Circle Health & Wellness

Pentingnya Nutrisi Sejak Dini

Belajar menjadi orang tua memang bukan perkara mudah dan cepat. Bahkan bisa dibilang belajar menjadi orang tua adalah untuk selamanya. Ada mereka yang beruntung telah mengenyam berbagai literasi sebagai bekal sebelum menghadirkan keturunan ke dunia. Tapi ada juga mereka yang kurang memiliki informasi untuk membesarkan anak. Sampai-sampai terkadang sebagian dari orang tua mengabaikan hal terpenting dari pertumbuhan anaknya seperti nutrisi. Banyak dari kita tidak sadar atau tidak tahu bahwa pola asuh orang tua terhadap anak-anak sebenarnya dapat dimulai dari cara orang tua memberikan makanan pada anaknya. Orang tua yang peduli dan ingin yang terbaik untuk anaknya pasti akan memerhatikan apa yang baik untuk konsumsi anaknya. Bukan hanya mencari langkah mudah yang penting memberikan asupan pada anak. Tanpa persiapan, pengetahuan serta pemahaman yang cukup, pertumbuhan anak ketika remaja hingga dewasa bisa terganggu karena nutrisi yang tidak terpenuhi.

Banyak dari kita tidak sadar atau tidak tahu bahwa pola asuh orang tua terhadap anak-anak sebenarnya dapat dimulai dari cara orang tua memberikan makanan pada anaknya.

Pola makan sudah tentu bisa memengaruhi kecerdasan otak anak dari kecil hingga dewasa nantinya. Seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) seorang anak merupakan window of critical period. Di masa ini —sejak bayi dalam kandungan hingga berusia 2 tahun, organ tubuh sedang pesat-pesatnya berkembang termasuk otak. Delapan puluh persen otak manusia dewasa terbentuk di 3 tahun pertama hidupnya. Sementara, otak membutuhkan nutrisi untuk berkembang dengan optimal. Jika di 1000 HPK ini terjadi malnutrisi, maka otak tidak dapat berkembang secara optimal dan nantinya akan ada gangguan pula yang tak hanya di jangka pendek, tapi jangka panjang juga. 

Lalu apa saja dampaknya jika malnutrisi terjadi berkepanjangan terutama di 1000 HPK? Besar kemungkinan anak tersebut bisa mengalami kondisi yang disebut stunting. Stunting sendiri bersifat irreversible atau tidak dapat diperbaiki sepenuhnya, apalagi jika memperbaikinya setelah remaja. Sehingga jika tidak dihindari besar kemungkinan mungkin anak akan sering mengalami dampak jangka pendek seperti daya tahan tubuh yang kurang baik sehingga anak menjadi sering sakit. Sedangkan dampak jangka panjang dari kondisi stunting ini adalah kemungkinkan meningkatkannya risiko seseorang terkena berbagai penyakit seperti stroke, hipertensi, penyakit jantung dan obesitas. Tidak hanya itu saja, stunting juga dapat menurunkan IQ, menurunkan aspek kognitif, produktivitas, kapasitas kerja hingga menurunkan pendapatan per kapita saat anak tersebut ketika dewasa. Lebih jauh lagi, nantinya bukan tidak mungkin mental anak akan terpengaruh karena berbagai risiko yang disebabkan oleh kondisi fisik dan otaknya tadi.

Sayangnya ilmu pengetahuan serta informasi yang beredar di masyarakat atau media sosial seringkali saya temukan bertentangan dengan ilmu kedokteran yang saya pelajari. Masih banyak sekali mitos beredar yang justru malah meningkatkan angka malnutrisi pada bayi. Inilah alasan saya banyak menulis buku tentang MPASI untuk didiskusikan dan menjadi bahan edukasi para orang tua. Masih banyak orang yang belum tahu bahwasanya bayi dan anak bukan miniatur orang dewasa. Kebutuhan nutrisi antara bayi dan balita jauh berbeda dengan orang dewasa sehingga tidak dapat disamakan. Sebagai contoh, bayi membutuhkan lemak yang cukup tinggi, berbeda dengan orang dewasa. 

 Sayangnya ilmu pengetahuan serta informasi yang beredar di masyarakat atau media sosial seringkali saya temukan bertentangan dengan ilmu kedokteran yang saya pelajari. Masih banyak sekali mitos beredar yang justru malah meningkatkan angka malnutrisi pada bayi.

Seperti juga kebutuhan ASI pada bayi. Di masyarakat rasanya masih ada orang tua yang tidak begitu mementingkan pemberian ASI karena berbagai alasan. Padahal ASI amat sangat penting sebab ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Rekomendasi pemberian nutrisi bagi anak menurut WHO dimulai dari inisiasi menyusui dini setidaknya 1 jam setelah bayi dilahirkan, lalu ASI eksklusif selama 6 bulan, kemudian pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI). Pemberian ASI sendiri dapat dilanjutkan hingga usia 2 tahun atau lebih. Pada intinya, pemberian nutrisi yang tidak optimal (baik itu ASI atau MPASI) terutama di 1000 Hari Pertama Kehidupan akan sangat mempengaruhi kecukupan nutrisi bayi. Dan ketika kita sudah memutuskan untuk memiliki keturunan sudah menjadi tugas kita untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka. Sebab kitalah yang menginginkan mereka untuk lahir ke dunia dan sudah seharusnya kita menjaga dan merawat mereka sebaik-baiknya sedari mereka membuka mata.

Dan ketika kita sudah memutuskan untuk memiliki keturunan sudah menjadi tugas kita untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Related Articles

Card image
Circle
Perjalanan Menemukan Makna dan Pentingnya Pelestarian Budaya

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kadang kita lupa bahwa pada akhirnya yang kita butuhkan adalah kembali ke akar budaya yang selama ini sudah ada, menghidupi kembali filosofi Tri Hita Karana, di mana kita menciptakan keselarasan antara alam, manusia, dan pencipta. Filosofi inilah yang coba dihidupkan Nuanu.

By Ida Ayu Astari Prada
25 May 2024
Card image
Circle
Kembali Merangkai Sebuah Keluarga

Selama aku tumbuh besar, aku tidak pernah merasa pantas untuk disayang. Mungkin karena aku tidak pernah merasakan kasih sayang hangat dari kedua orang tua saat kecil. Sejauh ingatan yang bisa aku kenang, sosok yang selalu hadir semasa aku kecil hingga remaja adalah Popo dan Kung-Kung.

By Greatmind
24 November 2023
Card image
Circle
Pernah Deep Talk Sama Orang Tua?

Coba ingat-ingat lagi kapan terakhir kali lo ngobrol bareng ibu atau bapak? Bukan, bukan hanya sekedar bertanya sudah makan atau belum lalu kemudian selesai, melainkan perbincangan yang lebih mendalam mengenai apa yang sedang lo kerjakan atau usahakan.

By Greatmind x Folkative
26 August 2023