Self Lifehacks

Dedikasi Dalam Karya

Angga Yunanda

@anggayunandareal16

Aktor

Fotografi Oleh: Ifan Hartanto

Aku berasal dari Lombok, saat itu belum ada bioskop sehingga aku hanya menikmati film melalui televisi atau CD. Film pertama yang sangat membekas dalam ingatanku saat kecil adalah Petualangan Sherina, aku selalu mengulang film yang sama dan berlagak berperan sebagai Sadam, salah satu karakter dalam film tersebut. Sampai pada suatu saat aku mendapatkan keajaiban untuk bisa debut dalam sebuah sinetron dan mengantarkanku sampai ke Jakarta. Aku sebenarnya selalu tertarik dengan seni dan film sedari kecil, tapi baru di Jakarta akhirnya aku mendapat kesempatan untuk menonton film di bioskop. 

Salah satu film pertama yang aku tonton adalah Avengers: Age of Ultron. Saat itu aku merasa seperti terlahir kembali, melalui pengalaman sinematik yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Kala itu aku sempat berdialog dengan diriku sendiri, aku menanamkan impian dalam hati. Aku bertekad dan berkata pada diriku sendiri bahwa suatu saat di masa depan aku ingin berada dalam layar lebar bukan hanya sebagai penonton, dan Alhamdulillah beberapa tahun setelahnya impian tersebut dapat terwujud.

Banyak film dan karakter di dalamnya yang akhirnya menginspirasiku. Berbicara soal aktor secara spesifik aku merasa Leonardo DiCaprio menjadi salah satu figur panutanku. Aku menonton banyak sekali film beliau mulai dari Titanic, Once Upon A Time in Hollywood, Catch Me If You Can, dan banyak lagi. Aku melihat dedikasi yang sangat luar biasa dalam setiap karya yang ia buat, itu yang memicu aku untuk bisa lebih baik dalam setiap karya. 

Sebagai aktor sebenarnya kita diharapkan untuk bisa membangun dunia dan menghidupkan karakter yang diperankan, tapi aku pribadi selalu berusaha untuk tetap memberikan batasan antara kehidupan pribadi dan karakter yang diperankan. Karena pada dasarnya jika karakter yang diperankan sampai terbawa ke kehidupan pribadi, ini juga akan memengaruhi dan berdampak pada aktornya sendiri. Sebenarnya ada satu karakter yang cukup melekat bagiku, yaitu Bima dari film Dua Garis Biru. Proses syuting yang intens ditambah cerita yang berat menambah beban tersendiri. Kala itu aku masih terbawa suasana, mood, dan rasanya segala beban Bima aku pikul di pundak. Tapi aku punya cara sendiri untuk lepas dari sebuah karakter. Bima contohnya, aku langsung pulang ke Lombok selepas syuting. Berusaha untuk menghilangkan beban dan menyegarkan kembali pikiranku. Waktu untuk menenangkan diri juga penting bagi seorang aktor.

Berkarir dalam industri film sebenarnya terasa sangat jauh, ketika aku masih tinggal di daerah. Tapi berkat doa, mimpi besar, dan kerja keras yang selalu diupayakan, akhirnya aku bisa belajar banyak hal baru melalui film. Film sangat berdampak besar bagiku, dan bisa membentuk diriku menjadi seperti saat ini. Aku merasakan banyak sekali perubahan-perubahan positif yang aku rasakan karena bisa belajar banyak dan bertemu dengan orang-orang yang sangat berkompeten di bidangnya masing masing. Selain itu, aku sangat ingin selalu berada di sini, karena aku merasa ini sudah menjadi rumah bagiku.

Berkarir dalam industri film sebenarnya terasa sangat jauh ketika aku masih tinggal di daerah. Tapi berkat doa, mimpi besar, dan kerja keras yang selalu diupayakan, akhirnya aku bisa belajar banyak hal baru melalui film.

Ketika akhirnya aku mendapat kepercayaan sebagai duta FFI 202, pastinya aku cukup kaget dengan tanggung jawab yang sangat besar ini. Aku sempat memikirkan apa aku pantas menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan FFI, tapi aku yakin komite FFI pasti punya pertimbangan tersendiri akan hal ini. Aku melihat semangat yang tidak pernah padam dari seluruh insan perfilman Indonesia meskipun kita tengah berada di situasi yang cukup tidak ideal. Kerja keras dan dedikasi yang mereka perjuangkan untuk film Indonesia membuat hati aku tergerak. Aku merasa anak muda bisa menjadi elemen penting untuk bisa memantik semangat pergerakan dalam film. Aku sangat bersyukur anak muda akhirnya bisa mendapatkan bagian dari perayaan bagi sineas perfilman dan seluruh masyarakat indonesia.

Kerja keras dan dedikasi yang mereka perjuangkan untuk film Indonesia membuat hati aku tergerak. Aku merasa anak muda bisa menjadi elemen penting untuk bisa memantik semangat pergerakan dalam film.

Perjalanan film indonesia tidak terlepas dari sejarah panjang perfilman Indonesia. Sejarah film Indonesia juga merupakan perjalanan karya yang perlu diingat, menjadi bahan renungan bersama dan pelajaran berharga, tidak hanya bagi pelaku tapi juga seluruh ekosistem perfilman juga bisa belajar dari sejarah perfilman Indonesia, tapi kita sebagai bangsa Indonesia juga bisa belajar banyak dari hal tersebut dalam pencapaian film Indonesia di era berkembangnya media baru saat ini. Perkembangan dunia perfilman juga tidak luput dari media baru yang sangat berkembang pesat dan bisa menjadi tempat yang baik untuk bisa saling bersinergi. Dengan kolaborasi tema yang luar biasa ini. Semoga bisa semakin memacu pertumbuhan ekosistem perfilman yang lebih baik.

Tahun Ini ada beberapa kategori baru yaitu kritik film, film favorit, aktor dan aktris favorit. Kalian bisa memilih film aktor aktris terfavorit kalian melalui website festival film indonesia. Di sana ada daftar film dan aktor yang filmnya ditayangkan sesuai periode yang ditetapkan FFI. Jangan lupa log in, lalu ketik judul film aktor aktris. Isi data kalian untuk validasi dan selesai. Prosesnya sangat mudah dan kalian bisa memilih favorit kalian. Jangan sia-siakan momentum ini, pilih pilihan favorit kalian.  

Terima kasih atas dukungan yang luar biasa dari pecinta film Indonesia. Jangan lupa untuk menyempatkan waktu untuk menonton film di bioskop. Aku yakin teman-teman pasti sudah kangen banget dengan cinematic experience yang tidak bisa tergantikan. Semoga kita bisa melakukan aktivitas secara normal kembali dalam waktu dekat. Untuk perfilman indonesia terima kasih atas dedikasi dan kerja keras yang tidak pernah padam, itulah hal yang semakin membuat kita menjadi lebih bersemangat lagi. Aku sudah tidak sabar dengan kebangkitan perfilman indonesia yang semakin maju di masa mendatang. Ini bisa jadi momentum bagi kita untuk bisa meloncat lebih jauh ke depannya dan semangat terus perfilman indonesia.

 

--

 

Photo credit:

Fotografer @ifanhartanto @wavestudioid
Pengarah Gaya @ivanteguhsantoso
Tata Rias @ryanogilvy
Tata Rambut @jimmi.panai

Related Articles

Card image
Self
Membentuk Rutinitas Dengan Journaling

Kita semakin terbiasa mencatat apa pun di handphone. Namun masih banyak individu yang merasa lebih nyaman untuk mencatat atau menulis di buku menggunakan pulpen. Kegiatan ini, termasuk journaling sebenarnya dapat melatih ingatan kita. Dengan menulis menggunakan tangan, otak kita dapat dengan lebih mudah mengingat apa yang dicatat.

By Greatmind X The Self Hug
15 January 2022
Card image
Self
Live Optimally: 25 Jam dalam Sehari

Sering kali 24 jam dalam sehari rasanya tidak cukup. Bisa jadi karena pekerjaan kita yang terlalu banyak, kemampuan kita yang kurang efisien untuk menggunakan waktu, atau karena kita terkadang suka memprioritaskan hal yang salah. Apa pun alasannya, it seems so hard to make friends with time.

By Rama Satya
15 January 2022
Card image
Self
Menentukan Prioritas dalam Tujuan

Salah satu ajaran dari keluargaku adalah hidup harus jelas, kita harus punya tujuan apa yang ingin dilakukan di masa depan. Kemudian tujuan tersebut dibagi untuk jangka pendek dan jangka panjang. Secara umum, aku merasa mulai butuh menentukan tujuan mulai dari SMA. Saat SMA kita harus mulai menentukan jurusan kuliah yang kita suka karena akan berhubungan dengan karir kita dalam jangka panjang.

By Nadhira Afifa
15 January 2022