Self Lifehacks

Ambisi Selaras Dengan Hati Nurani

Asmara Abigail

@asmaraabigail

Aktris

Fotografi Oleh: Dani Huda

Hidup ini tak akan berarti tanpa rasa cinta yang kita terima dan berikan dari dan untuk orang lain. Pun tak akan bermakna tanpa rasa cinta pada diri sendiri termasuk rasa cinta pada semangat dan kepercayaan yang lahir dari dalam diri. Adalah hal yang paling membahagiakan dalam diri ketika aku bisa mencintai keluarga dan teman-teman terdekatku. Begitu pula ketika mereka ternyata membalas rasa cintaku dengan sepenuh hati. Bagaikan energi untuk berjalan bahkan berlari, dukungan dan rasa cinta mereka membawaku pada langkah-langkah menakjubkan dalam hidup. Langkah yang menggiringku pada penciptaan kepribadian diri dengan gairah berkarya nan tinggi.

Dari luar mungkin aku terlihat seperti seseorang yang happy-go-lucky. Namun sebenarnya aku adalah pribadi yang sangat ambisius. Bahkan terbilang dalam kadar yang tinggi. Aku adalah seorang Aries yang telah terbiasa mengejar apa yang kuinginkan dari kecil. Sejak berusia lima tahun, aku sudah tahu apa yang kuingin raih dan kemudian merencanakannya. Aku terbiasa membuat rencana dan terbiasa mendapatkan apa yang aku hendak capai karena aku fokus untuk meraihnya. Bisa dibilang inilah yang membuatku merasa hidup, membuatku merasa puas. Karena aku bisa memutuskan sesuatu berdasarkan pemikiran sendiri. Bukan atas dasar keinginan orang lain. Sebuah keberuntungan yang tidak dimiliki semua orang memang. Untuk itulah pula aku amat bersyukur dengan keistimewaan tersebut. 

Aku adalah seorang Aries yang telah terbiasa mengejar apa yang kuinginkan dari kecil.

Akan tetapi dunia ini tidaklah sempurna tanpa masalah. Seperti yang aku pelajari dari kedua orangtua, mereka mengingatkanku bahwa masalah dalam penjelajahan hari baik adanya. Terutama kala kita bisa mencari solusi untuk setiap masalah yang dihadapi. Dari sana kita belajar lebih bijak serta lebih matang dalam berpikir dan bertindak. Tidak terkecuali petualanganku. Aku menemui pasang surut kehidupan di mana terdapat titik aku merasa tidak cukup puas. Tidak cukup bahagia. Salah satunya di masa awal umur 20-an. Aku baru saja menyelesaikan kuliah di Italia. Tempat aku menimba ilmu dan merajut kenangan indah. Kembali ke tanah air dan beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan di ibukota tidaklah mudah bagiku. Sebelum benar-benar terjun ke industri yang diminati, aku pernah menjajal hidup perkantoran. Ibarat berada di dalam sel penjara, aku sungguh tidak bebas. Tidak menjadi diri sendiri.

Seiring berjalannya waktu, aku banyak belajar. Aku tahu benar sejak kecil aku ingin menjadi aktris. Faktanya aku tumbuh besar sendiri tanpa saudara dan tetangga, aku tidak merasa cocok bermain dengan teman-teman sekolah. Selalu merasa “terasingkan”, filmlah yang menemani hari-hariku. Keinginan menjadi aktris pun berkembang karena aku bisa merasakan berbagai macam kehidupan, sehingga hidup tidak monoton. Aku bisa menceritakan kehidupan lain dari sudut pandang yang berbeda. Manusia tidak bisa menciptakan kehidupan di dunia nyata, tapi aku bisa melakukannya di dalam film. Hingga akhirnya kini tinggal di dalam “duniaku” yang sebenarnya, aku menikmati hidup dengan terus berkarya bersama orang-orang yang luar biasa. Bekerja di dalam proyek-proyek yang menghasilkan dampak baik untuk banyak orang. Dan yang paling pentingnya lagi adalah bekerja dengan passion. Membiarkan diriku berada di tengah-tengah orang yang kucintai dan mencintaiku juga salah satu cara menikmati hidup. Selain menapakkan kaki di kota-kota serta negara-negara lain yang mana kesempatannya disediakan oleh pekerjaanku. Ketika harus bekerja di lokasi yang jauh dari rumah itu berarti aku berkesempatan untuk berlibur juga. Sebuah reward tersendiri atas passion yang kugeluti.

Masalah dalam penjelajahan hari baik adanya. Terutama kala kita bisa mencari solusi untuk setiap masalah yang dihadapi.

Lalu apabila dipertanyakan: apakah aku sudah puas dengan apa yang dimiliki? Jawabannya ialah belum. Aku begitu mencintai pekerjaanku. Masih banyak yang ingin aku kejar sehubungan dengan karier. Rasanya belum puas hati ini jika belum bermain dalam film di bawah sutradara-sutradara yang kuidolakan, baik yang bertaraf nasional maupun internasional. Aku juga masih punya keinginan untuk berkecimpung di dalam industri perfilman di Italia. Tapi ketidakpuasanku ini bukan sekadar berasaskan pada ambisi. Menurutku sebagai homo sapiens, sebagai makhluk yang berakal budi, manusia memang diciptakan untuk tidak merasa cukup. Itulah sifat dasar manusia. Tapi aku mengilhami pengertian tersebut untuk menghasilkan sesuatu yang baik, yang berguna untuk ekosistem kita sendiri. Lewat film aku bisa memberikan sudut pandang yang berbeda tentang kehidupan, mengenalkan masyarakat kepada kehidupan yang lain, dan yang terpenting membuat kita memberikan rasa para kehidupan itu sendiri. Sama halnya jika bicara soal materi. Aku belum mau puas sampai rezeki yang aku dapatkan dari kesuksesan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Seperti contohnya membuat lahan menjadi hutan agar bisa menanam pohon lebih banyak. Dengan begini pemenuhan ambisiku pun terasa jauh lebih berharga karena artinya aku menyelaraskan ambisi tersebut dengan hati nurani sehingga tak menjadi obsesi belaka.

Sebagai homo sapiens, sebagai makhluk yang berakal budi, manusia memang diciptakan untuk tidak merasa cukup. Itulah sifat dasar manusia.

***

Stylist: Nicke Ariestianti

Busana: Populo Batik

Related Articles

Card image
Self
Sadar Kapan Memulai Dan Mengakhiri

Mengikuti perkembangan zaman sepertinya sekarang ini sedikit terasa tidak mungkin jika harus menghapus media sosial dari kehidupan kita. Apalagi untuk keperluan bisnis-bisnis tertentu yang memang membutuhkan media sosial sebagai ruang pemasaran. Hanya saja semakin berjalannya waktu banyak orang yang akhirnya masuk ke dalam lubang hitam media sosial.

By Nick Yudha
30 November 2019
Card image
Self
Pribadi Tepat Waktu

Saat kita mendapat undangan atau akan datang ke suatu acara dengan keterangan waktu tertentu, pasti dalam benak kita terlintas sejumlah pertanyaan. Apakah acaranya akan dimulai tepat waktu sesuai jadwal? Kira-kira bila datang on time, acaranya akan ngaret nggak ya? Sudah banyak teman yang datang belum ya kalau hadir di awal? Dan lain sebagainya.

By Nurul Idzni
30 November 2019
Card image
Self
On Marissa's Mind: Hari Kematian

Berpikir tentang hari kematian bisa membantu mendorong kita memakai waktu yang kita punya sekarang sebaik mungkin sehingga hidup kita menjadi lebih berkesan dan berarti. Coba Anda bayangkan, minggu ini adalah minggu terakhir Anda hidup, apa yang akan Anda lakukan? Anda tidak akan menyia-nyiakan waktu.

By Marissa Anita
30 November 2019