Self Science & Tech

Apresiasi Seni dalam Teknologi

Jeffry Jouw

@jejouw

Pengusaha Kreatif

Beberapa waktu terakhir NFT menjadi salah satu topik perbincangan yang sering kali kita dengar. Pada dasarnya NFT adalah aset digital karya yang kita buat dalam blockchain. Memang mungkin sebenarnya kita bisa saja menyimpan gambar yang ada di google, tapi NFT membuat karya digital tersebut menjadi collectable, memiliki nilai untuk dikoleksi. Berbeda dengan konsep kripto, dalam NFT semuanya bisa diverifikasi dan tentunya menambahkan nilai kepemilikan terhadap sebuah karya yang kita buat maupun beli. 

Teknologi ini juga pada dasarnya memberikan keuntungan bagi para seniman di era digital. Contoh sederhana, ketika kita melihat lukisan Monalisa di Paris, dari mana kita tahu bahwa lukisan tersebut adalah lukisan yang asli? Padahal belum tentu, mungkin saja lukisan yang asli sebenarnya disimpan di dalam brankas yang kita tidak tahu persis di mana. Teknologi di NFT menyediakan data yang terverifikasi dan lengkap, sehingga kita dapat melihat keaslian sebuah karya, siapa penciptanya dan ke tangan siapa saja kerya tersebut pernah berpindah. Ketika kita melihat karya Karafuru misalnya, kalau ada orang yang kemudian meniru karya tersebut dan diunggah ke OpenSea, jika tidak berasal dari developer Karafuru maka kita bisa tahu bahwa karya tersebut adalah tiruan.

Teknologi di NFT menyediakan data yang terverifikasi dan lengkap, sehingga kita dapat melihat keaslian sebuah karya, siapa penciptanya dan ke tangan siapa saja kerya tersebut pernah berpindah.

Fitur di NFT juga sebenarnya dapat membantu para seniman untuk bisa menadapatkan penghasilan dari karya yang mereka buat. Ketika kita membahas lukisan Monalisa, apakah Leonardo da Vinci masih mendapatkan loyalti dari setiap penjualan lukisan Monalisa di after sales? Kemungkinan besar tidak, karena memang tidak ada perjanjian apa-apa. Kita bahkan sebenarnya tidak tahu siapa saja yang pernah membeli dan menjadi pemilik lukisan legendaris ini. Kalau kita berandai-andai Leonardo da Vinci hidup di masa sekarang mungkin ia juga akan menggunakan NFT. Selama ia mau menyusun perjanjian royalti akan karya yang ia buat, sang seniman akan selalu mendapat keuntungan dari setiap penjualan yang terjadi.

Kalau kita berandai-andai Leonardo da Vinci hidup di masa sekarang mungkin ia juga akan menggunakan NFT. Selama ia mau menyusun perjanjian royalti akan karya yang ia buat, sang seniman akan selalu mendapat keuntungan dari setiap penjualan yang terjadi.

Pembahasan mengenai royalti juga bisa diumpamakan dengan penjualan tiket konser. Kalau Justin Bieber mengadakan konser di Jakarta lalu kemudian tiket yang dijual dihabiskan oleh joki tiket. Saat tiket tersebut dijual ke orang lain tentu penyanyi tersebut tidak akan mendapat keuntungan apa pun terhadap transaksi yang terjadi. NFT pada dasarnya sangat membantu seniman, apalagi di zaman digital sekarang. Seniman yang mungkin belum terkenal sekarang, lalu dalam beberapa tahun kemudian popularitasnya meroket ia akan tetap mendapat keuntungan akan karya terdahulunya yang terjual. Tentu bahkan valuasinya akan jauh lebih tinggi daripada penjualan pertama, sehingga dia mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga di after market.

NFT pada dasarnya sangat membantu seniman, apalagi di zaman digital sekarang. Seniman yang mungkin belum terkenal sekarang, lalu dalam beberapa tahun kemudian popularitasnya meroket ia akan tetap mendapat keuntungan akan karya terdahulunya yang terjual. Tentu bahkan valuasinya akan jauh lebih tinggi daripada penjualan pertama, sehingga dia mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga di after market.

Ada tiga hal yang mungkin memengaruhi penjualan NFT yaitu karya, komunitas, dan utility. Sebagai manusia visual ketika membeli karya seni tentu pertama-tama kita akan melihat visual yang ditampilkan apakah sesuai dengan selera kita atau tidak. Kemudian komunitas yang terbentuk, Ghozali menjadi sangat popular karena dia punya komunitas yang senang melihat karya yang ia jual. Ketika nilai utilitas, apakah karya ini memiliki nilai guna? Apakah hanya sekedar gambar atau mungkin ada nilai keuntungan lain yang juga diberikan.

Bagi kreator yang berniat untuk memulai menjual karyanya di NFT menurut saya coba dulu dan terus berkarya. Kita tidak boleh tutup mata akan teknologi yang berkembang sekarang. Karya NFT dengan penjualan tinggi di luar negeri bahkan berasal dari seniman-seniman yang belum terkenal tetapi mereka berani untuk mencoba dan menjadi orang-orang petama yang berhasil. Event Karafuru Carnival adalah sebuah acara hasil kerjasama USS, Museum of Toys, dan seniman Indonesia, Willy. Event yang terbuka untuk publik ini juga cocok untuk teman-teman yang mungkin baru mengenal dunia NFT. Di sini kita akan bisa melihat hasil dari NFT yang dihadirkan secara offline. Kalau kamu punya NFT Karafuru, kami juga akan memberikan keuntungan tambahan seperti verifikasi dari Karafuru, makanan, hingga mainan gratis. Walaupun mungkin NFT masih terdengar asing semoga event ini juga bisa memberikan tempat bagi teman-teman yang mulai tertarik untuk terjun ke dunia NFT sekaligus mengapresiasi karya seni dari seniman Indonesia. 

Related Articles

Card image
Self
Untuk Apa Hidup: Satu Perjalanan

Sudahkah kita menggunakan sisa hari yang kita punya dengan baik dalam satu perjalanan ini? Seberapa pun sisa hari yang kita miliki, adalah kesempatan untuk menjelajahi kehidupan ini.

By Joshua Budiman
18 June 2022
Card image
Self
Menghadapi Takut

Selamat datang di dunia kesunyian. Ini adalah sebuah kalimat yang biasa aku sebut untuk menggambarkan pengalaman perjalananku ketika masuk ke alam bawah laut. Ketika kita diving atau free diving, memang nggak ada suara apa pun. Kita hanya bisa mendengarkan suara gelembung napas kita.

By Della Dartyan
18 June 2022
Card image
Self
Belajar Mengendalikan Ekspektasi

Kadang kala kita bisa punya ekspektasi melebihi kemampuan yang kita punya, tapi aku belajar untuk mengendalikan ekspektasi di dalam kepalaku. Aku selalu berusaha untuk tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi. Saat aku menginginkan sesuatu yang sebenarnya aku pun sadar bahwa hal itu sulit untuk dicapai, aku akan menurunkan ekspektasi.

By Sorenza Nuryanti
18 June 2022