Self Lifehacks

Ekspresi Diri dan Gaya Hidup

Jeffry Jouw

@jejouw

Pengusaha Kreatif

Di saat pandemi justru saya justru mengeksplorasi lebih banyak gaya pakaian. Kebanyakan saya membeli sneakers yang lebih mahal, bahkan sekarang saya cenderung lebih tertarik menggunakan sneakers  dan pakaian yang vintage. Tren juga terus berubah di tengah pandemi sekalipun. Kita juga lebih sering menghabiskan waktu di internet, mulai dari menonton konten Youtube, Instagram, maupun TikTok. Tren gaya pakaian yang terlihat juga berbeda-beda. Selalu ada alasan buat saya belanja sih sebenarnya. 

Saya juga bisa melihat bagaimana gaya berpakaian saya mengalami perubahan dari tahun 2019. Saat itu orang belum terlalu tertarik dengan baju-baju vintage. Beberapa tahun lalu mungkin kalau kita dengar ada baju vintage seharga 2 juta mungkin kita akan merasa itu tidak masuk akal, tapi sekarang sepertinya orang jadi lebih paham mengapa harga barang tersebut menjadi mahal.

Di Urban Sneaker Society 2021, kita bahkan menyediakan booth yang cukup besar untuk barang-barang vintage. Salah satu alasan vintage item kembali menjadi tren adalah karena orang ingin menjadi unik. Mereka tidak ingin menggunakan baju yang sama dengan orang lain. Ketika kita berbelanja barang thrift, kemungkinan untuk orang lain memiliki barang yang sama akan menjadi lebih kecil karena barang-barang tersebut merupakan barang tangan kedua. Harga yang harus dikeluarkan juga menjadi lebih murah. 

Saya juga setuju dengan ungkapan bahwa fashion adalah cara mengekspresikan diri. Kalau saya bertemu dengan orang, kita bisa melihat karakternya dari apa yang ia kenakan. Baju adalah salah satu medium kita bisa melihat dan “menilai” orang. Jadi bisa dikatakan bahwa baju yang kita kenakan sebenarnya bisa menjadi ungkapan bahwa kita ini adalah bagian dari komunitas tertentu. Mungkin komunitas skateboard, band, atau komunitas-komunitas lainnya. Urban Sneaker Society juga berusaha menggabungkan banyak komunitas agar bisa bertemu satu-sama lain.

Saya juga setuju dengan ungkapan bahwa fashion adalah cara mengekspresikan diri. Kalau saya bertemu dengan orang, kita bisa melihat karakternya dari apa yang ia kenakan. Jadi bisa dikatakan bahwa baju yang kita kenakan sebenarnya bisa menjadi ungkapan bahwa kita ini adalah bagian dari komunitas tertentu.

Proses menemukan gaya kita sendiri dalam berpakaian juga pasti berbeda-beda. Saya pribadi biasanya mencoba melihat apa yang cocok dipakai di badan saya. Misalnya, karena saya merasa badan saya lebih besar maka saya kerap kali mengenakan pakaian oversize. Menurut saya untuk sekarang saya tidak terlalu mengikuti tren, tapi saya memilih gaya atau pakaian apa yang bisa saya pakai dalam jangka panjang. Saya juga sudah mulai bergeser ke arah slow fashion. 

Berbicara soal tren, saya selalu percaya bahwa history always repeat by themself. Kalau kita melihat gaya retro atau vintage lagi kembali tren, sebenarnya ini adalah pengulangan dari masa lalu. Bedanya mungkin sekarang gaya ini berkembang ke arah budaya, seperti mobil atau jam klasik. Ini sebenarnya akan terus mengulang dalam siklus tertentu. Menurut saya kalau memang ingin mengikuti tren, coba simpan berdasarkan kriterianya masing-masing. Mulai dari monokrom, hip-hop, atau tren lainnya.

Setiap orang sebenarnya bebas saja menentukan gaya apa yang ingin mereka pakai. Contohnya, ketika saya menggunakan kaos bergambar Michael Jackson, saya memang mendengarkan lagu-lagunya saat saya kecil, tapi mungkin saya juga tidak tahu semua lagunya. Menurut saya ketika kita membeli barang tertentu kita tidak harus selalu menjadi fans dari band atau figur tertentu. Bisa saja sesederhana karena kita suka dengan desainnya.

Saya dan USS Network sebenarnya ingin menyuguhkan event dan konten yang menggambarkan tren apa yang sedang terjadi pada masa tersebut. Contoh pada event Urban Sneaker Society 2021 kita membawa topik crypto karena memang itu adalah hal yang sedang banyak menjadi perbincangan publik. Daripada berusaha memproklamirkan menjadi pembuat tren, kita lebih ingin menjadi event atau media yang mencerminkan minta anak muda zaman sekarang. Ini juga alasan mengapa kita mengangkat NFT, crypto, dan thrift shopping.

Event di tahun ini juga ditujukan untuk membantu brand lokal, untuk membantu brand lokal yang mungkin agak kesulitan ketika harus mulai beralih berjualan secara online karena pandemi. Proporsi brand lokal di tahun ini juga meningkat dan mendominasi jika dibandingkan dengan retail dari luar negeri. Urban Sneaker Society 2021 akan berlangsung mulai dari tanggal 2-5 Desember di Jakarta Convention Center, Hall B, Senayan.

Related Articles

Card image
Self
Apakah Kamu Masih Punya Hobi?

Waktu masih duduk di bangku sekolah, hobi rasanya menjadi salah satu identitas yang harus kita punya, berdampingan dengan makanan atau minuman favorit. Mulai dari hobi-hobi populer seperti membaca, menggambar, atau memasak hingga hobi yang lebih spesifik seperti sepak takraw mungkin. Lalu seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya usia, hobi seakan tidak lagi muncul dalam topik pembicaraan.

By Greatmind
25 June 2022
Card image
Self
Buka Wawasan Lewat Film

Uni Eropa memiliki sebuah flagship acara budaya yang menayangkan film-film kontemporer dari berbagai negara di Eropa yaitu Europe On Screen. Festival film ini sendiri sudah berjalan selama 22 kali dan diseleggarakan secara greatis di enam kota di Indonesia termasuk Jakarta, Bandung, Denpasar, Medan, Surabaya, dan Jogjakarta.

By Greatmind x Europe On Screen
25 June 2022
Card image
Self
Merayakan Momen Bahagia

Cara setiap orang merayakan momen-momen penting dalam hidupnya tentu akan beragam. Ada banyak hal yang juga memiliki hubungan erat pada momen bahagia kita sebagai manusia contohnya bunga dan perhiasan. Perhiasan khususnya, juga kerap menjadi salah satu hal yang biasa diberikan sebagai hadiah untuk mengungkapkan rasa kasih ataupun syukur kita kepada diri sendiri, orang tua, maupun pasangan hidup.

By Michelle Lo
25 June 2022