Self Lifehacks

Bersyukur Setiap Hari

Perjalanan hidup setiap orang pastilah berbeda karena proses pencarian jati diri tak akan pernah sama. Pengalaman hidup serta ujian setiap pribadi menghadapkannya pada pilihan yang berlainan pula. Setiap hari seolah kita dipertemukan pada persimpangan, dipertanyakan apakah mau menjadi pribadi yang lebih baik atau merasa sudah cukup puas dengan kondisi yang ada saat ini. Aku bisa berkata begini sebab aku mengalami sendiri transformasi pencarian identitas diri tersebut. Andra Alodita 5 tahun lalu dengan Andra Alodita hari ini sangatlah berbeda. Dulu aku tidak tahu apa yang diinginkan, mau ke mana arahku melangkah. Hingga suatu ketika aku menyadari bahwa dalam diri ini terdapat luka batin dari masa kecil yang harus disembuhkan. Sejak itu, kian hari aku semakin menyadari betapa aku harus terus belajar dan berlatih untuk memulihkan jiwa supaya bisa merasakan ketenangan, kebahagiaan.

Setiap tahun aku diberikan ujian yang berbeda-beda. Mungkin agar aku bisa semakin mengerti diriku sendiri dan semakin kuat.

Sepanjang proses penyembuhan pun aku berusaha merekam dan membagikan pemikiran serta kisahku yang dituangkan dalam blog dan konten media sosial. Belakangan aku seringkali memaparkan tentang self-love dan wellbeing agar apa yang aku alami bisa bermanfaat tidak hanya untukku tapi juga orang lain. Meskipun sudah banyak yang berubah dari diriku di mana aku yang sekarang sudah bisa lebih tenang dalam menghadapi sesuatu, tetapi aku paham proses pencarian jati diri itu tidak pernah ada selesainya. Setiap tahun aku diberikan ujian yang berbeda-beda. Mungkin agar aku bisa semakin mengerti diriku sendiri dan semakin kuat. Proses perjalanan ini lengkap dengan ujiannya membuatku amat bersyukur bisa melahirkan Andra yang baru. Andra yang bisa berterima kasih pada hal-hal sederhana yang kadang bukan melulu materi. Bersyukur pada semua yang aku punya hari ini terutama keluarga, sahabat dan rekan kerja yang luar biasa. 

Lambat laun, dengan seringnya aku menyadari apa saja yang disyukuri dalam keseharian aku merasakan ketenangan dan bahagia.

Bahwasanya, bersyukur itu tidak mesti terpaku pada momen tertentu. Walaupun memang setiap orang punya caranya sendiri-sendiri untuk mendaraskan rasa syukur tersebut. Kalau aku pribadi —selain mengucap syukur lewat beribadah, aku berupaya untuk bersyukur setiap hari dengan menuliskan 10 hal yang aku syukuri di hari itu. Jika satu hari saja ada 10 hal yang aku syukuri berarti dalam seminggu ada 70 hal. Lalu, kalau dikumpulkan dalam satu tahun jadi banyak sekali dan inilah yang membuatku menyadari bahwa banyak sekali yang bisa disyukuri dalam hidup. Sehingga aku sengaja membiarkan kebiasaan ini agar aku dapat lebih menghargai hidupku dari hal-hal sederhana. Sesederhana mengenakan pakaian atau sepatu yang nyaman. Sesederhana mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang membantuku sekecil apapun bantuannya. Dari kebiasaan ini aku belajar bagaimana memberikan apresiasi pada apapun termasuk ujian-ujian dalam hidup. Aku menghargai keberadaannya adalah untuk mendewasakanku. Dulu aku pasti komplain jika diberikan masalah berkata, “Ya Tuhan kenapa sih aku dikasih cobaan ini?”. Tapi sekarang aku justru bisa berterima kasih padanya atas cobaan yang diberikan sebab aku tahu itu untuk kebaikanku sendiri nantinya. Lambat laun, dengan seringnya aku menyadari apa saja yang disyukuri dalam keseharian aku merasakan ketenangan dan bahagia. Kita ini hidup cuma sekali. Apa yang kita dapatkan hari ini tidak datang begitu saja. Mengapa tidak memanfaatkan waktu yang ada untuk berterima kasih pada apa yang Tuhan dan semesta ini berikan?

Kita ini hidup cuma sekali. Apa yang kita dapatkan hari ini tidak datang begitu saja.

Kendati demikian, aku juga bukan manusia sempurna. Namanya manusia, terkadang pasti masih bisa khilaf apalagi kalau sedang menghadapi hambatan. Tidak bisa langsung bersyukur malah kesal atau terbawa situasi sampai tidak mengendalikan diri. Kala ini terjadi, aku biasanya akan mengatur napas dulu sebelum merespon pada situasi tersebut. Memberikan waktu dan ruang pada diri sendiri untuk observasi dan mengolah apa yang kurasakan. Lalu aku coba tuliskan di jurnal tentang apa yang aku alami. Fokus pada diri sendiri dulu. Kadang gejolaknya bisa reda dalam hitungan jam, bisa dalam satu hari bisa juga satu minggu. Dengan banyak bersyukur aku merasa bisa lebih cepat meredakan gejolak itu sebab kebiasaan ini mengajarkan diri untuk mengerti aspek-aspek lain dalam hidup termasuk bagaimana kita bisa menjadi seseorang yang welas asih dan mengutamakan kebaikan. Sejatinya untuk hidup tenang, damai dan bahagia tidak cukup hanya dengan bersyukur saja tapi juga harus diselaraskan dengan perilaku positif.

Sejatinya untuk hidup tenang, damai dan bahagia tidak cukup hanya dengan bersyukur saja tapi juga harus diselaraskan dengan perilaku positif.

Related Articles

Card image
Self
Belajar Menanti Cinta dan Keberkahan Hidup

Aku adalah salah satu orang yang dulu memiliki impian untuk menikah muda, tanpa alasan jelas sebetulnya. Pokoknya tujuannya menikah, namun ternyata aku perlu melalui momen penantian terlebih dahulu. Cinta biasanya dikaitkan dengan hal-hal indah, sedangkan momen menanti identik dengan hal-hal yang membosankan, bahkan menguji kesabaran.

By Siti Makkiah
06 April 2024
Card image
Self
Pendewasaan dalam Hubungan

Pendewasaan diri tidak hadir begitu saja seiring usia, melainkan hasil dari pengalaman dan kesediaan untuk belajar menjadi lebih baik. Hal yang sama juga berlaku saat membangun hubungan bersama pasangan.

By Melisa Putri
06 April 2024
Card image
Self
Berproses Menjadi Dewasa

Ada yang mengatakan usia hanyalah angka. Sebagian memahami hal ini dengan semangat untuk tetap muda, menjaga api dalam diri untuk terus menjalani hari dengan penuh harapan

By Greatmind
31 March 2024