Circle Love & Relationship

Silaturahmi Membawa Segala Kebaikan

Momen Lebaran seringkali menjadi tahap penting dalam hidup seseorang karena baru pada saat itulah kita akhirnya berani memohon maaf lahir dan batin pada orang lain. Mau ada atau tidak ada salah pada orang yang disalami, kata maaf terasa mudah terucap tanpa lidah nan kelu. Tapi mengapa kala kita sedang berada dalam konflik justru sulit mengucapkan maaf? Bahkan tidak jarang kita bahkan enggan kembali membangun relasi yang baik dengan orang-orang yang sudah pernah berada dalam situasi kompleks tersebut.

Mengapa kala kita sedang berada dalam konflik justru sulit mengucapkan maaf?

Bibit memendam rasa benci, gengsi hingga dendam tentu saja akan berbuah menjadi racun yang menggerogoti hati dan pikiran kita. Sulitnya menawarkan tangan untuk bersalaman bisa menjadi awal ketidakdamaian hidup kita. Penting sekali memang menjaga silaturahmi dengan orang-orang di sekitar kita. Mulai dari keluarga inti, keluarga besar, hingga teman-teman sepergaulan dan sepekerjaan. Bahkan sebenarnya bersilaturahmi dengan orang-orang tidak dekat namun pernah terlibat dalam satu masa di perjalanan kita pun bisa membantu kita memiliki hidup yang lebih damai. Faktanya, menjaga hubungan baik dengan orang lain atau silaturahmi dapat menjadi awal segala kebaikan dalam diri kita. Mengurangi pikiran-pikiran negatif yang dapat mencemari pikiran dan perilaku.

Bibit memendam rasa benci, gengsi hingga dendam tentu saja akan berbuah menjadi racun yang menggerogoti hati dan pikiran kita.

Terutama dengan orang-orang terdekat kita, semakin dekat semakin rasa bahagia muncul semakin kita merasa puas dan cukup dalam hidup. Banyak orang sudah membuktikan bahwa semakin sering mereka bersilaturahmi dengan orang-orang terdekat, berbagi cerita, pengalaman, perhatian dan kasih sayang semakin mereka merasa hidup sangatlah berarti. Tidak cukup hanya di sekitar keluarga inti dan teman-teman terdekat saja namun juga di dalam komunitas dan masyarakat. Silaturahmi dapat membangun kekuatan kita agar lebih percaya diri terutama dalam menyelesaikan sebuah masalah karena merasa bahwa banyak orang yang peduli pada kita. Semakin kita melibatkan diri di dalamnya. Tentu saja perasaan ini dibentuk dalam komunitas yang positif di mana dukungan yang baik dengan adanya perhatian dan kepedulian terlihat. Begitulah baru jiwa yang sehat karena rasa bahagia tercipta.

Saat hendak bersilaturahmi kita pun harus memahami pentingnya menjadi proaktif untuk menjalin hubungan yang baik. Menyiapkan waktu yang cukup untuk orang terdekat, kerabat, dan teman-teman menjadi salah satu poin penting untuk mencapai misi tersebut. Tidak melulu hanya karena ada acara besar seperti hari raya saja tapi justru ketika tidak ada sesuatu yang harus dirayakan. Hal ini membuktikan seberapa tulus kita ingin menjalin hubungan yang baik. Mungkin tidak dengan bertatap muka. Cukup dengan menanyakan kabar lewat aplikasi ponsel saja bisa dilakukan demi menunjukkan perhatian.

Menjaga hubungan baik dengan orang lain atau silahurahmi dapat menjadi awal segala kebaikan dalam diri kita. Mengurangi pikiran-pikiran negatif yang dapat mencemari pikiran dan perilaku.

Ketika sedang berada dalam satu suasana di mana kita harus bertatap muka penting juga untuk mengungkapkan apresiasi sepatah dua patah kata sebagai respon dari percakapan yang dibuat. Inilah bentuk kita menghargainya sebagai figur yang signifikan dalam hidup. Begitu juga bagaimana kita harus belajar mendengarkan dengan baik. Proses dengan seksama apa yang dilontarkan dan berikan waktu pada diri untuk memahaminya dengan baik sehingga apa yang akan diucapkan kembali dapat tepat sasaran tidak asal cuap saja.

Nah, untuk tahu pihak mana saja yang harus kita prioritaskan dalam menjaga silaturahmi sebaiknya kita renungkan sejenak. Coba refleksikan hubungan yang kita punya dengan berbagai pihak dari dulu hingga sekarang. Ingatlah pribadi-pribadi yang pernah menolong, berpartisipasi dalam momen penting atau mereka yang tidak pernah lupa untuk menyapa kita. Itulah sederetan nama yang signifikan untuk kita berikan perhatian lebih. Bisa saja mereka yang sudah lama tidak bertemu tapi sebenarnya memiliki ikatan peran penting di waktu lampau. Mungkin juga orang-orang yang dekat, sedarah, namun terkadang kita lupa untuk sekadar menyapa. Atau bisa jadi orang-orang yang kita hutangi maaf hanya karena kita gengsi untuk memulai duluan.

Mulailah menjalin koneksi yang suportif dan positif, luangkan waktu untuk mereka. Kita tidak pernah tahu apakah mereka justru yang akan membukakan pintu-pintu kesempatan di masa yang akan datang. Tak pernah tahu apakah mereka justru yang akan menolong kita melegakan beban hati. Kita tidak pernah tahu seberapa banyak waktu kita atau waktu mereka untuk tetap dapat berinteraksi. Selama masih bisa, upayakan silaturahmi tersebut.

Related Articles

Card image
Circle
Orangtua Apa Adanya

Hidup ini soal menjalani konsekuensi atas pilihan. Belajar dari mereka, memperbaikinya, dan menjadi bahagia. Kalau saja aku tahu benar atau salah sebelum memutuskan sesuatu, besar kemungkinan jalan hidupku akan beda. Begitu juga jika aku ndak memutuskan untuk menjadi orangtua untuk anak gadisku.

By Gandrasta Bangko
22 June 2019
Card image
Circle
Makna Kehadiran Seorang Anak

Sebagai seorang sineas, ada keharusan untuk bisa jujur dalam menampilkan kisah yang orisinil. Ini berarti saya harus melihat apa yang dekat dengan saya. Secara alami saya cenderung mengambil tema keluarga. Akan tetapi bukan sisi kehangatan keluarga, namun sebaliknya: ketidakhadiran suasana keluarga yang harmonis.

By Joko Anwar
22 June 2019
Card image
Circle
Tak Ada Ibu Paruh Waktu

Tidak mudah memang membagi waktu dengan label yang kita miliki. Menjadi salah satu eksekutif di sebuah perusahaan, juga ibu, istri dan individu sangatlah berat untuk dilakukan bersamaan jika tidak memiliki prinsip yang kuat akan membagi prioritas. Faktanya, titel ibu tidak memiliki waktu kerja yang spesifik. Tak ada ibu paruh waktu. Semua ibu pasti “bekerja” purna waktu.

By Desy Bachir
15 June 2019