Self Art & Culture

Cantik Tak Bersyarat

Lizzie Parra

@bylizzieparra

Pengusaha Produk Kecantikan

Ilustrasi Oleh: Salv Studio

Mendengar kata “cantik” di dalam kepala seseorang pasti terbayang gambaran yang berbeda-beda. Ada yang berpikir cantik itu identik dengan kulit putih, rambut lurus atau bahkan makeup tebal. Ya, pengertian kata cantik memang sesuatu yang sangat relatif. Tergantung dari mana kita melihat. Buatku, aku merasa cantik ketika aku bisa mengembangkan kepribadian diri bukan fokus pada penampilan luarku. Aku merasa itulah yang dapat lebih berkepanjangan. Akan tetapi wanita dengan makeup tebal juga sah-sah saja merasa cantik begitu juga mereka yang anti dengan makeup. Tidak bisa kita bilang mereka tidak mencintai dirinya sendiri. Menurutku setiap orang punya caranya masing-masing untuk mencintai dirinya sendiri. Kalau memang makeup membantunya mencintai diri sendiri, memang kenapa?

Setiap orang punya caranya masing-masing untuk mencintai dirinya sendiri.

Benar, makeup bisa membuat seorang perempuan lebih percaya diri karena membuat mereka seakan lebih siap. Sama saja seperti setelah mandi lalu berpakaian. Mereka siap-siap hingga akhirnya siap keluar rumah. Tidak ada salahnya, kok, bagi mereka yang lebih merasa percaya diri setelah menggunakan makeup. Kalau itu yang bisa membuat mereka merasa lebih baik, memberikan yang terbaik dari dirinya sendiri.

Yang keliru adalah ketika mereka berpikir bahwa makeup itu bisa mengubah penampilan dan kepribadian mereka. Mungkin satu dan lain hal karena adanya kepercayaan pangling. Seperti contohnya riasan untuk pernikahan. Biasanya orang berpikir kalau makeup yang bisa bikin pangling adalah yang bagus. Jadi muncul kepercayaan bahwa makeup bisa mengubah tampilan wajah seseorang. Utamanya, makeup itu untuk membantu mereka lebih percaya diri. Tapi kalau aslinya memang tidak percaya diri mau pakai makeup setebal apapun semahal apapun tidak akan percaya diri juga.

Sebaliknya, banyak sekali orang yang percaya diri dan super cantik tanpa makeup. Yang terpenting itu sebenarnya sikap dan bagaimana menampilkan diri kita di depan orang lain. Kini standar kecantikan kita pun sudah semakin berubah. Tidak ada lagi yang terlalu memaksakan pemikiran kalau cantik itu berarti putih atau rambut lurus. Semakin banyak referensi tentang arti cantik, makin banyak perempuan yang menyebarkan kisah inspiratif untuk merasa cantik dengan fiturnya masing-masing.

Yang keliru adalah ketika berpikir bahwa makeup itu bisa mengubah penampilan dan kepribadian.

Tujuan awal aku menciptakan BLP Beauty sendiri adalah untuk memberdayakan dan mendorong perempuan lainnya untuk percaya diri dan bangga dengan kondisi apapun yang dimiliki oleh mereka. Aku tahu banyak sekali perempuan yang kurang bahkan tidak percaya diri dan aku tahu bahwa makeup bisa sedikit banyak membantu. Makeup bisa menjadi salah satu alat untuk meningkatkan kepercayaan diri karena makeup bisa menerangkan karakter diri kita. Misalnya aku adalah tipikal perempuan yang tidak mau repot. Jadi makeup yang aku gunakan sehari-hari juga pasti yang simpel, tidak mau repot pakai ini-itu. Tapi ada orang-orang yang memang karakternya “kuat” sekali, terbilang bold bahkan. Lalu untuk mengeluarkan karakternya itu biasanya lipstik merah pekat dengan eyeliner tebal memperkuat karakternya tersebut. Meskipun begitu, aku juga menggunakan makeup untuk membantuku dalam menyesuaikan pada suatu kondisi. Contoh ketika aku harus menggunakan makeup dalam acara yang butuh menampilkan karakter bold, aku akan pakai lipstik dan riasan mata yang lebih bold juga. Pun misalnya aku harus melakukan personal branding pada suatu acara sebagai CEO BLP. Maka aku akan menggunakan makeup yang mungkin lebih ekstra daripada keseharianku.

Makeup bisa menjadi salah satu alat untuk meningkatkan kepercayaan diri karena makeup bisa menerangkan karakter diri kita.

Tapi saat mengaplikasikan makeup pada wajah sebenarnya kembali lagi pada konsep kenyamanan. Kita nyaman tidak dengan riasan itu sehingga kita bisa menampilkan dan memberikan yang terbaik dari diri kita. Karena hanya dengan merasa nyaman dan percaya diri barulah kita bisa jadi versi yang terbaik dari diri kita sendiri. Kita sekarang ini tidak lagi perlu percaya pada banyaknya mitos kecantikan. Seperti banyaknya pemaparan informasi tentang langkah-langkah merawat kulit. Buatku lebih penting untuk selalu membersihkan wajah setelah pakai makeup dan pakai sunscreen di pagi hari. Yang lainnya belum tentu perlu dan tepat untuk seseorang. Satu lagi yang penting saat menggunakan makeup adalah untuk tidak terpengaruh dari omongan orang lain. Banyak orang di masyarakat kita yang 'gatal' kalau tidak komentar tentang orang lain. Apalagi soal kecantikan dan makeup yang digunakan. Padahal semua orang punya kebebasan untuk mengekspresikan diri mereka. Tidak ada syaratnya.

Karena hanya dengan merasa nyaman dan percaya diri barulah kita bisa jadi versi yang terbaik dari diri kita sendiri.

Related Articles

Card image
Self
On Marissa's Mind: People Pleaser

Apakah Anda sulit mengatakan ‘tidak’? Bisa jadi Anda seorang people pleaser. People-pleaser adalah sebutan bagi seseorang yang selalu berusaha melakukan atau mengatakan hal yang menyenangkan orang lain, meski bertentangan dengan apa yang ia pikirkan atau rasakan. Ini ia lakukan agar orang lain tidak kecewa padanya

By Marissa Anita
30 May 2020
Card image
Self
Makna Kepercayaan

Terkadang kita mungkin tidak sadar ketika fokus pada ritual keagamaan seringnya kita malah punya keinginan untuk lebih religius dari orang lain. Kemudian kita malah melupakan sisi spiritual dari ritual keagamaan itu sendiri. Bahkan kita bisa sampai lupa pada hubungan personal kita dengan Tuhan.

By Daniel Mananta
30 May 2020
Card image
Self
Seni Meminta dan Menerima

Kita pasti seringkali atau pernah mendengar ungkapan “Ucapan adalah doa” atau “The Power of Your Mind.” Apakah benar apa yang kita pikirkan dan ucapkan bisa menjadi doa dan terjadi dalam kehidupan kita? Memahami salah satu hukum alam yaitu The Law of Attraction (hukum tarik menarik) dan sekaligus melatihnya dapat membuktikan apakah memang apa yang kita pikirkan dan ucapkan bisa benar-benar terjadi.

By Dea Soelistyo
30 May 2020