa sekarang tentu akan lebih was-was, jadi aku memutuskan untuk melakukan pekerjaan rumah dan mengurus anak sendiri bersama suami tentunya.

Beberapa minggu pertama setelah punya anak juga sebenarnya agak kacau. Kemudian aku dan suami sadar bahwa mood kita paling bagus kalau kita tidur cukup. Sejak itu aku mencoba untuk tidur lebih cepat, sekitar jam 8 malam lalu kemudian suamiku yang akan bergantian menjaga anak. Besoknya aku akan bangun lebih pagi, supaya kembali bisa menjaga anak dan suamiku bisa bangun lebih siang. Mengingat aku morning person, jadi aku lebih suka me time, minum teh atau baca buku di pagi hari sedangkan suamiku lebih suka menghabiskan waktu untuk istirahat atau main game di malam hari. Jadi kami mencoba untuk bagi-bagi tugas.

Gaya hidup seimbang menurutku adalah dengan tetap mengutamakan kebahagiaan. Makna bahagia bagi setiap orang juga tentu akan berbeda-beda. Aku pribadi sangat fokus untuk bisa membagi waktu bersama keluarga, me time, dan juga olahraga. Tidak berarti semuanya harus sempurna, selama kita mencoba untuk melakukan itu. Kalau orang bilang hidup seimbang itu tidak mungkin, sebenarnya bisa saja tapi perlu usaha lebih. Contoh, anggapan tidak mungkin tidur cukup setelah punya anak. Bisa saja sebenarnya tapi perlu usaha, tidur di jam 8 malam susah, ya, sebenarnya. Kadang kita mau nonton drakor, “aduh tanggung satu episode lagi,” tapi kita harus bisa bilang stop. Nggak boleh, atau kita akan menyesal keesokan harinya. Jadi menurut aku untuk mencapai hidup yang seimbang harus ada usaha untuk say no dan say yes. 

Gaya hidup seimbang menurutku adalah dengan tetap mengutamakan kebahagiaan. Makna bahagia bagi setiap orang juga tentu akan berbeda-beda. Tidak berarti semuanya harus sempurna, selama kita mencoba untuk melakukan itu. Kalau orang bilang hidup seimbang itu tidak mungkin, sebenarnya bisa saja tapi perlu usaha lebih.

Kemampuan untuk menolak adalah salah satu bagian agar kita bisa menyeimbangkan hidup, kalau kita selalu bilang iya pada hal-hal yang kita nggak suka itu juga bisa sangat melelahkan. Harus disiplin, tapi fleksibel juga. Karena kehidupan kan tidak selalu persis seperti yang kita mau, belajar buat agak santai. Salah satu contoh dari pengalamanku pribadi adalah belakangan ini aku belum ingin mengambil tawaran kerjasama sebagai pembicara, karena pekerjaan ini membuatku cemas. Jadi aku memutuskan untuk menolak tawaran yang mungkin bagi sebagian orang besar.  Tetap harus bilang tidak untuk beberapa kesempatan dan tidak menyesalinya, jangan membandingkan dengan orang lain untuk membuat kita bahagia menjalani fase yang sedang kita jalani. Karena nggak ada habisnya, toh, rumput tetangga akan selalu lebih hijau.

Kemampuan untuk menolak adalah salah satu bagian agar kita bisa menyeimbangkan hidup, kalau kita selalu bilang iya pada hal-hal yang kita nggak suka itu juga bisa sangat melelahkan. Harus disiplin, tapi fleksibel juga. Karena kehidupan kan tidak selalu persis seperti yang kita mau. Jangan membandingkan dengan orang lain untuk membuat kita bahagia menjalani fase yang sedang kita jalani. Karena nggak ada habisnya, toh, rumput tetangga akan selalu lebih hijau.

Aku, sama seperti orang-orang pada umumnya juga terkadang butuh self-reward dalam bentuk menonton drakor, Netflix, tidur siang, atau makan dessert. Tapi harus diingat juga apa yang kita lakukan bukan karena egois. Terkadang kita mendengar komentar “kok malah gitu, sih, bukannya ngurus anak,” menurut aku ibu harus bahagia supaya anaknya bahagia. Jadi aku sempatkan meluangkan waktu untuk self-care agar aku juga bahagia.  Beberapa waktu lalu juga Google sempat merilis bahwa salah satu pencarian teratas orang Indonesia selama pandemi adalah topik yang berhubungan dengan self-care. Ketika aku dan tim Puyo ingin meluncurkan varian rasa baru yaitu Peach, kami merasa topik ini menjadi cocok untuk dibahas dalam campaign.

Beberapa waktu lalu juga Google sempat merilis bahwa salah satu pencarian teratas orang Indonesia selama pandemi adalah topik yang berhubungan dengan self-care.

Kami juga berusaha membahas topik tentang self-care dan menjadi lebih tenang selama pandemi dengan lebih mendalam melalui konten yang dibagikan di media sosial Puyo. Varian rasa Peach juga sangat cocok dengan kesan soothing dan menenangkan. Varian rasa baru ini juga sebenarnya diharapkan bisa menjadi tambahan opsi bagi teman-teman yang butuh refreshing dengan makan makanan manis. Pembahasan mengenai topik self-care juga tidak sebatas obrolan ringan saja, tapi juga kami sampaikan secara lebih mendalam. Semoga dengan rasa baru, teman-teman juga bisa merasakan ketenangan dan kebahagiaan tersebut.

Related Articles

Card image
Self
Ekspresi Diri dan Gaya Hidup

Saya juga setuju dengan ungkapan bahwa fashion adalah cara mengekspresikan diri. Kalau saya bertemu dengan orang, kita bisa melihat karakternya dari apa yang ia kenakan. Baju adalah salah satu medium kita bisa melihat dan “menilai” orang. Jadi bisa dikatakan bahwa baju yang kita kenakan sebenarnya bisa menjadi ungkapan bahwa kita ini adalah bagian dari komunitas tertentu. Mungkin komunitas skateboard, band, atau komunitas-komunitas lainnya. Urban Sneaker Society juga berusaha menggabungkan banyak komunitas agar bisa bertemu satu-sama lain.

By Jeffry Jouw
04 December 2021
Card image
Self
Berjalan Untuk Berubah

Masing-masing manusia punya perjalanan yang berbeda-beda. Katanya, dalam perjalanan itu yang paling penting bukan destinasinya, melainkan proses dan cerita yang terjadi sepanjang perjalanan. Katanya juga, cerita dalam perjalanan lah yang menjadikan siapa kita sekarang ini. Tapi yang pasti, melalui perjalanan kita berubah dan bertumbuh.

By Greatmind x Festival Film 100% Manusia
04 December 2021
Card image
Self
Memaknai Perempuan Berdaya

Banyak pembahasan mengenai cara menyeimbangkan peran sebagai ibu yang juga pekerja, tapi kita terkadang lupa bahwa kita juga adalah individu yang punya identitas sendiri. Saya bukan hanya ibu dari si A, istri dari si B, atau karyawan kantor C. Saya juga adalah seorang individu yang memiliki minat dan keinginan tersendiri. Terkadang saya tetap butuh meluangkan waktu untuk diri sendiri, mungkin dengan olahraga, baking, menonton drama Korea, atau hobi-hobi lainnya.

By Ellyana Mayasari
27 November 2021